Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Pagi Dingin Menjadi Panas


__ADS_3

"Tentu nak, lagian kau sudah lama tak pulang, kan?" ucap Pak Yansen


"Iya nak, besok kita pergi bersama-sama" ucap mama Lely


Mereka pun bercengkerama sesekali tertawa


Tante Sri dan Bella yang merasa tak dianggap Melangkah pergi dengan kesal.


Mereka memasuki kamar masing-masing


Bahram dan Azly, sudah berada di atas ranjang mereka. seperti biasa Azly menaruh Guling sebagai perbatasan.


Bruug!!


"Kenapa di, buang? biarin disitu kenapa sih gak ganggu lo juga" kata Azly


Saat Azly bergerak untuk, mengambil guling itu, tangan kekar Bahram menarik tangan Azly kedalam pelukan nya


"Apaan sih lo, gak sopan banget" Ucap Azly


"Biarin gini dulu gue nyaman" kata Bahram


"Gue... "


"Suuttt" ucap Bahram sambil meletakkan jari telunjuk nya di Bibir.


Tampa ia sadari Azly pun terbuai dengan pelukan itu dan perlahan tidur dengan posisi Saling menghangatkan itu.


Bahram mengecup bibir Azly sekilas


"Muah, selamat tidur sayang" bisik Bahram


yang masih di dengar oleh Azly


Malam itu mereka tidur sambil Berpelukan tak melepaskan satu sama lain.


Di sebuah Club malam, tampak seorang wanita tengah di hajar habis-habisan di tangan istri Sah beberapa pria.


Suren tak kuasa melawan dua ibu-ibu yang suami nya suren tiduri.


"Dasar wanita ja****! kayak gak ada lelaki, lain Aja yang bisa lo tiduri" ucap Ibu A


"Heh gatal! sudah berapa banyak duit laki gue lo makan, apa gak sekalian gue belik aja tuh terowongan lo yang gede" geram ibu B


"Di jaga ya mulut kalian, suami lo lo pada yang mau sama gue, seharus nya sih kalian sadar kenapa laki lo. pada jajan di luar" Jawab suren tak mau kalah


"Dasar lo*** lo ya, habis lo ditangan gue" ucap Ibu itu menggila


Semua orang sudah berkerumun di situ, hingga datang la pihak keamanan melerai semua, suren yang mabuk pun mulut nya masih nyeracau ntah ke mana. ada beberapa Anak-anak Sma Unggul Sakti yang tengah party ulang tahun. teman nya mereka menyaksikan suren yang di serang ibu-ibu itu


"Gilak, gak nyangka gue"


"Iya, ternyata tu wanita ja**** banget dih jijik"


"Pantes selama ini gaya dia tuh bar-bar banget"


"Huuh, pantes aja kak Bahram gak pernah mau nerima dia"


Bisik-bisik orang yang mengenal suren


Suren yang mendengar, nama Bahram langsung menyerang orang itu. hingga gadis itu harus di larikan ke rumah sakit karena kepala nya terbentur meja

__ADS_1


Suren sudah di amankan di kantor polisi, Seperti biasa lagi-lagi dia bisa bebas begitu saja berkat uang jaminan dari orang tua nya


"Kamu ini, cuma bisa nyusahin orang tua aja sesekali banggain gak bisa apa" ucap Pak Iwan Papi Suren


Plakk!!


Pak iwan menampar Suren hingga wanita itu Tersungkur ke tanah


"Apaan sih pah, tega banget kamu pukul anak kita" ucap mami meta


"Kau bela saja anak tidak tahu diri ini, anak Selama ini yang. selalu kau manjakan adalah Seorang Ja****" ucap menggebu Pak iwan yang kecewa terhadap anak nya itu


Mobil mewah mereka pun melesat ke arah Perumahan elit di jakara


Ridho yang mendengar kabar Suren terjerat masalah menghubungi nya berkali-kali Namun, tak ada balasan


Setelah ia mengetahui Masalah yang menimpa wanita itu ia tersenyum devil.


Di kedai nasi uduk Mita tengah mengantri ingin membeli, tak sengaja ia bertabrakan Dengan iqbal


Brugh!!


"Eh sory, gue gak sengaja" ucap Mita sembari membantu berdiri orang itu


"Iya gak papa santai aja" jawab Iqbal seketika Ia mengangkat wajah nya dan kaget melihat wanita yang ia kenali.


"Eh lo mit, ngapain malam-malam gini keluar gak takut, apa? tanya Iqbal


"Kak Iqbal, maaf kak sebelum nya gue gak sengaja, gue keluar karena laper" ucap nya sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal


"Ya udah mumpung kita ketemu di sini, kita makan bareng dulu yuk" ajak Iqbal


"Pacar, siapa? dah ah bawel banget lo" ucap Iqbal


mereka pun makan nasi uduk, di dingin nya malam, tak lama hari pun hujan deras terpaksa mereka berteduh dulu disitu karena. mobil Iqbal pun jauh di ujung jalan dan Mita Pun tadi hanya berjalan kaki.


...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...


Mata hari sudah naik dengan cahaya nya yang belum dapat terkalahkan oleh apapun


Pagi itu cuaca sangat dingin karena, hujan masih setia dari semalam.


sepasang suami istri itu pun saling memberi Kehangatan, enggan untuk beranjak dari tempat tidur.


"Ih berat banget sih tangan lo" ucap Alzy sambil memindahkan tangan Bahram dari perut nya


"Tunggu sebentar lagi aku nyaman" ucap pria itu


"tapi ini udah jam 7 kata nya mau ke rumah ayah ibu" rengek Azly


Bahram pun membuka mata nya, dan memperhatikan wajah bantal wanita yang kini menjadi istri nya itu. yang tampak menggoda Kalo baru bangun begini


"Ngapain lo ngeliat gue gitu laper, lo?" tanya Azly keheranan


Bahram mendekat ke arah lekuk dada Azly ia menggesekkan wajah tampan nya itu ke gunung kembar yang tampak menggoda dan besar itu. sembari sesekali menggigit nya nakal


"Aah" gumam Azly


"Stop, gu-gue mau ke toilet" kilah nya


Namun Bahram seolah tak mendengar keluh istrinya itu tetap lanjut dengan aktivitas nya,

__ADS_1


semakin liar kini ia mulai meraba benda itu dari dalam terasa kenyal dan besar.


Entah mengapa Azly seolah tak punya tenaga untuk menolak, mulut nya berkata tidak tapi tubuh nya menginginkannya.


Setalah berhasil ia membuat istrinya itu Panas, dingin ia beranjak ke toilet untuk menuntaskan hasrat nya solo dan membersihkan diri. Bahram mengecup bibir istrinya sekilas lalu tersenyum


"Sudah ya nanti lagi" gudang Bahram


"Huaaa, mesum lo!" teriak Azly


"Tapi, enak kan?" saut Bahram yang menongolkan kepala nya sedikit


Bruugh!!!


Azly melempar bantal kearah Bahram, yang Tentu saja dapat di hindari oleh Bahram


Azly tersenyum geli mengingat hal yang baru terjadi


"Dasar kulkas mesum" ucap nya


Setelah selesai membersihkan diri mereka langsung turun menuju meja makan, yang sudah ditunggu kedatangan mereka


"Lama banget sih lo kelaparan nih kita cuma buat nunggu lo doang" celetuk Bella pada Azly


"Gue gak mintak buat lo nungguin gue" ucap Azly kesal


"Berani sekali kamu jawab omongan anak saya ya" marah Tante Sri


"Sri sudah jangan biasakan buat masalah, di meja makan tolong hargai mas Yansen" ucap wanita paruh baya itu


"Lagian benar kata Azly kalo mau makan duluan ya sok gak papa, dia juga gak minta di tungguin" tambah mama Lely lagi


Setelah mereka selesai sarapan, mereka Berangkat ke arah rumah Pak Barata. orang tua Azly


Kecuali Bella dan Tante Sri.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa


Like


Vote


komen


terimakasih sudah mampir😘


Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️

__ADS_1


__ADS_2