Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Keberangkatan Bahram


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂


Malam itu kondisi Pak Yansen sangat buruk, dan harus di pindah kan ke ruang ICU


Pak yansen sudah tak sadarkan diri, kangker getah bening di tubuh nya sudah meraja lela.


"Pah yang kuat ya mamah keluar dulu" bisik Mama Lely lalu mencium kening suami nya


"Aku harus menghubungi Bahram, Anak itu akan lebih sedih jika tak tau kondisi papa nya" gumam wanita paruh baya itu


Mama Lely📞


"Halo nak" ucap mama Lely


^^^Bahram📞^^^


^^^"iya mah ada apa, apa mamah udah sampe" saut Bahram^^^


Mama Lely


"Udah nak, mama mau ngasih kabar kalo papa" ucap mama Lely menggantung


^^^Bahram📞^^^


^^^"Papa kenapa mah, papa kenapa" tanya Bahram panik^^^


Mama Lely 📞


"Papa di ICU sekarang dan tak sadarkan diri mama takut terjadi apa-apa sama papa" Jawab mama Lely takut


^^^Bahram📞^^^


^^^"Apa, mah mama gak bohong kan malam ini juga aku akan segera ke sana" kata Bahram^^^


Mama Lely 📞


"besok saja dan pesan lah tiket malam ini" nasehat mama Lely


Malam itu Bahram tak bisa tidur setelah mendapat telepon, dari sang mama, ia mondar mandi di kamar besar nya, mendengar suara langkah kaki berjalan Azly pun terbangun.


"Kenapa kak, kok belom tidur" tanya Azly


"Papah sedang kritis, besok jam 8 aku akan ke Jerman" ucap Bahram


"Aku ikut aku khawatir sama keadaan papa" kata Azly


"Jangan sayang, kamu kan masih sekolah liat minggu depan kalo papa belom ada perubahan kamu nyusul ya, minggu depan kan kamu libur sebab. anak kelas 12 ujian aku biar ujian susulan" jelas Bahram


"Hm ya sudah, sekarang tidurlah biar besok kamu Vit. nanti malah kamu lagi yang sakit" kata Azly


"Aku mau tidur asalkan di kelonin sama kamu" ucap Bahram manja


"Ya sudah, kemari lah" panggil Azly


Bahram dekati istri nya itu dengan sumringah lalu, ia memeluk dan mencium wajah gadis itu. Bahram ******* bibir istri nya sebenar, karena hari sudah pukul 3 dini hari, karena hari esok akan membutuhkan tenaga maka ia harus beristirahat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi Hari telah tiba, kini Azly Tengah menyiapkan bawaan Bahram semasa di Jerman nanti.


"Sudah siap deh" ucap Azly

__ADS_1


"Makasih sayang kamu sangat membantu ku, kau adalah istri terbaik" kata Bahram sambil mengecup kening istri nya itu


"Ini memang sudah tugas ku, aku cuma minta jangan pernah kau bermain api di belakang ku atau api itu sendiri yang akan membakar mu" ucap Azly


"Iya sayang, aku janji kamu jaga diri baik-baik ya kalo bisa jangan pake motor naik mobil aja" kata Bahram


Kini Bahram Tengah berada di Bandara menunggu 10 menit lagi jam keberangkatan nya. ia sungguh tak tenang meninggalkan Azly di jakarta meskipun ada keluarga dan orang tua nya.


"Oke waktu nya berangkat, pah tunggu aku" ucap nya sambil berjalan masuk ke kabin pesawat


Sania kini tengah berada dalam taksi untuk menyusul Bahram ke Jerman, ia mendapat Kabar dari mata-mata nya bahwa. Bahram akan berangkat, dan itu akan membuat rencana nya semakin mudah


"Bahram sayang tunggu aku, rencana ku kali ini tidak mungkin gagal" ucap Sania


tertawa sendiri, hingga supir melihat nya dari sepion.


Di SMA Unggul Sakti semua siswa belajar seperti biasa nya, Alex masih di tahan di penjara sedangkan Ridho ia kembali ke kota B. setelah di tebus oleh sang kakak, pupus sudah harapan nya setelah mengetahui Status Azly kini


"Kenapa sih belakangan ini, lo tuh bete terus, Zly?"tanya Cindy


"Apa semalam jatah nya kurang ya" goda Mita


"Apaan sih orang tuh suami gak godain gue gimana mau main" ucap Azly keceplosan


"Ha-ha-ha, ketahuan kan lo" kata Veronika


"Tapi serius gimana sih, rasa nya" nya Mita


"Enak banget, rasa nya tuh kaya kita terbang ke Angkasa" jawab Azly jujur


Kini mereka tengah belajar di mata pelajaran BK, pak Pir tengah memberikan materi dan PR dikumpulkan dua hari lagi, setelah itu beliau keluar dan waktu jam istirahat pun tiba


"Guys, kantin yukss" ajak Azly


"Eh Btw adem ya sekolah ini gak ada si suren itu lagi" celetuk Veronika


"Lo bener ver berasa di pantai gua santai, gak ada yang buat emosi gue naik tiap hari nya" kata Mita


Mereka telah memesan makanan, sambil menunggu pesanan tiba mereka Asik bercanda ria, tapi tidak untuk Azly suami nya tidak ada kabar hari pagi


"Kemana dia apa mungkin masih berada di pesawat" ucap Azly dalam hati


Azly 📱


"mamah apa, kabar? gimana keadaan papa sekarang, maaf ya Azly gak bisa ikut kak Bahram tapi insyaallah minggu depan Azly nyusul kesana"


Azly 📱


"Kalo ada apa-apa kasih kabar Azly ya, dan jaga kesehatan mama juga"


Isi pesan Azly kepada mama Lely sang mertua, Azly menggenggam HP nya itu berharap ada telepon dari Bahram.


beberapa kali ia mencoba menelpon suami nya Berdering namun, tak diangkat membuat Azly khawatir.


"Guys gue toilet dulu ya, kebelet" kata Mita


"Ok jangan lama ntar keburu masuk" jawab Azly


Melihat Mita pergi Iqbal mengikuti nya dan menunggu wanita itu di depan gang toilet, ketika Mita tengah keluar ia di kagetkan Dengan sosok Iqbal yang menarik nya ke pojok


"Aaah siapa sih" kaget Mita

__ADS_1


"Suut, ini aku" kata Iqbal


"Apaan sih kak ngagetin aja tau gak kalo aku jantungan gimana" kata Mita cemberut


"Aduh gak usah gitu ah, gak kuat gemes banget" goda Iqbal


"Gombal ih, ada apa kakak seret aku ke sini" kata Mita


"Gak sih, cuma ngingetin nanti malam aku jemput jam 8 malam" kata Iqbal


"Gak jadi aku ada perlu malam ini" ucap Mita asal


"Yaaah serius" jawab Iqbal dengan Wajah melas nya


"Ha-ha-ha, enggak kok jemput aja oke" kata Mita sambil berjalan


Di bandara Hamburg tepat nya di Negeri Jerman, pesawat Bahram telah sampai dengan selamat. kini ia tengah menunggu jemputan, supir pribadi keluarga nya, ingin melihat jam tapi seketika Handphone nya lowbat


Hingga dua jam Bahram menunggu tapi jemputan tak kunjung datang, Tiba-tiba Sania datang seolah tak sengaja bertemu pria itu


"Ah aku gak salah liat, kan? ini kamu Bahram?" sapa Sania


"Iya lo ngapain disini" kata Bahram


"Aku liburan dong, kau tau dari dulu aku sangat suka sekali liburan" jawab Azly


"Kau sendiri ada perlu apa disini" tanya Suren


"Papah ku sakit dan dirawat disini." kata Bahram


"Oh ya ampun, aku turut sedih ya, em gimana kalo lo sekalian aja naik mobil gue biar gue Antar, gue liat mobil lo belom dateng dingin juga disini" tawar Sania


Tampak Bahram sejenak berpikir cuma numpang sebenar saja pikir nya


"Oke, gue bareng lo sampai rumah sakit aja" kata Bahram


Mereka pun melenggang masuk mobil Sania, Bahram lupa kalo ada seorang istri yang sedang menanti kabar dari nya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa


Like


Vote


komen


terimakasih sudah mampir😘

__ADS_1


Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️


__ADS_2