
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kenapa tiba-tiba mual begini ya, bau bawang goreng ini membuat ku tak berdaya" ucap Azly sambil menutup hidung nya
Azly kini sudah bersiap untuk, pergi ke rumah sakit memeriksakan keadaan nya.
Berharap tak ada yang harus di cemaskan pada tubuh nya itu
"Nek Zly pergi dulu ya habis itu langsung pulang kok" pamit Azly
"Ya sudah hati-hati ya langsung pulang nak kamu harus beristirahat. Miko temani mbak mu" ucap nek Minah
"Siap nek aku akan membasni siapa, saja orang yang ingin mencelakai mbak Ly" ucap Miko dengan membentuk tangan nya seperti spiderman akan berubah
Nenek dan Azly melihat itu tertawa kecil, Miko sedari kecil memang sudah tinggal bersama nek Minah. tak jarang Azly mengajak sepupu nya itu untuk mengidap di jakarta
Kini Azly dan Miko tengah menunggu taksi. hari begitu panas terik untung nya, tak lama taksi itu cepat datang.
"Pak ke rumah sakit Riyal Prima ya"
"Baik non" jawab supir taksi sopan
Di apartemen Sania tengah menelpon seseorang, mereka tampak senang dengan rencana nya yang sebentar lagi akan berhasil
Mr Carl📞
"Bagus Sania, papi bangga pada mu tak sia-sia kau menghabiskan puluhan juta untuk tubuh dan wajah mu itu" ucap Mr Carl senang
^^^Sania📞^^^
^^^"Ha-ha-ha iya dong pih siapa sih yang gak tergoda sama tubuh ku ini. sebentar lagi kita akan menguasai sepenuh nya perusahaan itu. karena, pak tua Yansen akan segera mati otomatis semua warisan akan jatuh pada Bahram" kata Sania senang^^^
Mr Carl📞
"Baiklah Sania, papi berharap akan segera mendengar tua bangka itu mati dalam waktu dekat ini dan cepat desak, lelaki itu untuk cepat menikahi mu. " ucap Pria paruh baya itu
Ya, Mr Carl adalah papi dari Sania pria itu. memanfaatkan anak semata wayang nya untuk mencapai keinginan nya. Sania memang sangat dekat dengan sang papi, itu lah yang membuat pikiran mereka seolah satu tujuan.
"Aku harus mempercepat rencana ini, gimana cara nya biar Bahram cepat menikahi ku ya" pikir Sania
Setelah nya wanita itu tersenyum devil, ia menelpon seorang pria ia akan memanfaatkan pria hidung belang itu dengan Membuat nya hamil, akan susah jika mengharap benih dari Bahram sediri. setelah ia hamil akan mempermudah langkah selanjutnya pikir bodoh Sania
Kembali ke rumah sakit, kini Azly tengah di periksa oleh dokter Ricky setelah melakukan pemeriksaan tinggal menunggu hasil lab
"Aduh kok aku jadi takut begini ya" ucap Azly gugup
"Gak papa mbak, aku yakin kau sehat-sehat saja kok" kata Miko memenangkan
"Nona Azly, hasil lab akan keluar 1 jam lagi anda bisa menunggu di kantin dekat sini. agar anda bisa mengisi perut terlebih dahulu" kata Dokter Ricky ramah
"Ada makanan apa aja dok, ada ayam kecap gak" tanya Miko asal
__ADS_1
"Kalo itu lihat saya sendiri saya kurang tau" jawab dokter itu senyum
Kini Azly tengah berada di kantin rumah sakit, Ia hanya memesan jus jeruk. perut nya tak terisi dari pagi, bahkan dari kemarin yang ada Hanyalah keluar dengan muntah nya.
"Mbak aku mau pesan jus melon, terus hamburger sama buah semangka ya" pinta Miko
"Iya dek ambil aja, ambil yang kamu mau" ucap Azly perhatian
"Mbak kok gak makan tadi pagi juga gak makan" tanya Miko
"Mbak lagi gak selera takut muntah lagi nanti aja makan masakan nenek" jawab Azly
Anak itu memang suka memajaki Azly, atau pun orang tua nya jika mereka berkunjung. tapi bagi mereka permintaan Miko tak lah membebankan, melainkan senang karena anak itu bisa merasakan ada nya keluarga.
Sudah beberapa kali bu Santi mau pun pak Brata menawarkan ia untuk pindah ke Jakarta, tapi ia lebih suka di kampung untuk mengurus ladang milik nya. sama seperti jawaban nek Minah.
Setelah menunggu satu jam Azly kini dipanggil ke dalam ruangan dokter Ricky, ia ada firasat tak enak dengan hasil lab itu
"Nona Azly ini hasil nya sudah keluar, mau anda baca sendiri atau saya yang bancakan" tanya dokter Ricky
"Dokter saja yang bacakan" jawab Azly lirih
"Baik lah nona, dengan berat hati saya sampaikan. setelah ini anda harus tetap semangat. ini hanyalah penyakit dan masih ada obat nya" ucap Dokter Ricky mengingatkan
"Maksud anda apa dok" tanya Azly penasaran
"Nona, diagnosa menunjukan bahwa anda mengidap penyakit Leukemia,
Leukemia adalah jenis kanker darah yang menyebabkan mimisan yang anda hidap beberapa hari ini." jelas dokter Ricky
"Anda harus kuat nona, masih banyak jalan pengobatan yang bisa anda lakukan" saran dokter itu
"Baiklah dokter Terimakasih banyak saya pamit dulu" ucap Azly sembari mengelap pipi nya basah
"Permisi dok" " ucap Miko
"Apa kau adik nona, itu? tolong jaga pola makan dan pikiran nona Azly jangan sampai ia menjadi setres itu akan membuat tubuh nya semakin lemah. dan cepat lah datang kemari untuk pengobatan lebih lanjut" kata Dokter Ricky mengingat kan.
"Baik dok terimakasih, saya permisi" pamit Miko
Setelah kepergian mereka, dokter itu menatap Azly prihatin gadis cantik itu harus sudah merasakan sakit diumur nya yang masih cukup muda. dokter itu belum tau derita apa yang di hidap Azly dalam hidup nya kini.
Sesampai nya di rumah nenek, Azly langsung masuk ke dalam kamar nya menumpahkan buliran. bening yang sedari tadi ia tahan
"Ya Allah mengapa cobaan yang kau berikan pada ku seberat ini. apa salah ku selama ini aku sungguh tak sanggup menerima ujian yang kau berikan ini Hiks Hiks Hiks" ucap Azly dengan tangis nya
"Kau menguji ku dengan rumah tangga ku yang hancur, lalu kau berikan aku penyakit mematikan ini ya Allah aku sungguh tak sanggup hiks" tambah Azly di sela tangis nya
"Ibu ayah Ly rindu kalian, Azly tak sanggup Ly tak sekuat yang orang lain pikirkan" kata Azly lagi
Disaat tengah menangis wanita itu mengalami mimisan lagi, dan di susul dengan perut nya yang mual
__ADS_1
Seharian ia hanya di dalam kamar tak ada niat untuk keluar, apa lagi untuk memberitahu penyakit nya pada ayah dan ibu.
"Aku yakin setelah kau mengetahui penyakit ku ini, kau akan segera menceraikan ku" ucap Azly lirih
Di SMA Unggul Sakti kini anak-anak kelas 12 telah selesai melakukan UAS. semua berkumpul di tengah lapangan untuk mendengar kan informasi yang akan di beritahukan.
Termasuk Bahram beserta teman-teman nya
"Baik lah anak-anak ini informasi untuk kalian hari ini adalah hari terakhir kalian UAS. dua bulan lagi kalian akan melakukan ujian nasional. untuk satu minggu ke depan kalian akan diliburkan setelah itu, akan kembali masuk dan melakukan kegiatan belajar seperti biasa. persiapan untuk ujian nasional kalian besok" pak Pir menjelaskan
"Asikk bisa ke puncak dulu nih kita"
"Waah, bisa pulang kampung dulu nih"
Tanggapan beberapa siswa, mengenai libur ini.
Setelah informasi selesai di beritahukan, semua siswa bubar untuk kembali ke rumah masing-masing
"Bro gue mau bicara" ucap Iqbal tiba-tiba
"Apaan cepat gue mau pulang" ucap Bahram cuek
"Sorry nih ya sebelum nya, bukan maksud gue untuk ikut campur. mending lo tinggalin aja tuh si Sania cewek gak bener begitu buat lo jadi suami durhaka" kata Iqbal to the point
"Ntah lah gue masih bingung dengan perasaan gue sendiri" jawab Bahram jujur
"Pesan gue genggam sebelum hilang bro" kata James bijak sembari menepuk pundak sahabat nya itu dan berlalu pergi
Bahram hanya diam, dan berlalu menuju mobil. hari ini Ia sedang malas untuk bertemu Sania. ia lebih memilih untuk pulang ke Mansion.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa
Like
Vote
komen
__ADS_1
terimakasih sudah mampir😘
Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️