Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Mulai Terbiasa


__ADS_3

🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"Setelah itu kau pergilah sejauh mungkin, karena aku akan menikahi Sania dia mengandung anak ku sekarang" kata Bahram santai


"Apa, yang benar saja kau aku ini masih istri sah mu Bahram. tega sekali kau menghancurkan aku seperti ini hiks" ucap Azky


"Apa masalah mu, lagian kau sendiri tau hubungan ini tak di dasari oleh cinta, bukan? sudah lah sebentar lagi aku akan menikah. kau urus saja hidup mu pergi sejauh mungkin" ketus Bahram


"Satu lagi kami akan segera memiliki anak, ku harap kau tak akan menghancurkan kebahagiaan kami" kata Bahram


"Bagaimana jika aku juga sedang, mengandung anak, mu?" ucap Azly serius


"Kau dengar ya, bila kau mengandung anak ku sekalipun aku tak akan menganggap anak itu ada. jika dia lahir dari wanita seperti mu, wanita penyakitan seperti mu. buat susah saja" bentak Bahram


Dug, jantung Azly berdetak sakit mendengar ucapan suami nya itu.


Azly tersenyum miris, sambil mengelus perut rata nya. bagaimana tidak suami nya mengatakan itu di depan calon bayi mereka.


Bahram keluar begitu saja, tampa memperdulikan Azly


"Sayang mama janji, bakal ngejaga kamu semampu dan sepenuh jiwa raga mama. maafkan mama kalo. kemarin sempat tak menginginkan mu, sekarang kita hanya berdua bantu mama ya. kamu yang sehat di dalam" ucap Azly dengan buliran bening di pipi nya sambil mengelus perut rata nya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak terasa satu Minggu sudah berlalu, kini Azly sudah bisa menerima keadaan walau masih sangat terpukul. tapi bagaimana pun ia harus tetap menjalani hidup, apa lagi akan ada bayi yang akan menemani nya.


Pak Yansen dan mama Lely sudah kembali ke Jerman, keadaan pria paruh baya itu kembali memburuk. setelah kepergian almarhum Brata Sahabat nya, jadi ia harus kembali mendapat perawatan intensif.


Setahu meraka Azly kini tinggal di Mansion, tapi nyata nya wanita cantik itu tetap tinggal di rumah peninggalan orang tua nya. bagaimana tidak suami nya sendiri saja tak mengajak nya untuk pulang, dan Azly sendiri sudah tak mengharapkan itu lagi sungguh perih perkataan serta perbuatan Bahram pada nya. Ia mengingat perkataan Bahram terakhir ia meminta Azly untuk tidak mengganggu nya.


Ueeek! ueeek!


"Aduh sayang kok rewel sih jangan gini dong, mama kan harus sekolah" ucap Azly berbicara pada calon bayi nya itu


"Kamu mau minum, susu? maaf ya belakangan ini mama suka bikin kamu capek. sekarang mama bikin susu dulu" kata Azly


Azly menuruni tangga, dapur tampak sepi biasa nya terlihat sang almarhum ibu nya tengah menyiapkan sarapan di sana, kini tinggal ia sendiri. sedangkan para pelayan tengah mengerjakan pekerjaan nya masing-masing.


"Bu, Ibu ada disini gak temenin Ly ya buat susu untuk cucu ibu nih, rewel banget udah tau Ly mau sekolah" adu Azly


"Tuh jangan rewel ya anak baik, nanti di omelin sama oma lo. mama aja gak tahan kalo oma udah ngomel tuh kaya pake toak hi-hi-hi" ucap Azly pada calon anak nya itu tertawa sendiri


"Nih kita sarapan dulu ya, biar kamu tambah sehat tapi janji nanti di sekolah kita harus akur jangan rewel" ucap Azly sembari meminum susu hamil rasa coklat


Setelah sarapan Azly berangkat ke sekolah, kini, ia menggunakan mobil milik mamah nya. agar ia selalu merasa di dekat sang mama.


Ia masuk sekolah setelah satu minggu libur, dan hari ini adalah waktu nya kelas 12 ujian.


Sementara di Mansion Bahram tengah bersiap, menggunakan dasi nya menghadap cermin, ia membayangkan sebentar lagi akan ada Sania yang menemani nya.

__ADS_1


"Sebentar lagi aku akan menikah dengan, Sania tapi kenapa tak ada raya bahagia atau apa gitu ya, kok jadi ragu gini" gumam Bahram


"Ah mungkin karena, aku terlalu eksaited" ucap Bahram lagi


Bahram pun sudah selesai dengan, seragam nya lalu ia turun menuju meja makan untuk sarapan, lalu ia di kejutkan dengan kedatangan Sania


"Selamat pagi calon suami ku muaaah" ucap


Sania manja


"Loh, kok disini kapan datang, nya?" tanya Bahram kaget


"Is kenapa sih gak boleh ya, kan sebentar lagi ini akan menjadi rumah ku juga" ucap Sania percaya diri


"Bukan begitu sudah lah, ayo sarapan" ajak Bahram


Pelayan melihat Sania dengan, tatapan tak suka. wanita itu tampak ada niat tak baik Untuk keluarga ini.


"Apa sih tu cewek gatel banget"


"Iya nih, bisa-bisa nya den Bahram mau sama nyamuk itu"


"Kalo aku sih lebih setuju dia sama non Azly ya" bisik-bisik para pelayan di Mansion itu.


Setelah sarapan Bahram langsung melenggang keluar menuju mobil nya untuk berangkat Sekolah.


"Sayang mana jatah bulanan buat aku" rengek Sania


"Oh jadi sekarang kamu perhitungan nih sama aku, kau tau uang itu aku pakai untuk cek kehamilan, ke salon dan berbelanja kemarin. uang segitu cukup apa sih" ucap Sania marah


"Terserahlah aku mau berangkat" ucap Bahram meninggal kan wanita itu


"Bahraaaam! awas kau ya berani nya ninggalin aku disini" teriak Sania kesal melihat para pelayan menertawakan nya


"Awas ya kalian kalo gue, udah nikah sama Bahram gue pecat lo semua" ancam Sania sembari memasuki mobil milik nya dan berlalu pergi


Sementara di sekolah SMA Unggul Sakti para siswa tengah, sibuk ke kantin untuk sarapan pagi


"Kok Azly belom datang, ya?" tanya mita


"Paling sebentar lagi" ucap Cindy


"Guys kita harus bisa ngehibur Azly, gue kasihan banget sama kisah sahabat gue satu itu" saran Veronika


"Iya lo benar, kita ajak ke kolam renang aja nanti yuk" ajak Cindy


"Boleh tuh, tumben otak lo pinter" kata Mita


Sementara itu Azly sudah berada di parkir, ia sampai berbarengan dengan Bahram tapi ia seolah tak melihat pria itu.

__ADS_1


"Sayang kita sampai, ingat ya janji kamu sama oma tadi jangan nakal awas kalo rewel mama aduin lagi sama oma" ancam Azly pada calon bayi nya itu


"Iya mama cantik enggak kok adek gak rewel lagi" ucap Azly sambil meniru suara anak kecil


Azly pun turun dari mobil duluan sebelum Bahram melihat nya, itu akan membuat nya semakin sakit.


Bahram tak sengaja melihat Azly turun dari mobil, ia menatap Azly heran


"Tumben tuh cewek pake mobil" gumam Bahram


Bahram langsung memasuki kelas untuk melakukan ujian, pagi itu jadwal adalah mata pelajaran bahasa Inggris. tentu tak sulit bagi Bahram yang sangat pasih bahasa itu.


Setelah beberapa jam waktu nya istirahat, Bahram beserta sahabat nya berjalan ke arah kantin.


"Sayang udah makan, ya?" tanya Iqbal pada Mita


"Udah kok kak, gak usah panggil gitu ngapa malu tau" kata Mita


"Iya lo berdua mah, gak mandang sekitar lagi" ucap Cindy


"Yee lo sirik ajak sih" kata Iqbal


"Ets, tenang ada babang james buat lo Bal jangan sesekali lo ngomong gitu lagi. nih ade gue nih calon bebeb Cindy" ucap James percaya diri


"Ogah" celetuk Cindy


Membuat para sahabat mereka, tertawa terbahak-bahak termasuk Bahram tapi tidak untuk Azly wanita itu hanya menarik ujung bibir nya tipis.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa


Like


Vote


komen

__ADS_1


terimakasih sudah mampir😘


Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️


__ADS_2