
Bu Santi mengingat anak gadis nya itu dengan sedih, baru saja ia pulang dari luar dan melihat alasan anak nya menjadi seperti ini
Wanita paruh baya itu tadi baru, pulang berbelanja bersama teman-teman arisan nya, Lalu tak sengaja melihat Bahram di mall bersama seorang wanita, yang bergelayut manja di lengan nya.
Flashback
"Bahram" seru bu Santi
Bu Santi berjalan mendekati Bahram, mata nya tertuju pada sosok wanita yang berada di samping menantu nya itu.
"A-apa-apaan ini, siapa wanita ini dan mana Azly" tambah bu Santi
"Sayang, siapa wanita tua ini, apakah dia ibu dari wanita kampung itu" ucap Sania manja
"Siapa yang kau maksud wanita kampung nona" ucap Ibu Santi menahan amarah nya
"hah, Siapa lagi kalo bukan wanita yang Anda tanyakan tadi" ucap Sania sinis
Bahram melihat itu sontak ia terkaget, wajah nya pucat seketika. bagaimana tidak ibu mertua nya memergoki ia dengan kekasih nya itu
Bukan nya tak ingin menjawab, bahkan ia tak Tahu harus menjawab apa, lebih tepat nya ia tak tau dimana istri nya kini berada.
"Kenapa kau diam Bahram, apa maksud dari semua ini" desak wanita paruh baya itu
"Heh orang tua, sudah jelas jawaban nya ada di depan mata. masih saja bertanya kau buta atau apa," ucap Sania tak kalah sengit
Tampa menjawab Bahram menarik, tangan Sania untuk pergi. tubuh nya seketika membeku tak dan otak nya seolah tak berfungsi.
Melihat kepergian dua orang itu, bu Santi memijit kepala nya pusing. Sania tersenyum Menang
Flashback of
Wanita paruh baya itu, mengingat kasihan pada anak gadis nya itu. karena keegoisan ke dua orang tua nya lah Azly jadi begini pikir nya.
Ibu Santi📞
"Biarlah anak itu di sana bu, dia perlu waktu untuk menenangkan hati dan pikiran nya." ucap bu Santi lirih
^^^Nenek Minah📞^^^
^^^"Ya sudah ibu matikan dulu, mau membuat kan cucu ku itu Teh hangat. ku lihat dia lagi kurang sehat sekarang" kata Nek Minah^^^
Ibu Santi📞
"Ya ampun anak ku sakit, aku titipkan dia pada mu dulu ya bu. ini bukan saat yang tepat untuk aku berbicara pada nya" jelas ibu Santi
__ADS_1
Setelah mematikan telepon, nek Minah langsung ke dapur membuatkan Azly teh. di pikirannya penuh tanda tanya, namun ia urungkan bertanya biarlah Azly beristirahat dan menenangkan diri lebih dulu.
Kini Bahram sudah berada di apartemen Sania, setelah kejadian di Mall tadi Bahram merasa tak tenang. ada rasa tak enak di hati nya, tapi jika sudah teringat dengan Sania pikiran itu pun seketika hilang, wanita itu seolah menghipnotis Bahram.
Sedari pulang tadi Sania tampak, menampakan senyum nya lebar, akhir nya pertunjukan yang ia inginkan akan segera tayang pikir nya.
"Aku mau pulang dulu, kau beristirahat lah" kata Bahram sembari mengusap kepala Sania
"Kenapa cepat-cepat pulang sih, aku masih mau berduaan sama kamu sayang ih" rengek Sania
"Badan ku sedang tak enak, lagian hari sudah sore aku ingin beristirahat besok masih ada ujian" jelas Bahram
"Ya sudah kamu juga istirahat ya, makasih buat hari ini" ucap Sania sambil mendekatkan bibir nya ke pria itu
Mereka pun melakukan ciuman, yang sangat dalam tangan Bahram tak kuasa menahan untuk tidak menyentuh bola bulat itu, ia pun meremas yang membuat Sania mengeluarkan suara-suara ******* untuk. memancing gairah pria itu, tapi sekuat tenaga Bahram menahan nya tetap saja lepas kendali
"Ayo sayang kenapa kau selalu menolak" goda Sania sembari membuka resleting celana Bahram
"Kau menantang ku, lihat lah bagai mana aku akan membuat mu tak berdaya" ucap Bahram dengan suara larau nya
Sebelum itu Bahram memakai kon*** lebih dulu, biar bagaimana pun ia harus tetap waspada, awal nya ia kaget kenapa rasa nya berbeda dengan sang istri Azly. walaupun sebelum nya Bahram sendiri sudah tahu, jika Suren tak lagi Virgin. alasan wanita itu ia pernah diperkosa waktu masih tinggal di Jepang, karena Bahram sangat mencintai nya. dengan bodoh nya Bahram percaya begitu saja.
"Sayang kenapa harus pakai itu, apakah kau tak mau aku mengandung anak mu" selidik Sania
"Bukan begitu, aku masih sekolah Sania banyak yang harus aku pikirkan" elak nya
Setelah mereka sudah berbarengan sampai puncak, akhir nya tumbang di atas ranjang itu.
"Kenapa rasa nya beda sekali" gumam Bahram
"Apa, sayang?" tanya Sania
Bahram hanya menggelengkan kepala lalu mengambil baju nya yang berserakan, dan bersiap untuk pulang.
Azly kini tengah termenung ntah apa yang akan, ia lakukan setelah ini ia tak mau makan Bahkan teh yang di buatkan oleh nenek tak di sentuh nya, Tiba-tiba hidung nya kembali Mengeluarkan darah, ntah apa yang terjadi Pada nya akhir-akhir ini.
"Di usia pernikahan kami yang baru berumur 2 bulan aku harus merasakan pahit nya, ujian ranah rumah tangga" ucap Alzy dalam hati
Tak lama ada nomor yang ia kenali mengirim semua rekaman suara, sepasang kekasih tengah memadu kasih. saat itu juga Azly membanting HP nya, sakit di hati dan telinga ia mendengar itu.
Sania sengaja merekam suara mereka saat berhubungan tadi, setelah nya ia kirim pada Azly. tujuan nya untuk membuat wanita itu menjadi stres.
Prankk!
"Dasar lelaki bangs*t, laknat kau yang tak cukup dengan satu wanita. doyan nya coblos sana sini. sialan kau Bahram hiks hiks hiks" tangis Azly pecah
__ADS_1
"Aku sudah berjanji tak ada lagi air mata untuk mu, tapi kau memberiku pukulan begini. jahat kau bahram aku benci kau hiks hiks" teriak Alzy lagi
"Aku tak akan hancur begitu saja Sania dasar wanita Ja****" umpat Azly dengan tangis nya
Membuat Miko dan nenek menjadi kaget dan Khawatir dengan kondisi wanita itu, nenek masuk dan melihat kondisi Alzy yang sudah berantakan
"Kak apa yang terjadi, kakak kenapa begitu" tanya Miko prihatin
"Azly sebenernya apa yang terjadi, cerita pada nenek" ucap lembut nek Minah
"Ly, hancur nek gara-gara dia hiks hiks hiks" tangis Azly di pelukan sang nenek
"Tenangkan diri mu dulu habis itu cerita sama nenek ya sayang, ayo kita keluar kamar mu berantakan sekali nanti kamu kena pecahan Vas bunga ini" ajak nek Minah
Setelah tenang Azly menceritakan permasalah nya pada nenek, awal nya ia tak mau tapi sudah tak sanggup untuk menyimpan nya sendiri.
Al hasil ada sedikit rasa lega di hati wanita itu setelah menceritakan pada sang nenek.
Tak lama hidung Azly kembali mengeluarkan darah, tapi cepat iya hilangkan
"Aku akan cek ke dokter besok pagi" ucap Alzy dalam hati
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa
Like
Vote
komen
terimakasih sudah mampir😘
__ADS_1
Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️