Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Bukan Anak Mu (Bahram)


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂


Mr Carl tengah menyusun rencana, bagaimana cara nya agar mempercepat kematian pak Yansen, pria tua itu sangat dendam pada keluarga Nugraha Perkasa, bagi nya keluarga itu adalah penyebab kesuraman nya waktu dulu.


Berdering...


Mama Lely📞


"Halo" ucap mama Lely


^^^Mr Carl📞^^^


^^^"Halo nyonya Lely calon besan ku" kata Mr Carl^^^


Mama Lely📞


"Apa maksud mu tuan" tanya wanita paruh baya itu


^^^Mr Carl📞^^^


^^^"Maaf nyonya aku kembali menelpon, ada sesuatu yang lupa aku sampaikan tadi. langsung saja ya kita sendiri tau jika putra mu berhubungan dengan Putri cantik ku." kata Mr Carl^^^


Mama Lely📞


"Lalu" tanya mama Lely jengah


^^^Mr Carl📞^^^


^^^"Sabar nyonya, ya kini putri ku tengah mengandung cucu kita. ku rasa kau sudah mengerti maksud nya, dan aku akan meminta pertanggung jawaban itu dari Bahram. jika tidak bagaimana nasip putri ku" jelas Mr Carl sok sedih^^^


Mama Lely📞


"Tidak! hey kau dengar ya anak mu itu adalah seorang ja****, bagaimana bisa kau menyimpulkan itu adalah perbuatan putra ku bisa saja itu adalah benih dari ntah pria mana yang sudah meniduri nya" ucap mam Lely menggebu


Wanita paruh baya itu mematikan telepon nya begitu saja, sungguh ia tak Terima dengan berita yang baru saja ia dengar


Ia menceritakan itu semua pada suami nya Pak Yansen. sontak pria itu emosi tak karuan mencari nomor Bahram, iya mencoba beberapa kali menelpon nomor itu walau tak ada jawaban


"Dasar wanita ja**** sama saja kau dengan ayah mu bajingan" umpat pak Yansen


Hari sudah menunjukan pukul 13.00 siang


Setelah pulang sekolah kini Azly, tengah menuju ke arah rumah sakit. tubuh nya sangat lemas, ia menahan sakit di tubuh nya dengan tak memakan obat, takut terjadi apa-apa dengan sang buah hati.


Sesampai nya ia di rumah sakit, Alzy langsung mencari dokter spesialis penyakit nya itu.


Setelah mendapat nomor antrian Azly langsung memasuki ruang dokter itu.


Tok!


tok!


tok!


"Permisi dokter" ucap Azly

__ADS_1


"Ya silah, Azly kamu nona Azly, kan?" tanya dokter Ricky, dokter yang menangani Alzy waktu di kampung waktu itu


"Dokter Ricky ya, ya ampun gak nyangka banget ketemu disini dokter, ngapain? eh maksud saya pindah tugas, ya?" tanya Azly


"Tidak nona, saya memang bertugas disini di tempat kemarin saya hanya menggantikan tugas teman saya" jelas dokter Itu


Azly hanya be oh, ia merasa sedikit lega dokter yang akan menangani nya ialah dokter yang sudah paham dengan kondisi nya.


"Lantas apa anda ingin kontrol atau, apa?" tanya dokter Ricky


"Iya dok saya ingin mengecek kesehatan, serta kandungan ku" jelas Azly


Dokter itu langsung menjalankan tugas, memeriksa kondisi pasien. wajah nya berubah seketika deteksi menunjukan bahwa penyakit itu sudah cukup parah. akibat Azly lalai meminum obat nya.


"Nona apa kau tak meminum rutin obat yang ku, berikan?" tanya dokter Ricky


Azly menggelengkan kepala nya, melihat itu dokter Ricky menarik nafas nya dalam. tak habis fikir apa yang membuat wanita itu tak memakan obat, apa dia tak sayang nyawa pikir nya.


"Apa masalah mu tak mau memakan obat itu, apa kau tak mau, sembuh?" tanya dokter itu marah


"Dok jika aku makan obat, itu akan berdampak pada kandungan ku. aku tak ingin dia kenapa-napa" lirih Azly


"Nona disini saya jelaskan penyakit mu ini, bukan hal sepele jika kau tak memakan obat dan penyakit itu sudah menguasai. akan ada pilihan. yaitu menyelamatkan anda atau kandungan itu" ucap dokter Ricky memberi pengertian


"Jika harus memilih aku akan memilih nya dok, biarpun keselamatan ku adalah jaminan nya" ucap Azly


"Huf, mana keluarga anda, nona? apa ibu mu tak menemani mu hari ini. lalu kemana suami mu kenapa kau, sendirian? aku harus berbicara pada mereka" kta dokter Ricky


Azly hanya diam perkataan dokter itu membuat Azly tersentil. bagaimana tidak orang yang di tanjakan pria itu sudah tak ada lagi di sisi nya


"Ibu dan ayah ku sudah meninggal satu minggu lalu hiks hiks, dan suami ku" kata Azly menggantung.


"Apa! kau serius, nona? bagaimana bisa" tanya dokter Ricky kaget


"Mereka kecelakaan waktu ingin pulang ke sini dan kini aku sendirian maka nya aku sangat menjaga anak ini agar aku tak sendiri lagi hiks hiks hiks" tangis Azly pecah di ruangan kedao suara itu


"Nona tenang lah, aku akan membantu sebisa ku untuk kesembuhan mu dan mempertahankan anak ini" ucap dokter itu iba


"Maaf nona kalo boleh tau kemana suami, anda?" tanya dokter itu


"Aku adalah seorang istri yang tak di inginkan, ia lebih memilih wanita lain yang di katakan masa lalu nya" ucap Azly dengan mata yang berembun


Dokter Ricky tersentak kaget, tak di sangka nya nasib remaja ini sungguh malang. ia semakin bersimpatik dengan kekuatan yang Azly miliki, dan semakin kagum jarang-jarang jaman sekarang ada seorang gadis yang punya mental sekuat Azly. mampu menjalani keseharian di balik kisah sedih yang ia hadapi.


"Kau wanita istimewa nona" ucap dokter itu dalam hati


"Baik lah aku akan memberi resep obat yang aku buatkan khusus untuk mu, agar kau bisa memakan obat serta menjaga kandungan mu ini" ucap dokter Ricky perhatian


"Terimakasih dok, kalo begitu saya permisi dulu. dan panggil saja aku Azly karena aku masih kecil" ucap Azly dengan wajah polos nya


"Gemas banget sih" kata dokter Ricky tak sadar.


"Apa, dok?" tanya Azly


"Eh tidak-tidak maksud ku jangan lupa makan obat mu. setelah itu kau harus melakukan beberapa tahapan untuk kesembuhan mu itu" elak dokter itu

__ADS_1


"Ehem boleh ku minta nomor mu Azly, biar kalo kau membutuhkan jasa ku. kau bisa langsung menghubungi ku" kilah dokter Ricky


Setelah Azly memberikan nomor handphone nya pada dokter, ia pamit keluar Azly langsung membawa mobil menuju rumah mewah nya. ia masih memikirkan mengenai perkataan dokter tadi.


"Sayang, jika mama harus memilih lebih baik kau yang harus selamat. kau harus merasakan keindahan dunia, opa dan oma Lely pasti akan mengurus mu dengan baik" ucap Azly sambil mengelus perut rata nya.


Disisi lain pak Yansen tengah menelpon Bahram, berharap putra semata wayang nya itu dapat cepat sadar sebelum terlambat.


Berdering...


Pak Yansen📞


"Apa kau tak curiga, jika anak itu bukan lah darah daging, mu? berpikir pintar lah Bahram kau harus bisa menerima kenyataan kalo wanita ja**** itu melakukan nya bukan sama mu saja" kata pak Yansen


^^^Bahram📞^^^


^^^"Aku tau Sania pah, dan keputusan ku sudah bulat aku akan segera menikahi Sania. lalu segera menceraikan Azly" jawab Bahram yakin^^^


Pak Yansen📞


"Sungguh keterlaluan kau Bahram, apa kau tak merasa bersalah telah memperlakukan istri mu seperti ini, hah? papa tak pernah mengajarkan mu menjadi lelaki bajingan seperti ini" kata pak Yansen


Pak Yansen📞


"Jika kau masih memilih wanita itu, aku pastikan kau tak akan menerima Warisan dari ku sepeser pun. dan aku yakin bayi yang ia kandung bukan lah anak mu Bahram. jangan kau anggap aku ini papa mu lagi jika kau masih memilih ja**** itu" ucap pria paruh baya itu penuh penekanan


^^^Bahram📞^^^


^^^"Baik lah pah, untuk pertama kali nya aku akan melawan mu sekali ini aku sungguh yakin pilihan ku telah benar, aku tak perduli dengan warisan itu aku yakin Sania pasti akan menerima ku apa ada nya" jawab Bahram yakin^^^


"Dasar anak bodoh" pekik pak Yansen setelah memutuskan telepon.


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa


Like


Vote


komen


terimakasih sudah mampir😘

__ADS_1


Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️


__ADS_2