
"Sania! kau tak, apa-apa? maafkan aku mari
ku bantu duduk lah dulu aku ambilkan minum" kata Bahram
Melihat itu Sania tersenyum menang
"Sungguh pria bodoh" gumam Sania dengan senyum sinis nya
"Kau tak apa, sayang? apa perut mu sakit" tanya Bahram khawatir.
Sania mengangguk kan kepala nya senyum, melihat Bahram perhatian dan menciumi perut. datar wanita itu.
Pak Brata dan ibu Santi tengah menikmati, perjalanan mereka, kini mobil itu sudah sampai di perbatasan jakarta, Mobil berjalan santai.
"Yah, ibu takut Azly kenapa-kenapa seharus nya kita. membawa nya pulang tadi" Ucap bu Santi
"Tenanglah, dia anak yang kuat biarkan lah dulu ia memenangkan diri. itu baik untuk kesehatan nya, ditambah lagi udara di sana masih sangat bersih." kata pak Brata menenangkan
"Sungguh tega Bahram membuat anak ku seperti ini, apa kita jahat yah sudah menjerumuskan anak kita sendiri ke sumur penderitaan hiks" kata wanita paruh baya itu
"Sudah lah bu, tak ada yang salah ini adalah takdir Tuhan. yakin lah ini memang ujian rumah tangga untuk mereka" ucap pak Brata menenangkan
"Yah jangan tinggalin ibu ya, kemana pun kamu pergi biarkan ibu menemani mu." ucap bu Santi penuh sayang
"Kamu ngomong apa sih, siapa yang mau pergi orang seharian ini aku kau mengurung mu di kamar sampai kamu gak bisa jalan" goda pria paruh baya itu
Akhir nya mereka berdua tertawa bersama, menikmati waktu berdua dengan sesekali menceritakan kisah muda mereka dulu.
Hingga akhir nya terdekat suara benturan keras. mobil mereka terhuyung ke arah kanan tol.
Mobil itu mengalami kecelakaan, karena tabrakan dari sebuah mobil fuso yang bermuatan dua puluh ton, dengan kecepatan tinggi yang mengalami rem blong. membuat mobil berputar tiga kali. ke arah berlawanan sampai akhir nya, mobil itu menabrak dinding tol hingga terbalik dan meledak
"Aaaaa, apa yang terjadi yah" teriak bu Santi panik
"Ya allah, Allah Allah Allah" ucap pak Brata yang berusaha mengendalikan mobil itu
Brakk! Brak! Duarrr!
Naas mobil mereka sudah terhuyung, akibat benturan keras dari belakang. keadaan dua paruh baya itu sangat mengenaskan, dengan kepala berucuran darah, tapi aneh dua jasad mereka di temukan. dengan posisi saling memeluk satu sama lain.
Berita kecelakaan mereka pun, dengan cepat tersebar luas termasuk ke Jerman tempat pak Yansen kini Berada.
Pak Yansen serta mama Lely tengah berada di dalam kamar, mereka baru tiba dari rumah sakit untuk mengontrol serta melakukan temoterapi pak Yansen.
Prankk!!
Bu Lely menjatuhkan segelas air teh, yang ia pegang sangat shok melihat breaking news yang baru saja beredar.
"Ya Tuhan, apa ini nyata gak mungkin, baru satu jam yang lalu Santi menelpon ku hiks hiks." ucap mama Lely tak percaya
"Mah apa yang terjadi, liat tuh kau memecahkan gelas cepat panggil pelayan nanti kena kaki mu" ucap pak Brata kaget mendengar pecahan gelas di lantai.
__ADS_1
"Pah liat ini" ucap wanita paruh baya itu berlari ke arah sang suami
Pak Yansen pun segera membaca berita, dan amat terkejut. setelah itu ia segera menghubungi anak buah nya yang berada, di Indonesia tapi keduluan ia di telepon lebih dulu.
Pak Yansen📞
"Berita apa yang ingin kau sampai kan cepat" celetuk pria paruh baya itu
^^^Anak buah📞^^^
^^^"Saya ingin memberi tahu kan berita kemalangan, yang terjadi pada besan anda tuan. mereka kecelakaan di tol perbatasan jakarta dan Jawa kini kedua, korban telah meninggal dunia." jelas pria itu^^^
Pak Yansen📞
"Apa jadi berita itu benar, Kau urus pemakaian besan ku itu dengan baik aku akan segera terbang sekarang" perintah pak Yansen
^^^Anak buah📞^^^
^^^"Baik tuan saya matikan dulu" ucap pria itu^^^
Tutt.
Setelah mengetahui kebenaran berita itu, pak Yansen dan sang istri segera terbang menuju ke indonesia. menggunakan helikopter pribadi milik nya.
Sedangkan Bahram kini tengah berada di dalam Lift karyawan, karena lift khusus petinggi tengah rusak. ia mendengar bisik-biak karyawan membicarakan pemberitaan yang tengah hangat hari ini.
"Kasihan banget ya, mana mereka itu orang baik tau. kasihan juga anak gadis nya sekarang menjadi yatim piatu"
"Bener ya, kekuasaan dan kekayaan tidak menjadi penghalang. untuk kita kembali ke sang Pencipta kapan saja"
Bisik-bisik para karyawan, mereka juga merasa kehilangan walau tak mengenal dua paruh baya itu, tapi siapa yang tak mengenal kebaikan mereka sewaktu masih hidup.
Mendengar itu Bahram penasaran, tentang siapa yang di bicarakan mereka, lantas ia Merogoh ponsel nya dan membulatkan mata setelah membaca berita itu.
"Apa benar ini" gumam Bahram terkejut bukan main. bagaimana tidak orang itu adalah, mertua nya sendiri. pikiran Bahram langsung tertuju pada Azly, wanita yang sudah mau satu minggu ini ia buang.
Lantas Bahram langsung menuju ke arah apartemen Sania. karena mereka memang sudah janji untuk makan siang bersama.
"Telah terjadi kecelakaan siang ini yang di karenakan, tertabrak oleh sebuah truk tronton dua korban meninggal Dunia ditempat. korban nya ialah seroang pengusaha nomor dua di dunia beserta istri tercinta nya. mereka ialah CEO Brata dan nyonya Santi anindita." begitu lah bunyi berita yang tersebar luas di berita handphone, maupun siaran TV.
Sesampai nya Bahram di apartemen wanita itu, Sania langsung menyambut nya seperti biasa.
"Apa kau sudah tau kalo mertua mu itu sudah mati" ucap Sania tampa dosa
Mendengar perkataan Sania ntah, mengapa Bahram merasa tak Terima, tapi ia hanya diam pikiran nya hanya tertuju pada Azly.
Sementara itu di gazebo samping rumah nek Minah, Azly tengah memakan rujak buah mangga muda yang ia suruh Miko mencari nya tadi. ia memakan rujak mangga muda itu tampa merasa asam sedikit pun.
"Pelan-pelan Azly, nanti tersedak minum dulu" ucap nek Minah
"Enggak kok nek, ini enak banget nanti Ly mau beli lagi. di tambah kuah kacang yang di buat kan ibu tadi tambah mantap" ucap Azly dengan mulut nya yang penuh
__ADS_1
"Mbak yang makan kok aku yang keasaman sih" kata miko sambil menelan air liur nya
"Eh gak Asam tau, nih coba aja" kata Azly sambil menyodorkan mangga muda itu
Sontak Miko langsung menjauh, melihat nya saja sudah membuat air liur nya menggumpal. apa lagi untuk memakan nya. memang mangga yang Miko beli langsung dari pohon nya tadi adalah putik yang baru saja membesar. wajar saja kalau rasa nya sangat masam, tapi tidak bagi orang yang mengidam seperti Azly
"Kok aku jadi kepikiran ibu dan ayah ya, Miko coba telpon mereka dong" ucap Azly sambil menjilati jari nya yang di penuhi dengan kuah kacang itu
"Mbak telpon aja sendiri gak liat nih Miko lagi mabar" kata anak itu
"Kau ini udah tau HP mbak rusak, cepat lah nanti mbak traktir lagi" kata Azly
"Is iya-iya janji ya" kata Miko sembari mencari aplikasi berwarna hijau
Tak lama wajah anak itu berubah seketika, melihat notifikasi masuk dari berbagai aplikasi. informasi tentang kecelakaan yang memakan dua korban yang ia kenali serta foto korban.
Miko langsung menjatuhkan HP milik nya begitu saja.
"Kenapa sih mik kaya liat hantu aja" ucap Azly sembari mengambil HP Miko
Dug!
"A-apa ini gak mungkin gak mungkin ini ibu dan Ayah ini pasti salah" ucap Azly memaksakan senyum nya.
"Azly sayang kau sabar lah nak, Tuhan lebih sayang sama mereka hiks" kata nek Minah menenangkan setelah ia membaca berita itu
"Gak mungkin, ibu ayah kenapa jadi begini kenapa. kalian ninggalin Ly sendiri gimana cara nya aku bisa hadapin ini semua sendiri hiks hiks hiks, ibu ayah kembali lah tolong bawa Azly hiks hiks" teriak Azly sambil terisak tangis
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa
Like
Vote
komen
terimakasih sudah mampir😘
__ADS_1
Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️