Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Acara Sekolah


__ADS_3

Saat Azly sudah berada si depan gerbang sekolah.


"Azly!" panggil seorang pria


Azly menoleh dan terkaget, melihat siapa yang berjalan mendekat ke arah nya kini. seseorang yang sudah mengisi hidup nya selama dua tahun. sebelum pria itu meninggal nya disaat Aniversary mereka yang ke 2 tahun, mereka berpacaran disaat kelas tiga SMP.


"Azly aku kangen, senang sekali aku bertamu kamu disini" ucap pria itu


"Mau apa lagi lo" cuek Azly berjalan pergi


"Aku kembali untuk mu sayang, aku sungguh merindukan mu" kata pria itu


"Cih, masih berani sekali kau masih menampakan wajah jelek mu itu di hadapan ku" ketus Azly


"Aku punya alasan Hany, dan aku yakin kau pasti masih menunggu ku kan? " ucap Ridho penuh harap


Pria yang sangat ia cintai, dan cinta pertama nya meninggal kan nya tampa alasan, dan tak tau pergi nya


flashback


Azly


"Ridho, kenapa kamu gak masuk sekolah aku kangen dari kemarin kamu sibuk terus" ucap Azly kepada seseorang di sebrang sana


"Aku gak bisa lanjutin hubungan ini lagi, kita sampai disini saja" Ucap Ridho


Tit! Tit! Tit! telepon terputus


"A-apa maksut mu, hallo kenapa di matikan" kata Azly , dan mulai dari situ timpul tanda tanya besar apa yang salah, dan kenapa.


Tampak ada sepasang mata yang memperhatikan mereka


Azly tengah berisap-siap untuk mengisi acara hari ini, ia dan ke-tiga sahabat nya akan tampil hari ini


"Rame sekali ternyata, OMG gue gak salah liat kan ini" kaget Cindy kaget yang mengintip di balik celah pintu


"Apaan sih berisik" kata Azly


"Itu kesini, deh kalian itu benaran Ridho, kan?" tanya Cindy


"Eh iya itu dia, ngapain dia disini ya" tanya mita


Azly yang mendengar itu hanya menarik nafas panjang kasar, kenapa dia datang disaat semua sekarang sudah beda pikir nya.


Bahram dan teman-teman nya duduk, di barisan paling depan,


"Ciee, yang mau liat tunangan tampil" goda Iqbal


"Apaan sih lo, noral lo" ketus Bahram


Akhir nya saat yang di tunggu-tunggu pun tiba, saat nya Azly and gang tampil, seluruh siswa antusias, menyambut mereka


"Apaan sih, kampungan lo semua! kata Suren yang di di teriaki para siswa


Suren pun kesal, mengapa mami papi nya tak kunjung tiba, ia ingin segera membalas Perlakuan yang di buat oleh Azly dan para sahabat nya itu, termasuk kepala Sekolah.

__ADS_1


Musik mulai bergema, dan keluar lah Empat sosok,wanita cantik dengan mengenakan baju. adat jambi plus sirih yang di pegang oleh Azly


tangan lentik mereka, sesuai alunan, musik Membuat orang yang melihat nya, terpada dan kagum.


"Boleh juga ni gadis, kenapa aku ngerasa aneh ya ngeliat semua tatapan orang tertuju kepada nya" gumam bahram dalam hati , memang Azly sangat cantik Khas dengan baju merah yang di kenakan nya, yaitu baju kurung jambi.


Disaat Azly mulai maju menyodorkan Pinang kepada tamu spesial hari ini ia terkaget Melihat papa mertua nya ada di sana dan sedang memperhatikan nya bangga.


Tampilan mereka sungguh memukau hari ini, setelah selesai semua bertepuk tangan untuk mereka, pada saat itu terdengar lah suara tepukan yang paling besar, berasal dari seorang pria tampan


Prok! prok! prok!


semua mata tertuju pada nya terlebih Pak yansen Dan Bahram


Dengan percaya diri nya, Ridho naik keatas panggung dang memberikan sekuntum bunga Mawar merak kepada Azly


dan itu pun tak luput dari pandangan Bahram


"Bedebah, ternyata wanita itu menerima bunga dari pria itu" kesal Bahram


"Ma-makasih" Ucap Alzy ragu karena papa mertua beserta suami nya menatap nya dari bangku mereka


"Syukurlah, semua berjalan lancar, gue takut banget tadi penonton kecewa karena penampilan kita" cemas veronika


"Iya ya, gak nyangka juga bakalan serame tadi" kata mita lagi"Ehem, ciee yang dapet bunga dari mantan"goda Veronika


"Apaan sih, ini tu bukan hal yang baik lagi bagi gue, ini adalah mulai nya masalah besar akan terjadi" kata Azly


"Hm, ia juga lo bener, Ly gimana respon pria itu ketika tau lo sudah menikah" ucap Cindy


Suren tengah menunggu kedatangan ke dua orang tua nya, tak lama terlihat lah mobil sport mewah Ferrari milik sang papi.


"sayang, maaf papi mami sedikit tekat tadi ada kendala sedikit" ucap kedua paruh baya itu


"Ck, ya sudah ayo kita masuk aku sudah tidak sabar mempermalukan orang-orang itu" kata suren geram


Ting! pesan masuk di ponsel genggam Orang tua Suren mengharuskan mereka harus pergi sekarang, ada yang genting di prusahaan


"Suren, mami papi pergi dulu, lain kali kami pasti akan kesini lagi, ada hal penting di perusahaan" kedua paruh baya itu pun pergi


"Aaaagh, kenapa sih kalian selalu mementingkan perusahaan dibanding aku" teriak Suren


Iqbal, Aldo dan james tengah berjalan di aula sekolah dari kejauhan terlihat Bahram yang Mengendap-endap, seperti sedang mengikuti Seseorang.


"Eh itu bukan nya Bahram ga, sih? tanya Aldo


" Mana, eh iya ngapain tu, bocah didepan toilet cewe" jawab james


Dari kejauhan Iqbal melihat Azly yang sedang berbicara dengan seorang pria di balik tembok tempat Bahram berdiri


"Ah sudah lah mungkin, toilet anak cowok lagi penuh kali, ayok lah kita ke tenda lagi masih banyak penampilan-penampilan yang lain" alibi Iqbal


Mereka pun kembali ke lapangan


"Kenapa lo ngindarin gue sih Zly kenapa?" tanya Ridho

__ADS_1


"Lo masih nanya kenapa? hah, pikir pake otak lo" tunjuk Azly berlalu pergi namun, tangan Nya ditarik paksa oleh Ridho, ia ingin memiliki Azly seutuh nya. dan menarik Azly kedalam toilet


"Lepasin gue! mau lo apa sih hah, lepasin!" Teriak Azly


Tolongg!!!


Braakk!!!?!


Bahram menendang pintu toilet dengan wajah yang sudah memerah menarik Azly ke dalam peluk kan nya


"Si-siapa lo? jangan ikut campur!" kata Ridho


"Gak penting siapa gue! yang jelas jangan Pernah sesekali lo, nyentuh dia dengan tangan kotor lo itu" ucap Bahram menggebu


Brugh!! , satu bogem mentan mendarat di bibir Ridho, Pria malang itu langsur tersungkur


"Itu buat lo yang sudah berani menyentuh wanita gue" ucap Bahram yang menarik keluar tangan Azly


"Sitt! gue tandain muka lo, liat aja pembalasan gue, dan wanita, nya? maksud nya apa" pikir Ridho


"lo gak, papa? apa yang sakit? apa dia sudah menyentuh lo? dibagian mana? tanya posesif Bahram


Azly menggeleng dan Memeluk Bahram, ia merasa sangat bersalah. sama suami nya itu karena, kejadian tadi, setetes buliran bening dipipi wanita cantik itu


"Its ok, kita kembali ke lapangan sekarang" ajak Bahram sambil mengelap air mata gadis itu


"Maaf" satu kata dari Azly membuat Bahram tersenyum manis ke pada istri nya itu dan menggeng


Mereka sudah sampai di bawah tenda, acara


Bahram kembali duduk di antar teman-teman nya, begitu pun Azly.


"Dari mana, lo?" tanya James curiga


"Ah itu, gue kebelet tadi, mana toilet penuh" Alibi Bahram


Sementara Azly tengah mengganti baju yang ia kenalan tadi di ruang ganti, ketiga Sahabat Nya sudah mengganti lebih dulu.


"Aaaaah dak Azly pun pingsan di dalam ruang ganti"


Jam sudah menunjukan jam 7 malam, dan beberapa siswa sudah meninggal kan Sekolah


Bahram menghubungi telepon sahabat Azly mita


Berdering


Bhram


"Halo, ini gue Bahram apa Azly bareng, kalian?" tanya nya panik


^^^Mita^^^


^^^"gak ada, tadi kita pulang pake taksi. kita kira Azly bareng lo habis pamit nya mau ganti baju di ruang ganti apa dia belom kembali juga udah jam, segini?"Azly pun ikut panik^^^


"Hal..." telepon pun terputus

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2