
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Bahram baru bangun ia bergegas keluar dari apartemen itu, karena hari ini akan di ada kan Nya ujian UAS sekolah. maka akan masuk agak siang.
"Kau mau kemana, sayang?" tanya sania yang baru keluar dari kamar.
"Aku pulang dulu hari ini ada ujian" kata Bahram sambil mengusap rambut Sania
"Ya sudah setelah itu, cepat ke sini lagi ya kita pergi ke rumah om ku aku akan. mengenalkan nya pada mu" ucap Sania manja
Bahram berlalu keluar dari apartemen itu, ia mengemudikan mobil nya santai. ntah mengapa rasa nya ia malas sekali, jika harus Bertemu dengan Azly
Di Jerman Pak Yansen tengah kontrol ke rumah sakit.
Dokter mengatakan ada banyak, pengobatan yang bisa di tempuh. namun mengingat kangker itu sudah sampai stadium 4 bisa di katakan sudah terlambat.
"Gimana keadaan suami saya dok, apakah masih ada jalan pengobatan untuk kesembuhan, nya?" Tanya mama Lely
"Keadaan tuan Yansen kini mulai membaik dari kemarin, tolong dijaga pola makan dan perbanyak lah istirahat" jelas dokter itu
"Apakan ada Treadmand yang bisa saya jalani dok, untuk penyakit ini" tanya pak Yansen
"Huf, sebenarnya ada tuan cuma saya tidak menyarankan. karena kangker itu kini sudah sampai Stadium empat, akan berakibat fatal untuk tubuh anda. adalah dengan cara Transplantasi tulang sum-sum" jelas dokter William
"Lakukan lah segera dokter, saya sudah tidak sanggup dengan sakit ini" ucap pria paruh baya itu lemas
"Oke, kalo memang itu pilihan anda tuan Stabilkan dulu Kesehatan anda satu minggu ini. jika sudah membaik kita akan segera lakukan" jelas dokter William
"Tuh pah dengerin apa kata dokter, kalo disuruh makan itu jangan nolak biar ada tenaga" omel mama Lely
Bahram kini telah sampai di Mansion, ia melenggang masuk sampai di kamar nya ia tak melihat istri nya itu, awal nya iya tak perduli dan memilih untuk membersihkan diri setelah ia sudah siap, dengan seragam sekolah dan ingin menuju keluar. ia melihat Azly di taman samping rumah
"Tak perlu kau tangisi tenang saja aku akan segera, mengantarkan mu ke rumah orang tua mu" ucap Bahram sembari memasuki mobil
"Aku akan tetap bertahan di sisi mu sebelum kau atau, sifat dan kelakuan mu yang menyuruh ku pergi" gumam Azly
Setelah Bahram pergi Azly pun masuk ke dalam kamar nya, bersiap untuk pergi ke sekolah untuk mengurus kartu perpustakaan nya. ia pergi ditemani Cindy, dua sahabat lain nya tengah ada urusan lain.
Azly mengendarai motor bebek nya dengan pelan, tak lama hari pun berangin disusul petir dan hujan deras.
"Yaah hujan tapi bentar lagi sampai lanjut aja deh" gumam Azly
Setelah beberapa saat, Azly pun tiba di Sekolah Cindy sudah tiba lebih dulu.
"Hay beb sorry telat" sapa Azly
"Hay, lo ya udah tau hujan masih aja bandel terobos" omel Mita
"Azly lo kok basah gitu, nih pake jaket gue aja" tawar Ardi ketua kelas 11A IPA
"Eh gak usah Ar dikit doang ini" tolak sopan Azly berlalu pergi
Dari kejauhan Bahram yang tengah kembali, dari mobil tak sengaja melihat istri nya itu tampak cantik hari ini dengan rambut yang di urai, ia memperhatikan Azly yang tengah berbincang dengan Ardi.
"Hah dasar wanita tak tahu malu" kata Bahram sambil melenggang pergi
Kini Azly tengah berada di kantin, setelah selesai mengurus kartu perpustakaan mereka berdua memilih makan dulu sebelum pulang
"Ly, lo pesen apa" tanya Cindy
"Gue mau soto aja deh minum nya jus jeruk" kata Azly
"Ok gue pesanan, mami soto dua jua jeruk satu sama es teh satu" seru Cindy
__ADS_1
"Oke, cantik ditunggu ya" saut mami kantin
"Gimana keadaan lo, Zly? udah enakan kan" tanya Cindy
"Udah kok ini bukti nya gue ada disini gimana sih" kata Azly
"Berarti udah bisa beberapa ronde, nih ya sama paksu" goda Mita
"Jelas dong, tiap malam malah gak bosen pokok nya" ucap Azly tertawa dengan memegang perut nya
Ketika mereka tengah tertawa, masuk telepon dari mama Lely awal nya ia ragu untuk menjawab telepon itu. tapi ia pikir tak mau membuat sang mertua curiga.
mama 📞
"Halo Azly menantu kesayangan mama kamu sudah sembuh, nak?" tanya wanita paruh baya itu
^^^Azly 📞^^^
^^^"He-he-he udah enakan kok mah, gimana keadaan papa dan mama gimana?" ucap Azly^^^
Mama Lely 📞
"Alhamdulilah papa udah mendingan mama juga sehat, ini kamu dimana kok kaya nya rame banget" tanya mama Lely
^^^Azly 📞^^^
^^^"Di sekolah mah, habis ngurus Kartu perpustakaan maaf ya mah Azly gak bisa dateng ke sana" ucap Azly tak enak^^^
Mama Lely 📞
"Gak papa sayang, papa mu yang minta agar kau di sana saja fokus sekolah" kata wanita paruh baya itu
setelah mematikan telepon, ada pesan masuk dari nomor sebelum nya mengirim foto yang membuat Azly hancur.
Seketika wajah Azly memerah, dan air mata nya mengalir begitu saja.
Dug!! jangn tunggu Alzy berderak kencang
"Ya allah, apa salah jika aku sudah tak sanggup menghadapi sifat nya, atas penghianatan ini, kuat kan hamba yallah" ucap Azly dalam hati
Suami yang mulai ia cintai bermain cinta dengan wanita lain, dan melakukan permainan panas itu. Azly sudah kehabisan kesabaran. ingin rasa nya berteriak tapi dia ingat harus mengikuti permainan sang suami dengan cantik. walau ada kala nya ia seketika menjadi lemah mengingat ini semua.
Seorang anak remaja SMA harus sudah merasakan pahit nya rumah tangga.
"Lo kenapa Ly, kok tiba-tiba nangis lo sakit ya" tanya Cindy perduli
Azly hanya menggeleng kan kepala nya dan berlalu pergi ke Toilet
"Gue ke toilet dulu" kata Azly sambil berlalu pergi
Cindy melihat sahabat nya itu heran.
Tak lama Bahram berserta teman-teman nya, Datang memasuki kantin untuk mengisi perut.
James melirik Cindy yang tengah asik bermain handphone, lalu mendekati gadis cantik itu duduk di samping nya.
"Woi tumben sendiri" kata James yang tiba-tiba datang
"Apaan sih lo, ngagetin aja gak jelas banget. sana lo males gue deket-deiet lo" kata Cindy sambil mendorong tubuh James
"Wow, santai kenapa gue cuma nanya kok lo sendiri tadi gue liat ada Azly" tanya James
"Dia ke toilet gak penting banget sih lo" ucap Cindy jutek
__ADS_1
"Jangan jutek-jutek gitu Cin, nanti cinta loh" ledek Aldo
"Cinta sama nih, orang? ogah gue mah" kata Cindy
Di toilet Azly tengah menangis sejadi-jadi nya, mengapa seberat ini ujian yang. diberikan Tuhan pada nya, ia duduk di atas closed menumpu kepala dengan ke dua lutut nya. Tak mampu berkata-kata lagi, suami yang mulai ia cintai malah memadu kasih dengan wanita lain
seolah tubuh nya terpaku melihat betapa liar nya tangan Bahram bermain dengan wanita itu.
Dari awal nya ia hanya seorang pelajar, lalu di Jodohkan, terus menikah dan ketika sudah menerima sang suami malah bermain gila di belakangnya. wanita mana yang tak sakit.
"Aku gak boleh lemah, aku harus kuat, jika dia tak menginginkan ku biarlah aku pergi. biar tak menjadi penghalang untuk mereka berdua" ucap Azly bermonolog
Kini Azly sudah berada di kantin dengan Mata, yang sembab semua mata tertuju pada nya.
"Ayo pulang Cin" ajak Azly
"Tapi makanan lo belom habis, yaelah bentar lagi napa dan itu kenapa mata lo habis nangis ya lo" selidik Cindy
"Udah cepetan kalo lo gak mau gue pulang sendiri aja" ucap Azly berlalu pergi
Bahkan terlihat cuek, Iqbal James dan Aldo saling tatap seolah mengerti apa yang terjadi
Kini Bahram telah sampai di Mansion dan dengan, langkah lebar ia memasuki kamar tamu mencari Azly lalu menarik tangan wanita itu dengan kasar.
Azly pun tersentak kaget dengan mata bengkak nya.
"Dasar wanita gak tau diri, mau-mau aja nerima jaket pemberi dari cowok lain. dan lo sengaja ya buat gue malu di depan teman-teman gue pake nangis segala, lebay lo jijik gue liat nya. mending pergi sekalian lo" maki Bahram
"Satu lagi, jangan berharap lebih dari pernikahan ini, dan gue cuma mau dia" tambah Bahram lagi
"Apa lo bilang! gue gak tau diri, coba lo berkaca gimana diri lo sendiri" ucap Azly berlalu meninggal kan Bahram
"Lo akan kehilangan gue Bahram, disaat lo sudah sadar mungkin gue sudah gak ada buat lo lagi, gue udah tau semua nya" lirih Azly yang masih di dengar Bahram
"Kalo lo mau pergi, silahkan gue gak bakal nahan lo kalo perlu mending lo mati sekalian" kata Bahram sambil melihat darah yang keluar dari hidung wanita itu.
Azly sudah tak tahan dengan keadaan ini. ia memilih pergi biarlah jika ada yang mengatakan ia wanita lemah. tapi itulah Kenyataan nya dia hanya seorang remaja yang harus dipaksa dewasa oleh keadaan.
Azly masuk ke dalam kamar dan mengemasi baju-baju milik nya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa
Like
Vote
komen
terimakasih sudah mampir😘
__ADS_1
Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️