Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Garis Dua


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


.


.


Pagi itu Azly beserta keluarga lain nya, tengah sarapan bersama, dengan nafsu makan yang masih tak enak. seperti kemarin terasa mual Lalu pusing, di kepala


"Azly makan lah nak kata nenek dari kemarin, kau tak makan dan semalam. hanya makan buah rambutan itu" omel ibu Santi


"Iya mbk Azly mana tu rambutan cuma, di pajang aja lagi di dekat guci itu" celetuk Miko aneh


"Biarin aja kenapa sih lucu tauk, iya kan, yah?" Tanya Azly polos pada sang ayah


"Sudah-sudah iya lucu" ucap pak Brata terpaksa agar perdebatan tak penting itu segera berakhir


"Huuu tuh dengerin" ucap Azly sembari mengeluarkan lidah nya mengejek


Nek Minah tersenyum, melihat kehangatan keluarga nya itu. tak lama Azly merasa ada yang ingin keluar dari perut nya itu ia merasa Sangat mual tak tahan dan berlari ke arah wastafel memuntahkan semua isi perut nya itu.


Uekk uekk uekk


"Azly kau kenapa nak" ucap bu Santi menyusul putri nya itu cemas


"Miko ambilkan mbak mu minyak angin di atas meja itu" kata nek Minah tak kalah cemas.


"Ly mual mah, pusing juga" ucap Azly lirih


"Ya ampun kau mimisan lagi nak" ucap Ibu Santi sambil mengelap darah yang keluar dari hidung putri nya itu


"Bu cepat bawa Azly ke mobil, kita ke rumah sakit sekarang" kata pak Brata tak kalah panik


Kini mereka telah berada di dalam mobil, kecuali nek Minah pak Brata membawa mobil dengan sedikit ngebut


"Sayang kau tak, apa?" tanya Pria paruh baya itu


"Masih mual pa, mata Ly berkunang-kunang" ucap Azly lemas


"Sabar ya sayang sebenar lagi kita sampai rumah sakit" ucap bu Santi dengan mata yang berembun cemas melihat keadaan Azly yang tak berdaya.


Mobil sempat terjebak macet, Namun tak lama jalan kembali normal. mereka pun telah sampai di rumah sakit Royal Prima tempat sebelum nya Azly memeriksakan kesehatan nya kemarin.


Pak Brata langsung menggendong anak gadis nya itu menuju ruang dokter UGD (unit gawat darurat) tempat pertolongan pertama sesampai nya di sana Azly langsung di tangani oleh beberapa suster dan dokter Ricky


"Nona apa yang kau, rasakan? apa merasa, mual? " tanya dokter Ricky


Azly hanya mengangguk kan kepala nya mengiya kan.


"Dia tadi muntah-muntah dok dan mengeluarkan banyak darah, di hidung nya beberapa hari ini nafsu makan nya menjadi buruk" jelas bu Santi prihatin


"Nona Azly kapan terakhir anda datang, bulan?" tanya dokter Ricky


"Eem, seharus nya tiga minggu lalu dok" ucap Azly lirih

__ADS_1


"Nyonya ikut lah saya dulu ada yang perlu saya jelaskan" ucap dokter itu


"Miko jaga mbak mu dulu ya" kata bu Santi


Hanya di jawab anggukan kepala, oleh anak itu. Ibu Santi Dan pak Brata mengikuti dokter Ricky ke meja nya. untuk menjelaskan dan penerawangan dokter itu.


"Nyonya, tuan saya tau isi pemikiran kalian sekarang, melihat kondisi nona Azly sekarang dengan gejala mual. serta sudah telat datang bulan tak ada salah nya untuk melakukan tes kehamilan" ucap dokter itu ragu


"Sebelum nya saya ingin tahu apa nona masih, sekolah?" tanya dokter Ricky lagi


"Iya anak ku masih sekolah dok, tapi memang ia sudah memiliki suami" jelas pak Brata


mendengar itu dokter Ricky tampak terdiam sejenak, kaget dengan pernyataan pria paruh baya itu. tak bisa di pungkiri sebenarnya donkter Ricky diam-diam menaruh rasa pada wanita cantik itu.


"Jadi gimana kelanjutan nya dok, cek sekarang aja" ucap bu Santi tak sabaran


"Baik lah nyonya, saya ambilkan tespek nya dulu dan segeralah cek saya harap dugaan sementara ini tak benar terjadi. karena akan berdampak fatal pada kesehatan ibu dan calon bayi" jelas dokter Ricky serius


"Dok tolong lah anak saya kasihan dia, anak itu adalah putri satu-satu nya yang aku punya" kata pak Brata


"Baik tuan saya akan berusaha semampu saya" kata dokter itu


Kini Azly tengah berada berada di dalam Toilet, yang setia di temani bu Santi di depan pintu


"Sayang apa sudah selesai, keluar lah kau harus membaringkan lagi tubuh mu itu" kata bu Santi perhatian


Tak lama Azly membuka pintu dengan wajah takut, ia takut dengan hasil tespek itu. ada banyak pertimbangan tak lain hubungan nya kini dengan Bahram.


"Bu gimana kalo hasil nya, positif?" ucap Azly lirih


Kini Azly susah berada di ruangan dokter Ricky. mereka menunggu hasil benda itu dengan harap cemas, diam-diam dokter Ricky menatap wajah Azly yang pucat namun tetap cantik.


Dan kini hasil benda itu sudah terlihat, dokter Ricky melihat benda itu dengan menarik nafas nya pajang.


"Nona Azly saya yakin anda dan suami akan senang mendengar hal ini" ucap dokter itu senyum tipis


"Ma-maksud nya apa dok" tanya Azly penasaran


"Selamat nona anda positif hamil, tapi yang saya khawatir kan ini tak akan aman untuk nona dan calon bayi mengingat kondisi tubuh nona kini. saya sungguh tak menyarankan ini semua terjadi namun, apa boleh buat semua tergantung pada anda nona." jelas dokter Ricky panjang lebar


Apa!! ucap Azly beserta ke dua orang tua nya kaget bersamaan. wajah mereka seketika berubah khawatir berbeda dengan bu Santi sedikit ada rasa lega dengan beberapa bulan lagi akan hadir nya cucu pertama mereka. kembali lagi mengingat kesehatan Alzy bahagia itu kembali pudar. yang ada hanya rasa khawatir.


"Enggak mungkin dok saya gak mau. buk yah gimana ini Azly gak mau hiks" ucap Azly dengan mata yang berembun


"Dok bagaimana pendapat anda" tanya pak Brata tetap tenang


"Begini Tuan ini tak akan baik, untuk kesehatan nona Azly, itu akan berakibat fatal untuk nya dan calon Baby. karena nona sedang mengandung kita harus menunda pengobatan terapi, terlebih dahulu sampai tubuh nya benar-benar stabil" jelas dokter itu panjang lebar


"Apa tak ada jalan lain dok selain terapi" ucap pria paruh baya itu


"Ada tuan tapi hanya 10 persen, kemungkinan untuk tak mengganggu kandungan itu. tinggal bagai mana nona menjaga keseimbangan porsi makan serta Vitamin dan istirahat yang cukup, tak lupa rajin-rajin kontrol" kata dokter Ricky


"Ya sudah dok terimakasih banyak, besok kami akan kembali, saya permisi dulu" ucap pak Brata pada dokter tampan itu

__ADS_1


Di dalam mobil Azly hanya diam, memikirkan mengapa cobaan hidup nya menjadi bertambah berat. urusan rumah tangga nya belom selesai, di susul dengan penyakit mematikan yang ia hidap, dan kini dengan ada nya janin di perut nya kini.


Tak lama mobil mereka telah sampai di halaman rumah sederhana itu. Alzy langsung berjalan keluar menuju ke dalam kamar dan mengunci nya dari dalam


"Ya Allah cobaan apa lagi yang kau berikan pada ku, akan berdosa aku dengan anak ini. tapi aku gak kuat, apa yang harus aku lakukan setelah ini. sekolah bahkan dengan tubuh ini hiks" ucap Azly dengan di iringi air mata sedih nya.


"Apa kau puas Bahram, berengsek kau sudah menghancurkan hidup ku dan kini kau tinggalkan janin ini di dalam perut ku. haruskan ia lahir tampa sosok ayah, dan kau Sendiri tengah bersenang-senang disana hiks hiks hiks." kata Azly menggebu


Di luar pak Brata tengah mengirim pesan pada besan nya di Jerman sana. ia memberi tahu kan tentang kesehatan Azly tapi tidak dengan kandungan nya.


Beliau mengirim sebuah foto yang sempat ia ambil ketika di rumah sakit tadi.


Sedangkan di dalam kantor keluarga Nugraha Perkasa Grub, Bahram tengah di kejutkan dengan pengakuan dari seorang wanita yang ia dambakan kini.


"Aku hamil Bahram, kau harus bertanggung jawab hiks" ucap Sania sok sedih


"Apa, bagaimana mungkin. aku melakukan nya menggunakan pengaman Sania. bagai mana aku bertanggung jawab sedangkan aku sendiri tak merasa mengeluarkan itu di dalam" ucap Bahram tak habis pikir


"Jadi kau menuduh ku berbuat dengan pria lain hiks hiks, aku hanya melakukan nya dengan mu Bahram tega sekali kau tak mengakui anak ini" ucap Sania


Bahram tampak terdiam, apa mungkin itu memang anak nya pikir pria itu. karena ia sudah cinta buta pada Sania ia pun berniat untuk menikahi wanita itu.


"Sudah-sudah aku percaya pada mu, dan aku Akan bertanggung jawab dan segera menikahi mu" ucap Bahram ragu


"Kau serius sayang, aku senang sekali akhir nya sebenar lagi kita akan terus bersama dengan buah cinta kita" kata Sania senang


Bahram hanya tersenyum ntah mengapa, ada rasa tak rela disaat ia mengatakan ingin menikahi Sania. Tapi memang ini keinginan nya dari dulu kan. menikahi wanita yang ia cintai


"Iya sayang, dan aku akan segera menceraikan wanita itu" ucap Bahram yakin


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa


Like


Vote


komen


terimakasih sudah mampir😘

__ADS_1


Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️


__ADS_2