Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Filling


__ADS_3

Di suatu pasar tradisional yang berada di tengah-tengah kota jakarta, Cindy tengah menemani mama nya berbelanja. ia menunggu di sebuah bangku di pasar itu, ia Duduk di samping seorang pemuda.


Tiba-tiba pemuda itu berdiri sontak membuat Cindy terjungkang.


"Aww! sakit liat-liat dong mas" kata Cindy marah


"Eh sory mbk, gak liat" kata pemuda itu


Seketika mata mereka bertemu satu sama lain, membuat Cindy menjadi malu apa lagi dengan posisi nya gini sedang mengangkang dengan kaki di atas.


"Cindy sorry-sorry gue gak tau kalo itu lo sakit, tidak?" tanya James tak enak


"Sakit lah pakai nanya lagi, bantuin kek ah" kata Cindy


"Sini deh" ucap James


"Dah lah gak usah telat, kotor nih tangan gue" ucap Cindy sambil berdiri


"Lo ngapain di, sini?" tanya James senang bertemu wanita itu


"Ya nemenin nyokap gue lah. masa berenang" ucap Cindy ketus


"Oo, lo gak nanya, gue?" tanya James


"Gak" kata Cindy ketus


"Kenapa, lo gak kepo gitu atau bisa aja gue ke sini bareng cewek" ucap James kekeh


"Apaan sih lo, tau gue paling lo sama nyokap lo juga kan. kalo memang sama cewek ya bodo amat lah" kata Cindy


Kini mereka berdua tengah duduk di kursi, itu menunggu mama mereka masing-masing. tak ada percakapan diantara mereka berdua, terasa amat canggung.


Tak lama mama Cindy datang dengan membawa beberapa kantong belanjaan. yang terlihat kesusahan


"Cin nih kamu bawa ini ke mobil mama mau ambil beberapa kantong lagi" kata tante mika


"Iya ma" ucap Cindy sambil berdiri


"Eh biar aku aja tan yang bawa, berat ini" ucap James ramah


"Boleh, wah kau selain tampan ternyata juga baik" kata tante mika senyum


"He-he iya dong tan kalo ganteng mah harus itu" kata James percaya diri


Melihat itu Cindy hanya diam, dan James langsung menuju mobil Cindy yang sudah terlihat dari mereka duduk tadi, wanita paruh baya itu menatap keheranan. melihat pria itu menuju mobil mereka.

__ADS_1


"Bagaimana anak itu tau mobil kita" kata tante mika


"Iih, maka nya mah jangan main percaya aja bisa aja dia orang jahat" asut Cindy


"Ih kamu ini mana ada orang jahat ganteng begitu" balas wanita paruh baya itu


"Tan sudah semua aku tarok, kenalin aku James. calon pacar nya Cindy" kata James yakin


"Eh enggak kok ma, dia memang gitu anak nya" ucap Cindy cengengesan dengan mata yang melotot ke arah James


"Gak papa dong cin baik gini kok anak nya" jawab tante Mika


Mereka pun akhir nya segera pamit pulang, Kini tinggal lah James sendiri menunggu Mama nya yang tak kunjung datang. ia menunggu sembari memainkan handphone milik nya


Di sebuah rumah sederhana terdapat keluarga yang, tengah Membicarakan persoalan anak mereka. dengan perasaan tak Menentu


"Azly kamu jangan murung gini dong, kasihan calon bayi mu" ucap bu Santi


"Iya nak, di akan sedih juga ibu nya murung begini. dia akan menangis didalam seperti kau kecil dulu, dengan ingus di pipi" canda nek Minah


"Hm, Ly gak papa kok cuma ngantuk aja" ucap nya dengan mata berembun


"Bu bagaimana aku harus mengandung, sedangkan suami ku saja tidak tau dan tidak memperdulikan ku" kata Azly lirih


"Azly kamu anak yang kuat, ibu yakin kau bisa melewati nya semangat lah untuk kesembuhan mu. doa ibu selalu menyertai mu sayang" kata bu Santi menyemangati


Sontak membuat yang mendengar nya, melotot sempurna memang sempat terlintas di pikiran mereka. tapi balik lagi anak itu tak salah dan tak tau apa-apa. tapi jika di teruskan akan membahayakan Azly juga ke depan nya.


"Azly! apa-apaan kamu jangan sesekali berani kau melakukan nya. itu dosa besar" bentak pak Brata spontan


"Nak jangan gegabah, jernih kan pikiran mu suatu saat dia akan menjadi penguat bagimu. jangan kau pikir kan suami mu itu. ibu Ayah akan selalu ada untuk mu" nasehat Ibu Santi


Seketika Azly mengeluarkan air mata nya, Tersadar barusan yang sudah ia ucap adalah dosa besar.


"Hiks hiks astagfirullah, ya allah apa yang sudah aku katakan maafin Ly. ibu ayah, nek" ucap Azly sambil mengelap butiran bening membasahi pipi nya.


setelah bercengkrama kedua orang tua Azly


Kini tengah, bersiap untuk kembali ke kota. anak itu tampak sedih karena akan berpisah lagi dengan orang yang merawat nya sejak masih bayi itu.


"Mah kenapa gak disini aja sih, kan Ly jadi rindu nanti" ucap Azly murung


"Ayah masih ada kerjaan sayang, gak bisa berlama-lama. dan jika kamu sudah merasa mendingan segera lah pulang. pulang ke rumah kita" ucap bu Santi menenangkan


"Azly putri ayah, jaga lah kesehatan mu jika kau merasa semakin memburuk segeralah hubungi kami. beritahu nenek atau Miko agar segera membawa mu ke rumah sakit. dan jaga kandungan mu ya" ucap pria paruh baya itu

__ADS_1


"Iya ayah, Azly akan baik-baik saja kok. tapi untuk sementara Ly gak mau pakai HP dulu, Oh iya bu tolong kabarin sahabat-sahabat ku ya. beritahu mereka kalo aku baik-baik aja. pasti mereka khawatir" kata Azly dengan wajah melas nya.


"Iya sayang, yang penting sekarang kau harus rajin memakan obat mu. dan jangan lupa susu mu di minum" pesan wanita paruh baya itu


"Ya sudah kami berangkat dulu ya bu" pamit pak Brata pada mertua nya


"Iya kalian ber hati-hatilah berilah kabar jika sudah sampai nanti" pesan nek Minah


"Ibu ayah, rasa nya berat sekali Ly untuk berpisah dengan kalian hiks gak usah pergi disini aja" kata Azly, ntah mengapa berat sekali rasa nya berpisah sementara


"Kenapa perasaan ku menjadi tidak enak seperti ini ya" kata Azly dalam hati


Sebelum pergi, kedua paruh baya itu mencium puncuk kepala anak semata wayang nya tak seperti biasa. pak Brata mencium seluruh wajah Azly begitu pun bu Santi.


Kini mobil mereka sudah berjalan meninggalkan rumah sederhana itu. setelah keberangkatan orang itu nya Azly langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


Kini Bahram tengah berada di apartemen Sania, belakangan ini wanita itu selalu membuat nya pusing. Bahram merasa mulai jenuh dengan permintaan wanita itu, tapi karena rasa nya yang amat dalam pria itu hanya patuh saja


"Sayang kapan kita nikah, takut nya kandungan ku semakin membesar" rengek Sania


"Kau tunggu lah dulu Sania, kesehatan papa ku belum stabil sekarang" kata Bahram


"Mau tunggu sampai kapan, apa sampai dia mati" kata Sania kesal


"Sania! jaga omongan mu dia itu papah ku, calon mertuamu bisa-bisa nya kau berbicara begitu di depan ku" kata Bahram sembari berjalan keluar menuju pintu.


"Bahram tunggu, maksud ku tak seperti yang kau kira. aku cuma salah ngomong sayang" kata Sania


"Aw sakit sekali perut ku" Ucap Sania


Sontak Bahram kembali memutar kan badan nya menuju wanita itu. ada rasa bersalah karena sudah membentak ibu dari calon anak nya itu.


"Sania! kau tak, apa-apa? maafkan aku mari ku bantu duduk lah dulu aku ambilkan minum" kata Bahram


Melihat itu Sania tersenyum menang


"Sungguh pria bodoh" gumam Sania dengan senyum sinis nya


Jangan lupa


Like


Vote


komen

__ADS_1


terimakasih sudah mampir😘


Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️


__ADS_2