Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Perduli


__ADS_3

...πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Setelah perdebatan malam itu, Bahram langsung kembali ke hotel dan. bersiap-siap Kembali ke indonesia walaupun iya calon penerus perusahaan nomor satu di Indonesia, tapi itu tak membuat nya sombong. dan lebih Suka melakukan apa-apa sendiri.


Seketika ia teringat Azly, ada rasa bersalah pada istri nya itu, tapi rasa ego yang lebih Besar. dan tak memahami apa mau hati nya yang sebenarnya membuat nya menjadi keras kepala.


Kini Bahram tengah berada di bandara, menunggu take of pesawat.


Bahram terbang bersama Sania, atas permintaan wanita itu. tujuan nya ia lah agar semakin mudah untuk mempengaruhi Bahram.


Pesawat akhir nya lepas landas, sekitar 15 jam 45 menit di pesawat. hingga Akhir nya mereka telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta.


"Aku pulang dulu, kau tunggu lah taksi yang sudah ku pesan tadi" kata Bahram


"Oke, tapi janji nanti malam kau harus menemaniku di apartemen" ucap Sania manja


"Aku tak janji" jawab Bahram berlalu pergi


Bahram lupa memberitahu Azly bahwa dia akan pulang hari ini, rencana nya ia akan langsung pulang ke Mansion tampa menjemput istri nya lebih dulu


"Nak, barusan mama mertua mu telpon kata nya Bahram pulang hari ini" ucap Ibu Santi


"Apa, pulang? Ly gak tau buk" kata Azly


"Ah mungkin dia mau memberi mu kejutan" ucap wanita paruh baya itu


Mendengar itu Azly tersenyum simpul, ia tak Mau memberitahu siapa pun soal masalah rumah tangga nya kini.


"Andai saja yang di bilang Ibu itu benar, ha-ha-ha sedangkan kau pulang saja tak memberi tahu ku" ucap Azly tertawa dengan perih di hati nya


Azly memang sudah sangat menaruh hati sepenuhnya, untuk sang suami hingga akhir nya ini yang terjadi.


Hari sudah beranjak malam Alzy sudah bersiap untuk tidur, timbul kembali sesak di dada nya mengingat perlakuan Bahram pada nya. dan tak lama wanita itu pun tertidur.


Keesokan hari nya tepat sehari sebelum UAS kelas 12 di adakan, Azly tampak berpikir apa dia berangkat ke sekolah. atau tidak ia takut untuk bertemu Bahram.


Kini Bahram telah berada di sekolah, ntah apa hal yang membuat nya berubah seperti sekarang.


"Hay bro sudah masuk rupa nya, gue kira lo masih betah di sana" kata Iqbal


"Bokap udah enakan, jadi gue pulang dulu besok kan mau UAS" jelas Bahram


"Pulang ini kita nongki di kafe, biasa yuk" ajak James


"Gas lah masak enggak" kata Aldo


Sekilas Bahram melihat Azly masuk ke, dalam perpustakaan. ia diam sejenak tampak wanita itu tak, seperti biasa nya.


"Guys gue ke PMR dulu ya pusing nih" kata Azly pada sahabat nya


"Di antar gak Zly, pucat banget muka lo" tawar Mita.


"Gak usah gue bisa sendiri" ucap Azly.


Setelah sampai di ruang PMR Azly langsung, membaringkan tubuh lemas nya dan memejamkan. mata nya saking pusing dan terus memikirkan suami nya, itu Azly seolah bermimpi Bahram ada di samping nya kini.


Setelah itu ia tak sadarkan diri sampai, pulang sekolah para Sahabat nya menyusul, Azly ke ruang PMR karena tas milik Azly masih berada di kelas. kaget mereka Azly sudah tak sadarkan diri.


"Azly bangun ini udah pulang" kata Mita membangunkan

__ADS_1


"Azly ih ayo pulang, kita anter ya" sambung Veronika


"Ly Please deh, jangan bercanda udah sepi nih" kata Cindy


"Ly lo gak pingsan kan" ucap Mita sambil menggoyangkan tubuh Azky


Panik wanita itu tak kunjung, bangun dan sekolah sudah sepi Mita langsung menghubungi Iqbal dan kebetulan. lagi Kumpul dengan para sahabat nya termasuk Bahram


Iqbal πŸ“ž


"Apa, Azly pingsan? kalian dimana sekarang" tanya Iqbal kaget


^^^MitaπŸ“ž^^^


^^^"Masih di ruang PMR sekolah cepetan" kata Mita panik^^^


Bahram πŸ“ž


"Oke aku akan ke sana sekarang" Ucap Iqbal


"Bro istri lo pingsan di sekolah, ayo kita jemput sekarang" kata Iqbal


Mendengar itu Bahram langsung berlari, ke arah parkir secepat kilat ia sampai ke sekolah ada rasa penyesalan di hati nya


"Azly sayang maaf kan aku, maaf kan aku aku bodoh sampai kau sakit saja aku tak perduli" kata Bahram dengan frustasi


Setelah sampai di sekolah Bahram langsung, berlari ke arah ruang PMR, dilihat nya wanita itu sangat pucat dan tak berdaya. Bahram langsung mengangkat tubuh wanita itu pergi Ke rumah sakit.


Diikuti para sahabat Azly


"Biar gue yang nyetir lo pangku Azly kak" kata Mita


"Cepat dan hati-hati" ucap Bahram mengingatkan


"Lebih cepat mit" perintah Bahram


Veronica dan Cindy yang berada di kursi belakang sudah tak tahan menahan kesedihan melihat sahabat nya begini


"Ini semua gara-gara lo kak" kata Cindy jutek


"Maksud lo" tanya Bahram


"Masih bisa lo nanya, Alzy begini karena lo yang buat dia sedih kami bertiga tau dia sedih karena, lo maka nya dia jadi sakit begini kata Tante Santi dia sudah beberapa hari ini tak Mau makan" emosi Cindy


Mendengar itu Bahram jadi semakin merasa bersalah.


Setelah tiba di di rumah sakit Alzy langsung ditangani dokter, Bahram tak berhenti Mondar-mandir di depan pintu UGD, mereka semua berkumpul di depan ruangan itu, termasuk orang tua Azly


"Ibu, ayah maafkan Bahram yang tak becus menjaga Azly" ucap pria itu tulus


"Sudah lah ini bukan kesalahan mu Bahram memang dia kurang sehat beberapa hari ini" jelas pak Brata tampak sedih


Tak lama keluar kah dokter Azmi yang menangani Azly


"Keluarga nona Azly" kata dokter itu


"Saya suami nya" kata Bahram


Dokter itu tampak heran mendengar pengakuan anak SMA itu.

__ADS_1


"Betul kah anda suami nya? kalo begitu mari ikut saya" kata dokter Azmi


"Nona Azly tak memiliki penyakit serius, hanya saja magh dan malaria nya kambuh. ke depan nya tolong di jaga pola makan nya jangan sampai telat" kata dokter itu


"Baik dok Terima kasih saya akan menjaga istri saya" ucap Bahram


"Ya, memang seharusnya begitu kan" kata dokter Azmi yang membuat Bahram sseperti ke sentil


Azly telah sadar dan ia meminta untuk segera Pulang


"Kau sudah sadar nak" ucap Ibu Santi lembut


"Buk, ayo pulang Azly istirahat di rumah aja" ucap Azly lemah


"Ya sudah kamu harus istirahat total gak boleh keman-mana dulu" ucap wanita paruh baya itu


"Nak suami mu ada disini kau mau pulang ke rumah kita atau Mension mertua mu?" tanya Pak Brata


"Mension saja yah" kata Bahram yang tiba-tiba muncul


"Gak aku gak mau, buk kita pulang saja" rengek Azly


"Tidak bisa kau harus ikut akun pulang titik, aku akan membawa dokter ke Mansion bila perlu" kekeh Bahram


Kini Azly berada di dalam mobil Bahram, mereka hanya diam. terasa asing bagi mereka


Di perjalanan Alzy hanya menatap arah luar


"Apa yang membuatmu menangis seperti ini" tanya Bahram dingin


"Tanya pada diri mu sendiri" ucap Azly pelan


Tak lama masuk lah pesan di HP milik Bahram tertera nama Sania di sana membuat Azly tersenyum simpul di balik tangis nya.


SaniaπŸ“±


"Sayang jadi ke apartemen tidak aku sudah nunggu dari tadi. dan aku sudah memakai baju yang kau suka" kata Sania


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa


Like


Vote


komen

__ADS_1


terimakasih sudah mampir😘


Di tunggu episode-episode berikut nya ya❀️


__ADS_2