
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Kini mereka telah sampai di pekarangan Mansion, Bahram langsung saja masuk ke dalam tampa membantu Azly turun. melihat itu Azly menarik nafas nya dalam lalu berjalan masuk.
"Ya Tuhan, aku ikhlas jalani ini aku yakin dibalik ini semua. ada hadiah indah yang kau siap kan untuk ku." ucap Alzy dalam hati
Wanita itu melenggang masuk dengan tubuh lemas nya, tak ada perhatian dan kasih sayang untuk nya kini. apa lagi dalam keadaan nya yang sakit seperti ini.
Sifat Bahram berubah 180 derajat semenjak wanita itu. menghubungi nya tadi.
Sampai di ruang tamu Azly duduk sebentar tak sanggup melangkahkan naik kaki nya.
Di kamar Bahram tengah membalas pesan, Masuk darin Suren. dan tak memperdulikan Azly yang tak kunjung naik.
"Ceraikan saja aku jika aku memang tak berarti bagi mu" ucap Alzy dengan wajah pucat nya tiba-tiba Naik
"Ya, tentu saja tunggu papa ku pulang dan aku akan mengantarkan mu baik-baik ke rumah orang tua mu" kata Bahram tampa mikir
Melihat itu Azly tersentak untuk pertama kali nya ia, mengeluarkan air mata didepan Bahram, melihat itu Bahram kembalikan badan nya. ada rasa aneh di diri nya tapi ia Juga tak mengerti apa itu.
Alzy melangkah gontai menuju lemari, untuk mengemasi barang-barang nya
"Mau apa lo, jangan berani meninggal kan rumah ini tanpa seizin gue" bentak Bahram
"Lantas untuk apa lagi rumah tangga ini, dipertahankan jika sudah tak ada lagi Matahari di dalam nya, kalo lo menginginkan wanita sialan itu silahkan. dengan satu Syarat tolong cerai kan aku tuan Bahram Nugraha Perkasa" ucap Azly bergetar dengan menekan perkataan nya.
"Berani nya lo!! menyebut nya sialan" marah Bahram dengan mengangkat satu tangan nya untuk menampar Azly
"apa, tampar saja kalo perlu bunuh sekalian" pekik Azly dengan suara lirih nya
"Ku pastikan ini tangisan terakhir ku untuk penghianatan mu ini, terakhir kali nya ku ingat kan jika satu kali saja aku mendengar kabar Kau masih berhubungan dengan wanita itu. bersiap lah kau untuk kehilangan aku, yang sudah bisa menerima kau dan pernikahan ini" kata Alzy tegas
"Jangan terlalu percaya diri dulu nona, kalo kau mau pergi silahkan ingat aku tidak akan mengejar mu. sifat mu yang jauh beda dengan nya. membuat ku muak" kata Bahram lantang
"Lantas jika kau tau aku berbeda, kenapa kau menerima perjodohan ini. dan setelah kau melakukan hubungan itu dengan ku baru kau tunjukan. sifat iblis mu ini" kata Azly berlalu pergi ia tak sanggup mendengar perkataan demi perkataan yang keluar dari mulut Bahram
"Perlu kau tau aku masih mencintai nya dan cuma dia" kata Bahram
Alzy masuk ke kamar tamu, ia membaring kan tubuh lelah nya dan menghapus air mata nya rasa nya tubuh itu semakin tak mampu.
"Ada apa dengan tubuh ku ini Tuhan" gumam Azly sambil memejamkan mata nya
Kembali hari itu Azly tak makan, apa pun yang Akan membuat tubuh nya semakin lemah.
__ADS_1
Bahram kini tengah di jalan menuju apartemen Sania, kini tak ada lagi hati yang lain Selain sania bagi Bahram. pria itu terlalu mudah termakan omongan wanita licik itu. karena rasa cinta nya yang dalam dulu, mengetahui kelemahan Bahram Sania memanfaat kan situasi itu untuk menghasut Bahram.
Kini Bahram telah sampai di apartemen wanita itu, tak ada rasa bersalah untuk kejadian hari ini bagi nya.
"Sayang aku kangen tauk kamu tuh lama banget, ngapain dulu sama wanita kampungan itu" tengah Sania manja dengan hanya menggunakan lingeries hitam.
"Kau tau? dan kau tidak marah?" tanya Bahram kaget karena setau nya Sania tak tahu tentang statusnya kini
"Aku sudah mengetahui nya, awal nya itu membuat ku sedih sampai akhir nya. kau meyakinkan ku hanya aku yang pertama" kata Sania sok tulus
Sania mencium bibir pria itu lalu melepas satu persatu pakaian Bahram, dengan cepat tangan Bahram menahan nya.
"Jangan Sania aku tak mau melakukan hubungan yang berlebihan di luar nikah" tolak halus Bahram
"Maka nya kalo begitu, segera lah nikahi aku jika tidak aku akan menikah. dengan pria lain" ancam Sania.
"Kau tenang saja setelah papa pulih nanti aku akan segera menikahi mu dan menceraikan wanita itu" kata Bahram
"Kau serius sayang? jika kita menikah nanti aku ingin mahar nya, sebagian saham yang kau punya untuk bukti kau memang mencintai ku, bagai mana tuan Bahram apa kau, sanggup?" kata Sania sambil memegang paha Bahram
Bahram pun menyanggupi mya.
Tak jauh dari mereka ada sebuah kamera, sedari tadi yang sudah merekam kegiatan panas mereka yang menanggung.
Di kafe 101 Iqbal DKK, serta Mita Cindy dan veronika tengah nongkrong, dengan ditemani kopi dan beberapa snak.
"Gue jadi khawatir sama Azly nampak nya, dia Sudah mulai ada rasa dengan suami tak tahu diri nya itu" kata Mita emosi
"Iya nih gak bersyukur banget sih kak Bahram udah dapet Azly paket komplit" ucap cindy
"Kalian tau gak sih kenapa Kak Bahram jadi gini sekarang" tanya veronika
"Gue curiga sih Bahram masih belom bisa, Move on dari wanita ular itu" kata James
"Maksud nya, gimana? tapi tadi siang gue ngeliat handphone kak Bahram, ada panggilan masuk tertera disitu dengan nama Sania" ucap Mita
"Yang bener, Mit? emang siapa sih tu cewek" kaya Cindy kepo
Iqbal James, dan Aldo menarik nafas nya panjang. hanya mereka bertiga lah yang Mengetahui seluk beluk Bahram dan Sania dulu.
"Ada apa sih kak ayo dong cerita" tanya Mita
"Jadi gini Sania itu mantan kekasih Bahram dulu, mereka pisah karena tu cewek ngeduain Bahram. tapi bodoh nya malah sekarang dia malah masih mau balik lagi sama tu cewek" jelas Iqbal
__ADS_1
"Apa" pekik Mita Dan yang lain nya
"Ya ampun kasihan banget sahabat gue" kata Cindy sedih
"Iya kita harus nyelamatin Azly" ajak veronika
"Tunggu dulu, ini bukan hubungan biasa mereka telah menikah tak bisa kita ikut campur terlalu dalam" nasehat Iqbal.
Sampai akhir nya mereka hanya mengobrol biasa, dan sesekali James melirik ke arah Cindy dengan tatapan aneh
"Yah jus gue habis pesan lagi ah, mas sini" kata Cindy
"Iya ada apa nona" ucap pelayan itu
"Mas aku gue mau pesen mie goreng pake telor dua, cabe rawit nya di iris sama jus jeruk satu terus jus strawberry satu" kata Mita
"Gilak lo ya kata nya cuma pesan jus satu, gimana mau diet kalo gini cara nya" kata Veronika sambil mecubit pipi caby Cindy
"Ya gimana, orang lagi masa pertumbuhan" kata Mita tak mau kalah
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa
Like
Vote
komen
terimakasih sudah mampir😘
__ADS_1
Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️