Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Azly Sakit


__ADS_3

"Tolong berikan hadiah papa untuk nya, yang berada di dalam laci kamar utama, hadiah saat dia tampil di pentas waktu itu" ucap pak Yansen terbata lalu ia sudah tak sadarkan diri


"Pah, bangun pah" seru Bahram panik


Pak Yansen kembali drop, melihat itu Bahram panik dan memanggil dokter.


Tak lama masuklah dokter Edward ia memeriksa keadaan pak Yansen.


"Ayah anda sudah sangat drop kangker, ganas yang bersarang itu sudah sampai stadium 4." ucap Dokter Edward


"Tolong sembuhkan papa ku dok, berapa pun biaya akan saya bayar" ucap Bahram khawatir


"Tuan, ini bukan soal uang banyak lah berdoa. Kini, tinggal kuasa Tuhan lah yang bisa menolong" jelas dokter itu


Mama Lely langsung berlari ke brangkar suami nya itu, dan menangis, tak lama datang beberapa perawat untuk membawa nya keluar.


"Maaf nyonya, anda harus keluar dan biarkan pasien istirahat" ucap perawat itu


"Biarkan aku di sini menemani nya, ku mohon" kata wanita paruh baya itu


"Tidak bisa nyonya, anda akan mengganggu pasien yang lain juga" jelas perawat itu


Melihat itu Bahram langsung keluar, ia tak Mau menampakan sedih didepan sang mama


Bahram kini duduk di sebuah Bar, terlihat dari jauh ada sosok wanita cantik yang tengah memperhatikan nya


"Ini saat yang tepat" ucap wanita itu tersenyum sinis sambil. mendekati Bahram


"Loh, kok kamu ada di, sini?" ucap Sania basa basi


"Bukan urusan lo" ketus Bahram


"Sensi amat lo, tenang gue udah bisa move on kalik, bentar ya gue ambilin minum" kata Sania


Bahram hanya diam, pikiran nya kacau isi kepala nya hanya papa.


baru teringat Bahwa, dia belom menghubungi istri nya itu Ia pun mencoba menghubungi Nomor Azly.


BERDERING


Bahram📞


"Halo" kata Bahram


^^^Azly📞^^^


^^^"Iya" jawab Azly singkat^^^


Bahram📞


"Sayang maaf aku beru sempat hubungin kami, HP ku mati ini baru sempat cas" kata Bahram


^^^Azly📞^^^


^^^"Gimana keadaan papa" tanya nya tampa menjawab Bahram^^^


Bahram📞


"Huf, papa buruk aku sampai pusing takut dia kenapa-kenapa" ucap Bahram


^^^Azly📞^^^

__ADS_1


^^^"Ya sudah sampai kan salam ku pada papa dan mama" Kata Azly dengan suara lemah nya^^^


Bahram📞


"Ya nanti aku sampaikan, kau ini kenapa sih jangan buat aku tambah pusing. kalo mau marah liat dulu kondisi nya" ucap Bahram membentak Azly


Tutt! telepon pun terputus


"Kenapa dia seperti marah pada ku, dan suara nya seperti orang sakit, ah ya sudah lah" gumam Bahram


Bahram pun enggan menelpon Alzy kembali entah tidak perduli, atau apa.


Tak lama datang lah Sania membawakan Segelas wine.


"Minum lah" ucap Sania


"Thanks" ucap Bahram menerima gelas itu


"Gimana om Yansen" tanya Sania


"Buruk" jawab nya


Mendengar itu Sania tersenyum kecil, dan langsung memberi pesan pada Mr Carl sang Ayang tentang kondisi pak Yansen.


Tak lama Bahram jatuh pingsan Sania semakin senang melihat itu.


Di Indonesia, Azly tengah bersiap untuk pergi Berobat dengan langkah, gontai ia berjalan ke arah luar kamar. di bawah ibu Santi sudah menunggu


"Aduh sayang Ibu, kasihan sekali kamu kenapa jadi gini sih nak mata kamu bengkak dan menghitam apa kamu begadang terus, sekarang? tanya wanita paruh baya itu


"Enggak kok bu Ly cuma kecapean aja" kata Azly


"Azly putri Ayah, kita pergi berobat sekarang ayah sengaja gak ngantor buat nganter kamu sekalian kita makan di luar udah lama banget kita gak me time bareng" kata Pak Brata


"Kamu kenapa nak?" tanya Pak Brata heran


Dengan cepat Azly menggelengkan kepala nya, mereka pun segera menuju ke rumah sakit. dengan kecepatan sedang


"Kamu libur sekolah kan minggu ini, nak? Tanya pak Brata


"Iya yah kenapa" kata Azly


"Kita akan berangkat ke Jerman, menjenguk mertua mu kasihan dia. sakit nya sudah parah semalam Lely menelpon kata nya kangker itu sudah sampai stadium 4" ucap pak Brata sendu


Sahabat terbaik nya sejak meraka SMP, mereka berdua memang sangatlah dekat tak pernah. meninggalkan satu sama lain di saat susah, apa lagi waktu itu ketika orang tua Pak Brata meninggal Yansen tak satu langkah pun meninggal kan nya.


Kini mereka telah sampai di rumah sakit Citra Buana.


"Ayo turun nak kita sudah sampai" ajak Mama Lely


"Bu ,jangan di suntik ya" kata Alzy


"Kamu ini di suntik suami mu gak takut" goda wanita paruh baya itu.


"Ibu ih apaan sih" kata Azly malu


Azly kini tengah di cek dokter, ada kendala pada lambung nya dan malaria nya kambuh. wajar saja ia menggigil ke dingin an, dan segera di beri obat lalu di suntik awal nya gadis itu Tak mau, setelah di bujuk oleh sang ibu dengan iming-iming membelikan Album BTS Original ia pun mengiyakan.


"Dok jangan suntuk dong" takut Alzy


"Jika tidak di suntik akan lama, sembuh nya nona" jelas Dokter muda itu

__ADS_1


"Buk gak mau sakit ih jarum nya gede banget" rengek Alzy


"Ayo lah sayang, ingat kan janji ibu tadi" kata wanita paruh baya itu


"Ya sudah pelan-pelan ya dok" kata Alzy


"Ayo dok kenapa diam nanti aku gak mau lagi" kata Azly polos


"Sudah nona" kata Dokter itu senyum


"Kok gak kerasa" ucap Azly


"Emang gak sakit kamu aja yang lebay" kata ibu Santi


Mereka kini berjalan pulang, Azly kembali lemas dan harus beristirahat. wanita itu pun hanya diam Mengingat sang suami yang tak perduli dengan nya


"Kamu lagi ngapain, apa segitu penting nya dia dari ku, bahkan kau tak menelfon ku lagi" Ucap Alzy dalam hati


"Aku sakit Bahram, itu karena aku memikirkan mu, mana janji mu untuk berubah demi rumah tangga kita, jika aku mendapat kabar kau masih berdua wanita itu lihat saja aku akan menghilang" kata Azly lagi


Tetesan air mata terus keluar dari semalam.


entah sejak kapan ia menjadi sering, menangisi dan memikirkan pria itu.


Kini Bahram sudah berubah drastis, kakak Kelas yang dingin itu sudah kembali dingin seperti dulu


Mereka kini telah sampai di rumah, dan Azly langsung beristirahat, tubuh nya semakin lemah


"Pah seperti nya Alzy, dan Bahram sedang ada masalah" tabak Ibu Santi


"Mungkin iya, tapi kita jangan terlalu ikut campur mereka pasti. bisa menyelesaikan nya" kata Pak Brata


Setelah meminum wine itu Bahram seketika pusing, ketika Sania mau menyuruh orang untuk. membawa pria itu keburu ada sekelompok polisi. meng grebek bar itu


terpaksa ia harus berpura-pura Bahram pingsan karena mabuk.


"Aduh sayang maka nya jangan minum sampai mabuk gini dong bikin susah aja" omel Sania sengaja


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa


Like


Vote


komen


terimakasih sudah mampir😘

__ADS_1


Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️


__ADS_2