Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Kepergian Azly


__ADS_3

...๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ...


Azly sudah tak tahan dengan keadaan ini. ia memilih pergi biarlah jika ada yang mengatakan ia wanita lemah. tapi itulah Kenyataan nya dia hanya seorang remaja yang harus dipaksa dewasa oleh keadaan.


Azly masuk ke dalam kamar dan mengemasi baju-baju milik nya.


Kini Azly tengah menunggu taksi, di pinggir Jalan ia tak ada tujuan jika pulang ke rumah orang tua nya. ia takut ke-dua paruh baya itu. akan sedih biarlah untuk sementara ia memendam dulu masalah ini sendiri, ia ingin Memenangkan otak dari drama berkedok penghianatan ini.


Azly telah sampai di terminal Rawa Sari, ia akan pergi ke rumah sang nenek, tepat nya di Wonosari malang Jawa Timur.


"Ibu, ayah maafin Ly yang sudah tak bisa menjaga amanah kalian" ucap Azly sendu sembari menghapus air mata nya


Kini Azly telah berada di dalam bus, ia menikmati perjalanan dengan hanya melamun. menatap ke arah jendela. tatapan nya kosong, ntah apa yang akan terjadi setelah ini. ia akan menenangkan pikiran beberapa hari karena libur sekolah, jadi ia tak akan terbebani dengan itu


Bahram yang sedari tadi duduk di bangku, taman sendirian merenungi apa yang terjadi. ini tidak salah pikir nya


Bahram melenggang masuk ke kamar, ia menatap isi lemari yang terbuka dengan isi yang kosong


"Sudah pergi rupa nya wanita itu, baguslah Jadi aku tak perlu susah-susah untuk mengusir nya" ucap Bahram senang lalu segera memejamkan mata nya.


Tak lama masuk telepon dari Sania, wanita itu meminta jatah uang bulanan pada Bahram.


Berdering...


Sania๐Ÿ“ž


"Sayang kamu dimana sih, ditungguin dari tadi jugak mana nih kok belum masuk transferan kamu" rengek Sania


^^^Bahram๐Ÿ“ž^^^


^^^"Bisa tidak kau sabar dulu kepala ku, tengah sakit sekarang. baru kemarin ku kasih kau uang masa sudah habis" bentak Bahram^^^


Sania๐Ÿ“ž


"What, berani sekali kau membentak ku cuma karena aku meminta jatah bulanan ku. kau jahat baiklah aku tak akan meminta apapun lagi pada mu" ucap Sania sok sedih dan mematikan telepon


"Huf, mengapa ia tak pernah berubah. apa karena selama ini aku selalu memanjakan nya" pikir Bahram


Bahram pun langsung bersiap-siap untuk pergi menuju, apartemen Sania ia takut Sania akan marah pada nya. pria itu rasa kini semakin takut di tinggal oleh wanita itu


Bahram mengendarai mobil nya santai karena macet, hari ini adalah hari senin semua orang tampak sibuk.


Di rumah Mita, Iqbal datang berkunjung ia bertemu orang tua pacar nya itu untuk yang pertama kali. Mita tampak ketakutan karena, ini pertama kali nya ia membawa pacar untuk datang ke rumah nya.


Iqbal datang dengan sopan dengan, membawa beberapa parsel buah.


"Ibu, ayah kenalin ini kak Iqbal temen Mita" ucap mita malu-malu


"Halo om-tante saya Iqbal pacar nya Mita saya kesini memang ingin bertemu om dan tante" kata Bahram sopan


"Kak, is" ucap mita malu

__ADS_1


"Mita gak boleh gitu, gak papa kok, ibu liat nak Iqbal anak yang baik. ya sudah silahkan duduk nak" seru ibu Narti


Iqbal pun duduk di samping Mita, tak ada rasa canggung bagi Iqbal karena. memang pembawaannya yang dewasa.


"Kamu masih sekolah atau gimana, nak?" tanya Pak Salman ayah Mita


"Saya kakak kelas nya Mita pak, tapi hari ini lagi UAS menjelang beberapa bulan lagi ujian nasional" jelas Iqbal sopan


"Oh begitu, baguslah sekolah yang bener dulu habis itu baru lamar Mita" ucap pak Salman asal yang membuat wajah Mita memerah


Tapi ditanggapi serius oleh Iqbal


"Baik Pak, saya akan melakukan yang terbaik, saya ingin ijin pada bapak dan ibu untuk menjalin hubungan dengan Mita. saya akan menjaga nya semampu saya" ucap Iqbal sopan


"Iya nak Iqbal, tolong jaga Mita ibu liat kamu anak yang baik" kata Ibu Narti


Mita dan Iqbal kini tengah duduk di ruang tamu berdua. Mita tampak terharu dengan perlakukan Iqbal terhadap orang tua nya.


"Makasih ya kak" ucap Mita malu


"Makasih kenapa sayang" tanya Iqbal lembut sembari memegang tangan pacar nya itu


"Makasih udah mau jadi yang terbaik buat aku, udah memberanikan diri bertemu ibu sama ayah" jelas Mita lagi


"Tak perlu bicara begitu, kakak sayang sama kamu tulus. kalo kamu bersedia kakak ingin mempersunting mu jika kita sudah lulus nanti" ucap Iqbal serius


"Iya kak kita berdoa saja ya, dan menyelesaikan sekolah kita dengan benar soal jodoh gak bakal kemana kok" ucap Mita


Kini Azly sudah sampai di kampung halaman sang ibu, ia menyusuri jalan perkampungan itu dengan santai sambil menghirup. udara Segar yang dingin, udara tampa polisi seperti di jakarta.


Sesekali ia menyapa warga yang lewat dengan ramah, hingga akhir nya ia sampai di rumah sang nenek yang sederhana.


Tok!


Tok!


Tok!


Azly mengetuk pintu rumah sederhana itu, tak Lama pintu di buka oleh seorang wanita paruh baya ia nenek Minah. orang tua dari ibu Santi. nek Minah tampak terkejut melihat cucu kesayangan nya itu. Nek Minah tinggal berdua dengan cucu nya Miko, orang tua Miko adalah adik dari ibu Santi beliau sudah meninggal karena, penyakit yang di derita nya. sedangkan sang ayah pergi disaat umur Miko Masih 4 bulan.


"Azly kok mau ke sini gak kasih tau nenek dulu sih" ucap nenek Minah kaget


"Kenapa harus bilang, apa nenek gak suka Azly datang" ucap nya Cemberut


"Bukan begitu sayang, maksud nya biar nenek Bisa menyiapkan makanan yang enak untuk mu" ucap wanita tua itu


"Lalu, mana suami mu kok gak keliatan nenek belom pernah melihat nya" ucap nenek antusias


Seketika Azly menangis dan memeluk erat sang nenek, rasa nya ingin sekali ia menumpahkan rasa sedih nya ini, tapi kembali lagi ia tak ingin membuat orang yang dia sayang. bersedih karena nya.


"Nenek Azly lelah, aku ingin beristirahat dulu ya" ucap Azly sembari menghapus darah yang keluar dari hidung nya

__ADS_1


"Cucu nenek kenapa, apa yang terjadi, dan ini kenapa tiba-tiba kamu mimisan nak, cerita pada nenek" ucap nenek cemas melihat cucu nya itu


"Ly gak papa kok nek cuma kecapean aja" ucap Azly


"Ya sudah kamu istirahat dulu sana, nenek buat kan teh hangat untuk mu" ucap nenek Minah


"Iya nek, tapi jangan beritahu ibu dan ayah kalo Alzy disini ya" mohon Alzy


Nek Minah hanya diam, Setelah Azly masuk ke dalam kamar, wanita tua itu menelpon Ibu Santi mengabarkan tentang keadaan sang cucu, bu Santi yang mendengar itu tampak kaget


Bu Santi๐Ÿ“ž


"Apa bu, Alzy ada di sana sekarang? kaget Ibu Santi setahu nya anak semata wayang nya itu. berada di Mansion sang menantu.


^^^Nenek Minah๐Ÿ“ž^^^


^^^"Iya nak, ia tampak kacau ibu khawatir melihat nya. sepertinya ada masalah dengan cucu ku itu" kata nek Minah^^^


Bu Santi mengingat anak gadis nya itu dengan sedih, baru saja ia pulang dari luar dan melihat alasan anak nya menjadi seperti ini


Wanita paruh baya itu tadi baru, pulang berbelanja bersama teman-teman arisan nya, Lalu tak sengaja melihat Bahram di mall bersama seorang wanita, yang bergelayut manja di lengan nya.


Flashback


"Bahram" seru bu Santi


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa


Like


Vote


komen


terimakasih sudah mampir๐Ÿ˜˜


Di tunggu episode-episode berikut nya yaโค๏ธ

__ADS_1


__ADS_2