
Setelah meminum wine itu Bahram seketika pusing, ketika Sania mau menyuruh orang untuk. membawa pria itu keburu ada sekelompok polisi. menggrebek bar itu
terpaksa ia harus berpura-pura Bahram pingsan karena mabuk.
"Aduh sayang maka nya jangan minum sampai mabuk gini dong bikin susah aja" omel Sania sengaja
Sania membawa Bahram ke ruang VVIP di bar itu, tak lama Bahram tersadar dengan kepala yang pusing, ingin rasa nya muntah.
"Gue kenapa" tanya Bahram lemas
"Kamu pingsan kebanyakan minum" jelas Sania
"Masa sjh perasaan aku cuma, minum segelas" kata Bahram
"Kamu kan pingsan mana inget" bohong Sania
Bahram hanya mengangguk kan kepala nya, melihat Bahram linglung Sania sangat senang. rencana nya akan segera berhasil pikir nya
Ada perasaan seperti tumbuh kembali di hati Bahram dia tau ini salah. tapi tak bisa ia menyembunyikan perasaan nya itu, bahwa dia masih menyimpan perasaan untuk wanita itu
Mita Cindy dan veronika tengah singgah di toko kue, membeli kue untuk menjenguk Azly.
mereka mengambil kue brownies dengan coklat lumer di dalam nya
Tak lama mereka sampai di rumah mewah itu
"Halo tan apa, kabar?" sama mereka bertiga
"Baik, pasti mau jengukin Azly kan yasudah naik aja. nanti tante buat kan minum" Seru ibu Santi
"Oke tan, Cindy mau jus anggur gak pake gula cari anggur nya yang manis kaya aku" ucap Cindy Ke PD an
Ketiga sahabat itu pun menaiki tangga, menuju kamar Alzy, mereka mengetok pintu kamar. tapi tak ada sautan dari dalam
tok!
Tok!
Tok!
"Zly, kita masuk ya" kata mita melenggang masuk
"Kok sampai sakit gini sih beb, mana suami lo Masa lo sakit dia gak ada" celetuk veronika
"Iya nih, istri sakit malah kemana-mana" ucap Cindy
"Gue gak papa kok cuma kecapean aja" jawab Azly lemas
"Nih kita bawain kue kesukaan lo" kata Mita
"Thanks guys, gue beruntung punya kalian" ucap Alzy sendu
Sebenarnya ia sangat ingin menceritakan masalah, nya pada mereka namun, Azly berfikir dua kali biarlah masalah rumah tangga nya ia yang pendam sendiri.
Keempat gadis itu pun menemani Alzy dan Sedikit menghibur sahabat nya itu. sebelum mereka akhir nya pulang.
"Eh gue mau ngasih tau sesuatu nih" kata Mita
"Apaan cepat" Jawab Cindy tak sabaran.
"Ih sabar ngapa, sebenarnya gue udah jadian sama kak Iqbal semalam" kata Mita malu-malu.
__ADS_1
"Wah serius gue ikut seneng mit, enak dong kalian berdua bisa double date" kata Veronica.
"Kok lo diam aja sih Ly, kemaren lo yang heboh kalo ni orang jadian" tanya Cindy.
"Oh, apa? gue tu lagi sakit guys lagi males banyak omong" elak Azly padahal ia lagi Menutupi kesedihan nya.
Di rumah, Iqbal tengah bersama James, dan Aldo. mereka berkumpul seperti biasa tampa ada nya Bahram
"Semenjak Bahram nikah udah jarang banget ya dia ikut kumpul" kata James
"Iya, setau gue sih sekarang dia di Jerman Om Yansen sakit. dan soal dia jarang kumpul maklum in aja penganten baru lagi anget-anget tai ayam. mau nya di bawah ketek terus" celetuk Aldo sambil tertawa.
Iqbal pun melakukan vidio call dengan Bahram, agak lama barulah video call itu di Jawab.
James🖲
"Halo bro, dimana lo lama kita gak kumpul bareng" kata James
Iqbal🖲
"Iya nih pengantin baru, Btw gimana rasa nya di, Skors? tanya Iqbal
Bahram🖲
"Biasa aja, gue sekarang di Jerman bokap gue sakit maka nya nih kepala mumet banget" keluh Bahram
Aldo🖲
"Gws ya buat om Yansen, Btw mana bini lu kok ga keliatan" tanya Aldo
Bahram 🖲
"Gak tau, pusing mau nya marah-marah terus lagian gue harus fokus dulu ke bokap" jawab Iqbal tak perduli
Iqbal🖲
James🖲
"Ingat Bradher, genggam sebelum hilang gue tau hati lo masih ke Sania kan. ayolah sudah ada berlian di mata lo jangan lo lirik tu kerikil. Udah jelas dia ngehianatin lo jangan bodoh" petuah James
Setelah Bahram mematikan panggilan video Call dari sahabat nya itu, ia dan Sania berjalan menuju sebuah rumah makan bintang lima. Bahram sengaja mengajak nya makan di sana, ntah mengapa rasa yang dulu ada seperti telah kembali. dan melupakan sejenak seorang wanita yang tengah menunggu nya.
"Kok tumben kamu mau ngajak aku makan" tanya Sania sok polos
"Gak papa kan, kan dulu kita sering begini" Jawab Bahram
"Apa maksud mu, apa kau memberikan ku kesempatan?" tanya Sania sok sedih
Bahram pun mengangguk kan kepala nya.
dia tau ini salah tapi, tak bisa di bohongi hati nya masih terpaut pada wanita itu.
Meskipun ia kini mulai menaruh rasa pada Azly, kini Bahram seperti orang labil.
"You are serious, honey?" tanya Sania sambil memeluk Bahram senang.
Mereka pun melanjutkan makan, Sania memperlihatkan wajah sumringah nya dari tadi. Bahram menunjukan sifat posesif nya pada Sania.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Indonesia kini talah pagi, Azly tengah bersiap-siap untuk berangkat sekolah, setelah kepulangan sahabat nya kemarin. dan ia hanya Beristirahat seharian di dalam kamar sampai besok pagi. membuat tubuh nya sudah membaik meski sedikit lemas.
__ADS_1
Kini ia sudah duduk di meja makan sarapan seperti biasa.
"Apa kamu yakin ingin sekolah, nak?" tanya ibu Santi
"Iya bu Alzy bosan di rumah terus di luar membuat Alzy lebih enakan karena berkeringat" ucap Azly
"Ya sudah sehabis pulang sekolah, pulang lah ke rumah nak jangan sampai. suami mu pulang nanti kau sakit" kata Pak Brata
Azly hanya mengangguk kan kepala nya patuh. pikiran nya tak jauh dari Bahram, mungkin wanita itu sudah berhasil merebut pria itu kembali pikir nya.
Tak lama masuk lah nomor yang sama mengirim kan sebuah foto kemarin sepasang pemuda tengah di dalam sebuah mobil, mengirim kan foto kembali.
0812098022****📱
"Lihat lah dia bahagia bersama ku, kami saling mencintai" isi pesan itu dan sebuah foto
foto itu memperlihatkan Sania tengah bergelayut manja di lengan Bahram.
Azly tak tangan menahan Air mata nya, buliran bening itu lolos begitu saja, ia buru-buru keluar agar. tak ada yang melihat nya menangis
"Kenapa? kenapa kau tega Bahram disaat aku sudah mulai menerima kau dan pernikahan ini" ucap nya sambil membawa motor di iringi air mata
Dijalan ia bertemu dengan tante Sri dan Bella. Mereka baru keluar dari sebuah salon, tampak melihat Azly tak senang. mereka belum sempat menjalankan rencana untuk menyingkirkan Azly. dengan wanita yang ia temui di Mall, setelah pertemuan itu mereka seketika putus kontak.
"Mih liat deh cewek Kampung itu, pergi sekolah aja pake motor dan perhatikan mata nya tadi seperti sedang menangis" kata Bella
"Iya, bagus deh mungkin sedang ada masalah dengan Bahram. ini waktu yang cocok untuk mu masuk Bella" seru wanita paruh baya itu Tersenyum devil.
Kini pak Yansen sudah menunjukan perubahan pada kondisi nya, ia mulai membaik dan sudah di pindahkan ke ruangan inap pasian VIP.
"Bahram, kau pulang lah dulu mama dengar dari mertua mu istri mu sedang sakit" ucap mama Lely
"Apa mah sakit?" tanya Bahram
"Iya sakit, kenapa kau kaget begitu. apa jangan-jangan kau tak pernah menanyakan keadaan nya" tanya mama Lely sedikit marah
"Kau harus tinggalkan wanita itu segera Bahram, kau sudah punya Alzy. kau harus memilih salah satu." seru wanita paruh baya itu. mama Lely tau ketika Bahram baru datang turun dari sebuah mobil dan diikuti wanita yang dia kenal dan tak dia sukai.
"Jika harus memilih aku lebih milih Sania mah, aku tak bisa membohongi perasaan ku" ucap Bahram yakin
"Bahram, kau" sentak pak Yansen menggantung
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa
Like
Vote
komen
__ADS_1
terimakasih sudah mampir😘
Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️