
...🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃...
Di kota Berlin saat ini di hiasi dengan dedaunan yang mengering. matahari bersinar dengan terang nya, saat ini merupakan musim gugur di sana.
Semua orang menikmati musim itu dengan suka cita, termasuk pak Yansen beserta bu Santi. yang kini tengah menikmati angin di sebuah taman besar di kota itu, dengan di kawal beberapa bodyguard. untuk menjaga keselamatan nya
"Tuan ada calon besan anda ingin bertemu dengan anda" lapor salah satu pengawal
"Calon besan?" pak Yansen mengerut kan kening nya heran
"Pah siapa" tanya bu Santi
"Itu nyonya" tunjuk pengawal itu ke arah seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan
"Mr Carl" gumam pak Yansen
"Biarkan dia kesini" kata pak Yansen penasaran dengan maksud kedatangan Mr Card itu apa lagi dia mengaku sebagai calon besan.
pengawal itu pun memberi perintah pada anak buah nya, untuk membiarkan MR Carl menemui sang tuan.
MR Carl mendekat dengan wajah sok ramah nya
"Halo calon besan ku, gimana kabar mu" ucap Mr Carl
"Apa maksud anda tuan" tanya pak Yansen bingung
"Oh apakah anak mu itu tak, memberitahukan hubungan nya dengan anak gadis ku lelaki macam apa dia sudah bercinta dengan seorang gadis tapi masih menyembunyikan itu dari orang tua nya ck ck ck" ucap Mr Carl Sok marah
"Anak gadis mu siapa yang kau, maksud?" tanya pak Yansen
"Oh Tuhan apakah itu Sania wanita ja**** yang ditemui Santi di mall waktu itu" kata bu Santi menebak
"Ya nyonya Lely, itu putri ku cantik bukan? bahkan lebih sesegala nya dari menantu kampung kalian itu, dan satu lagi jaga lah mulut mu nyonya tak baik mengatakan calon Menantu mu sendiri" ucap Mr Carl
"Apa jadi wanita itu putri anda, wajar saja watak nya tak jauh beda dari ayah nya" ucap pak Yansen menahan marah nya
"Saya ingatkan tuan, segeralah hentikan rencana sampah kalian sebelum. kalian saya buat hancur tampa sisa" geram pak Yansen
"Kau bisa menghentikan ku, tapi tidak dengan anak mu yang bodoh itu ha-ha-ha" ucap Mr Carl melenggang pergi
Mr Carl langsung pergi meninggalkan dua, orang yang tampak shok itu. ia sengaja membuka semua agar pak Yansen segera mati pikir nya.
"Pah ini sudah kelewatan, ternyata semua ada hubungan nya dengan iblis itu" cemas ibu Santi
"Tenang lah ma, yang harus kita lakukan sekarang adalah menyadarkan Bahram dari pengaruh wanita itu, untuk sekarang masih terbilang aman. karena perusahan masih di tangan papa belum jatuh pada Bahram. karena tujuan orang itu ialah perusahaan ini. Ma, papa punya rencana bagus" kata pria paruh baya itu lalu membisikan nya pada sang istri
Mama Lely setuju dengan rencana sang suami, sekalipun menyadarkan Bahram dengan sifat asli wanita iblis itu.
"Tapi pa gimana dengan menantu kita, mama gak tega pah kasihan dia" ucap mama Lely
"Biarkan Bahram yang menyelesaikan nya, ia berbuat ia juga yang harus bertanggung jawab. anak itu harus belajar bagaimana rasa nya berjuang, sebentar lagi pasti dia akan sadar lalu ingat jalan pulang" jelas pak Yansen.
Setelah kepergian Mr Carl kedua pasangan paruh baya itu, beranjak meninggalkan taman karena hari sudah mulai gelap. keadaan pak Yansen kini tak ada perubahan namun, ia masih menjalani terapi dan sebagai nya. hanya saja sudah tidak merasa lemas lagi.
Kini bu Santi dan pak Brata tengah dalam perjalanan menuju, Wonosari malang Jawa Timur. tempat Azly berada dan merupakan kampung halaman ibu Santi.
"Dari terakhir kita pulang tak begitu banyak perubahan sampai sekarang ya yah" ucap bu Santi
"Iya bu bagus dong jadi disini alam nya masih tetap asri, sangat bagus untuk yang sudah berumur" jawab pak Brata
__ADS_1
"Pah itu kaya nya Miko gak sih" tunjuk bu Santi pada sosok anak laki-laki berumur 15 tahun. yang tengah menenteng kantong hitam ditangan nya.
"Eh iya bu, coba panggil" ucap pria paruh baya itu memberhentikan mobil.
"Miko, ngapain kamu malam-malam begini keluar" teriak ibu Santi
"Hah, tante itu tante Santi ya" tanya Miko senang sembari berlari menghampiri
"kamu ngapain nak disini ayo pulang sudah gerimis ini" ajak bu Santi
Miko pun sudah berada di dalam mobil, anak itu sangat senang jika bu Santi dan keluarga nya datang berkunjung. ia merasa sosok ibu nya ada di dalam diri bu Santi. maka dari itu Miko sangat manja pada wanita itu.
"Kamu habis beli apa, Miko?" tanya pak Brata
"Oh ini, miko beli rambutan buat mbak Azly om" jawab Miko
"Buat mbak mu, tumben anak itu mau makan rambutan biasa nya dia paling geli dengan rambut dari buah itu." ucap bu Santi
"Iya tan, kata mbak dia mau yang masih ada tangkai serta daun nya Miko juga gak ngerti, awal nya miko nolak tapi dia merengek seperti anak kecil" jelas Miko tertawa membayangkan wajah Azly tadi
Tak lama mereka pun sudah sampai, di rumah sederhana milik Nek Minah. Mereka mengetuk pintu itu beberapa kali baru lah di buka oleh gadis cantik yang tampak tak baik.
Tok!
Tok!
Tok!
"Assalamualaikum ini Santi buk" ucap bu Santi
"Waalaikum sallam, ibu ayah" jawab Azly sambil memeluk sang ibu. terkejut kedua orang tua nya itu tiba-tiba datang. yang Sengaja tak memberitahukan nya untuk memberikan suprise.
"Kok gak bilang Azly sih kalo mau dateng" cemberut Azly
"Tapi kenapa nomor mu gak bisa di hubungi" tanya pak Brata
"He-he HP Ly rusak yak kemarin terjatuh" elak Azly
"Kalian sudah, datang?" ucap nek Minah tiba-tiba datang
"Iya bu baru saja sampai" jawab pak Brata sambil mencium tangan mertua nya itu
Kini mereka tengah duduk di ruang keluarga, Azly tampak manja dengan sang ibu, rasa rindu dan rasa ingin meminta perlindungan dari semua masalah yang kini menimpa nya.
Ketika mereka sedang asik mengobrol hidung Azly kembali, mengeluarkan darah membuat sang ibu tampak Khawatir.
"Azly, nak kamu kenapa" ucap bu Santi spontan
"Enggak kok bu, palingan cuma kecapean Ly masuk kamar duluan ya" elak Azly
"Azly" panggil pak Brata
Sontak Azly tak jadi berdiri, pak Brata menatap Azly penuh tanya.
"Azly apa yang terjadi dengan mu, ceritakan pada ayah nak. apa yang sedang kau sembunyikan" ucap pria paruh baya itu
Seketika Azly menangis tersimpu di kaki ayah dan ibu nya, air mata yang ia tahan sedari tadi akhir nya lolos begitu saja.
"Ayah ibu, maafin Azly udah ngecewain kalian" ucap wanita cantik itu dengan buliran bening di pipi nya
__ADS_1
"Maafin Azly, Ly sudah berusaha untuk bertahan tapi Ly gak kuat yah buk" lirih Azly
"Sutt, apa yang kau bicarakan nak berdiri lah kami bangga pada mu sudah jangan menangis. ini semua bukan salah mu" ucap pak Brata
"Apa ibu dan ayah sudah tau" tanya Azly ragu
Kedua orang tua itu mengangguk dengan senyuman, mereka tak menyalah kan siapa-siapa dalam masalah ini. namun tak dipungkiri memang mereka kecewa pada Bahram yang sudah membuat anak gadis nya menderita seperti ini.
"Lalu apa hasil dari rumah sakit tadi siang? kenapa kau sering mimisan begini" tanya bu Santi lembut
Azly tampak ragu, lalu ia berdiri berjalan ke arah kamar mengambil. sebuah kertas hasil lab tadi, dan memberi kan pada orang tua nya, pak Brata yang membaca surat itu sangat kaget bukan main dan sampai mengeluarkan buliran bening di ujung mata nya.
"Azly, nak maafkan ayah kenapa kau jadi seperti ini sayang maafkan ayah yang tak becus menjaga mu" ucap pak Brata memeluk gadis itu tak tahan menahan air mata nya
"Sudah lah yah, Azly sudah ikhlas apapun yang akan terjadi dengan Azly ke depan nya" jawab Azly tenang
"Nak ibu juga minta maaf, ya Allah kenapa kau memberikan anak ku penyakit mematikan ini. kenapa bukan aku saja, kenapa hiks. kasihan kamu nak, kamu harus kuat ya demi ayah dan ibu, kami sangat sayang pada mu hiks hiks hiks, begitu sakit hati ibu nak melihat kau begini" ucap bu Santi sambil memeluk anak kesayangan nya dengan buliran bening membasahi pipi nya.
"Apa Bahram sudah mengetahui, nya?" tanya pria paruh baya itu.
"Tidak yah, biarkan lah aku tak mau membuat nya terbebani dengan aku yang menjadi istri nya yang penyakitan. biarlah dia memilih pilihan hati nya itu." kata Azly
"Anak itu harus di beri pelajaran" ucap pak Brata serius
"Mbak ini rambutan nya" tiba-tiba Miko memecah ketegangan.
"Eh iya makasih adik ku kamu baik banget besok Mbak traktir lagi deh" ucap Azly
wanita itu pun langsung memakan buah itu dengan lahap nya dan separo ia letakan di atas meja.
"Jangan ada yang sentuh ya biar aja di pajang disini, aku mau ke toilet dulu" kata Azly
"Azly kau belom makan nasi malam ini, malah sudah makan buah begituan" ucap nek Minah
Melihat itu bu Santi menatap Aneh pada anak semata wayang nya itu, ada terlintas suatu pemikiran pada otak nya m, tapi cepat ia alihkan.
"siapa saja boleh memakan buah itu kan" pikir nya
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa
Like
Vote
komen
__ADS_1
terimakasih sudah mampir😘
Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️