Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Amanah Pak Yansen


__ADS_3

Tampak Bahram sejenak berpikir cuma numpang sebenar saja pikir nya


"Oke, gue bareng lo sampai rumah sakit aja" kata Bahram


Mereka pun melenggang masuk mobil Sania, Bahram lupa kalo ada seorang istri yang sedang menanti kabar dari nya.


"Apa kau sudah makan, sayang?" tanya Sania


"Jangan panggil aku sayang" ucap Bahram


"Kenapa? bukan kah itu dulu panggilan kita" kata Sania


"Ya, sebelum kau menghianati ku" ucap Bahram


"Kau salah paham Bahdam aku" kata Sania menggantung


"Sudahlah Sania, aku sudah punya kehidupan baru jangan kau ganggu aku lagi. urusan kita sudah lama usai, dan satu lagi jangan sesekali kau memakai rencana kotor mu seperti kemarin," tegas Bahram


Tak sengaja Sania mengambil foto nya bersama Bahram di dalam mobil tadi sebagai bahan memanasi Azly


Setelah itu mereka hanya diam, hingga akhir nya mereka telah sampai di rumah sakit.


"Thanks tumpangan nya" ucap Bahram berlalu masuk


"Oka sayang kita lihat saja nanti" ucap Suren dalam hati


Di indonesia Hari sudah larut malam, Azly kini pulang ke rumah orang tua nya. iya tak bisa tidur memikirkan suami nya, yang tak memberi kamar sejak kemarin.


"Kemana kamu kenapa gak kasih kabar" ucap Azly


Tiba-tiba ada pesan masuk dari nomor, yang tak di kenal mengirim sebuah foto.


Azly membuka foto itu dan nampak sebuah foto sepasang pemuda, tengah berada dalam satu mobil.


0812098022****📱


"Jangan terlalu kau tunggu pria ku ini, dia akan baik-baik saja bersama ku, kami berdua sedang bersenang-senang sekarang, perkenalkan aku Sania" isi pesan dari Sania


"Dug" jantung Azly berdetak kacau


"Pantas saja kau tak memberiku kabar, rupa nya kau sedang bersenang-senang sekarang" ucap Azly senyum dipaksakan


Malam itu Azly hanya menangis, dan tak bisa tidur di tambah seharian ia tak makan apapun. untung saja besok hari minggu jadi ia bisa beristirahat.


Tok!


Tok!


Tok!


Ibu Santi melenggang masuk, sambil membawa nampan berisi nasi dan susu hangat.


"Nak, ini ibu membawakan mu makanan. dari siang kau belum makan apa-apa. kamu kenapa apa ada, masalah? ucap wanita paruh baya itu.


"Gak usah repot-repot bu, aku gak papa kok ibu tidur aja" ucap Azly di bawah selimut tebal


Entah mengapa badan nya kini terasa meriang, ia pusing, kelopak mata nya panas, dan lemas. melihat itu Bu santi menempelkan punggung tangan di kening Alzy.

__ADS_1


"Azly kamu demam, kenapa gak panggil ibu sih" ucap Ibu Santi khawatir


"Besok kita berobat ke rumah sakit, sekarang kamu istirahat ini sudah pukul 9 malam lewat nak" tambah wanita paruh baya itu lalu melenggang keluar


Malam itu Azly tak dapat memejamkan mata nya tenang, hati dan pikiran nya ntah ke mana.


Sungguh tersiksa ia malam itu mengingat foto, yang di kirimkan Sania


"Baik lah kalo memang ini mau kamu, jika memang karena dia masa lalu mu" gumam Azly dengan mata yang berembun


Mita dan Iqbal tengah berada di pasar malam, sedang menaiki kincir angin raksasa. Tiba-tiba Iqbal mengatakan sesuatu yang membuat Mita terdiam sejenak.


"Mita, pacaran yuk" kata Iqbal


"A-apa maksud kakak apa" tanya Mita bingung


"Ya, ayok kita pacaran kaya Orang-orang" celetuk Iqbal


"Ih kok gini sih cara nembak nya, gak seru" ucap Mita


"He-he maaf ya aku gak bisa sweet kaya orang, tapi aku akan berusaha jadi yang terindah buat kamu aku janji mit" ucap Iqbal serius.


"Aku bingung" kata Mita


"Kalo kamu nolak, aku akan dorong kamu di bawah nanti biar kamu jatuh" ancam Iqbal


"Ih kalo dorong mah dari atas, kalo di bawah itu kesungkur kak" omel Mita


"Ha-ha-ha, iya jadi gimana pokok nya harus mau aku maksa" tanya Iqbal lagi


"Iya mau" ucap Mita malu


Kincir angin menjadi saksi bisu pemaksaan Iqbal malam itu.


Kini Bahram telah berada di dalam ruangan ICU, tempat pak Yansen dirawat ia tak dapat Membendung air mata nya. cukup lama Bahram berada di dalam ruangan itu


"Pah ini Bahram, ayo bangun pah papa harus sembuh" bisik Bahram di telinga pak Yansen yang tak sadarkan diri.


"Bahram keluar dulu ya pa, papa istirahat dulu pokok nya besok harus udah bangun" ucap Bahram lalu keluar meninggal kan ruangan itu.


"Mah, udah ya jangan nangis lagi ada Bahram disini" tenang Bahram sambil memeluk sang Mama.


"Mama takut papa mu kenapa-napa nak" ucap Mama Lely takut dengan pipi yang di penuhi buliran bening dari tadi


"Gak, papa pasti sehat kok Bahram yakin" kata Bahram padahal ia sendiri sama takut nya.


"Gimana istri, kamu? apa kamu sudah memberi dia kabar" tanya wanita paruh baya itu


"Oh iya belom mah, Bahram lupa lagian HP ku lowbat" jelas Bahram


"Cepat isi daya nya, dia pasti cemas memikirkan mu" ucap Mama Lely


Setelah itu Bahram pergi ke hotel untuk beristirahat, setelah membersihkan diri ia Teringat dengan sang Istri. yang tak ia beri kabar dari kemarin, segera ia mengisi daya Ponsel nya itu


"Gimana keadaannya ya" pikir Bahram


"Ah pasti baik-baik saja lagian juga dia, berada di rumah ayah dan ibu besok aja lah Aku nelpon" gumam Bahram

__ADS_1


Bahram sudah terlelap dengan tubuh lelah Nya, ditambah lagi kepala nya sekarang tengah di penuhi oleh keadaan papa nya.


Bahram Terlalu menyepelekan, hal kecil contoh nya komunikasi. padahal ada seseorang yang tengah menunggu kabar dari nya.


Tak lama masuk lah telepon dari mama Lely, membangun kan Bahram.


Bahram📞


"Halo mah, ada apa" tanya Bahram


^^^Mama Lely📞^^^


^^^"Cepat kemari, papa sudah sadar dan dia mecari mu" ucap wanita paruh baya itu^^^


Bahram📞


"Bahram ke sana sekarang ma" ucap Bahram yang langsung meloncat mengambil jaket


Keberadaan hotel yang tak jauh, dari rumah sakit membuat Bahram tak perlu waktu lama. untuk segera sampai. dan jam sudah menunjukkan pukul 11 malam di Jerman.


Setelah sampai Bahram langsung masuk ke ruang ICU, karena hanya boleh satu orang yang besuk mama Lely menunggu diluar.


"Pah ini Bahram, aku sudah ada disini pah" ucap Bahram senang melihat sang papa telah siuman


"Bahram, mana istri mu kenapa kau tak membawa nya" tanya pak Yansen


"Istri Bahram gak ikut pah, dia pasti baik-baik saja papa jangan pikirkan itu" jelas Bahram


"Bahram, tolong kau jaga istri mu itu dia wanita baik. sayangi dia jangan kau sia-sia kan demi kerikil diluar sana" nasehat pria Paruh baya itu.


"Tolong berikan hadiah papa untuk nya, yang berada di dalam laci kamar utama, hadiah saat dia tampil di pentas waktu itu" ucap pak Yansen terbata lalu ia sudah tak sadarkan diri


"Pah, bangun pah" seru Bahram panik


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa


Like


Vote


komen


terimakasih sudah mampir😘

__ADS_1


Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️


__ADS_2