
...
"Dari Mas Muhammad Dimas Prasetyo. Wah, akunnya laki-laki nih. Dari tadi cewek mulu ya? Pertanyaanya... Kenapa Mas Tian cocuit banget sih? Oh ya ampun ya ampun ya ampun. Maaasss... Kamu jangan belok ya... Please Kak Muhammad Dimas harusnya bilang cocuit itu sama aku, Kak. Jangan suamiku. Ku tak relaaa..."
Mas Tian si ganteng kalem cuma tersenyum tipis.
"Mas, katanya cocuit Mas."
"Ya. Terima kasih."
"Kok makasih! Mas seneng ya?"
"Ya terus Mas harus jawab apa? Mungkin dia bilang so sweetnya Mas ke kamu kali Yang."
"Bisa jadi sih. Emang Mas so sweet? Kayaknya Mas bukan tipikal yang so sweet deh. Love language Mas itu bukan words of affirmation deh. Mas Tian ini guys, jarang banget manggil sayang, love, darling atau panggilan sayang gitu. Mas Tian itu manggilnya tetep Yang ya karena namaku Yayang. Kalau namaku Titi juga dia pasti manggilnya Ti. Manggil Sayang itu kalau ngerayu aku ngambek atau ada maunya doang."
__ADS_1
"Kamu juga sama."
Aku terbahak, "iya sih. Aku juga. Aku lebih ke physical touch (sentuhan) ya Mas? Soalnya aku senengnya neplokin dia, senderan, ngelus-ngelus. Gitu-gitu. Kalau Mas lebih ke acts of service (pelayanan). Bikinin aku sarapan, bikinin aku dinner. Dia jago masak lho. Keren deh pokoknya. Chef Juna mah lewat."
"Eh, Mas... Udah lama kita ngobrol. Gak kerasa ya, saking serunya. Kita... Lanjut nanti aja ya guys. Next, kalian mau Mas Tian ngapain? Tulis di kolom komentar ya..."
"Yang, kok Mas lagi?"
"Emang kenapa? Coba deh voting, kalian lebih suka aku ngonten bareng Mas Tian atau sendiri? Jawab juga yaa..."
"Duh, haus. Lumayan juga udah lama gak cuap-cuap depan kamera," gumamku seraya beranjak sementara Mas Tian merapikan tripod dan kamera yang terpasang.
"Kamu kok bilang gitu sih ke netizen? Kita kan cuma deal buat QnA doang," protes Mas Bojo.
"Ya kalau rame kenapa gak lanjut aja? Kan mereka penasaran sama Mas. Sayang dong, kalau trafiknya nanti turun kalau gak ada Mas," jawabku setelah menandaskan minuman dalam gelas.
__ADS_1
"Aduh. Kalau bukan istri sendiri yang minta..." gumamnya.
"Emang kenapa sih? Rugi banget kayaknya."
"Mas dapat juga dari adsense gak nih?" tanyanya.
"Emang Mas mau?"
"Enggak. Mas maunya lanjutin yang tadi aja," ujarnya seraya memelukku.
"Yang tadi apa?"
Mas Tian mencium bibirku. Aaahhh... Lemaah... Lemaah... Gak jadi jual mahal...
...Tinggal satu atau dua part terakhir yaaa... ...
__ADS_1
...Itupun kalau gak boseennn hihi.... ...