
"Paman Anwar. " Ucap Jimi kepada Alex.
"Bearti memang dugaanku selama ini tidak salah,karena aku lihat dia seperti menyembunyikan sesuatu dari kita. " Jawab Alex kepada Jimi.
"Bagaimana kalau kita langsung saja lenyapkan. " Usul Jimi kepada Alex dengan menggebu-gebu.
"Tunggu dulu, jangan sampai kita mengambil tindakan yang salah." Ucap Alex.
"Lantas apa yang harus kita lakukan, Lex...? " Tanya Jimi kepada Alex.
"Kita awasi dia. " Jawab Alex kemudian.
"Baiklah,aku akan mengurusnya. " Balas Jimi.
Jimi mendekat ke arah Adelia yang berbaring lemah. "Bos cepatlah bangun, kami membutuhkan kehadiranmu. " Gumam Jimi pelan.
"Dokter bilang, harapan untuk bangun atau sadar sangatlah kecil. Kita mohon keajaiban dari yang maha kuasa, karena yang maha kuasa lah yang mengatur segala nya. " Ucap Alex kepada Jim.
"Benar yang kamu ucapkan itu,kita pasrahkan semua pada yang di atas. Tuhan Yang Maha Esa. " Jawab Jimi kemudian.
Alex pun menganggukkan kepala nya.
"Kalau begitu aku pulang dulu,kalau kamu butuh apa-apa hubungi saja aku. " Ucap Jimi kepada Alex. Alex pun menganggukkan kepala nya.
Jimi pun pergi dari sana. Setelah kepergian Jimi datanglah seorang pemuda yang mengaku kekasih Adelia.
"Permisi,"Sapa orang tersebut dengan wajah datar.
Alex pun menoleh ke arah sumber suara, dan berkata. " Maaf siapa ya...? "Jawab Alex sesudah melihat orang tersebut, karena dirinya merasa belum pernah melihat pemuda tersebut.
" Adelia...! "Seru orang tersebut tanpa menjawab ucapan dari Alex. Pemuda tersebut langsung masuk ke dalam kamar Adelia di rawat.
Menyadari hal itu, Alex pun berkata. " Hai...! Siapa kamu...?! "Seru Alex emosi, karena melihat tingkah laku pemuda tersebut.
Alex hendak melangkah mendekati pemuda tersebut, namun aksi nya dihentikan oleh pemuda tersebut. Dengan mengacungkan tangannya ke arah Alex. Setelah itu ia pun menghadap ke arah Alex.
" Aku Morgan, kekasih Adelia. "Ucap pemuda tersebut dengan tenang.
" Tidak mungkin, bos kami tidak pernah mengaku memiliki kekasih. "Jawab Alex dengan nada bicara datar.
__ADS_1
" Tidak semua hal pribadi Adelia,akan ia ceritakan kepada sembarang orang. Dia juga punya privasi nya sendiri. "Ucap Morgan kepada Alex dengan nada bicara santai.
" Apa kamu punya bukti, kalau kamu adalah kekasih bos kami...?! "Tanya Alex dengan nada bicara penuh menyelidik.
" Banyak, sangat banyak. "Ucap Morgan sembari melemparkan beberapa foto dirinya bersama dengan Adelia yang tengah bermesraan.
"Semoga dia tidak menyadari kalau ini adalah foto hasil editan. " Batin Morgan dengan menyembunyikan perasaan was-was. Karena dia tahu kalau hidup nya kini tengah di pertaruhkan.
Alex mengambil foto tersebut dan melihat nya dengan seksama.Setelah ia amati ternyata dia tahu kalau foto tersebut adalah foto hasil editan.
"Dia pikir aku bodoh,bisa dia bodohi dengan foto hasil editan ini...? Baiklah aku akan diam saja, aku mau tahu apa yang ia inginkan. " Batin Alex dalam hati.
"Bagaimana, apakah sekarang kamu percaya kalau aku ini kekasih dari bosmu Adelia...? " Ucap Morgan setelah melihat Alex memandangi foto-foto tersebut.
"Yes, aku berhasil mengelabui diri nya. Dasar bodoh...! " Batin Morgan dengan mencibir Alex dari dalam hati nya.
Alex tersenyum garing, "Baiklah aku ikuti permainanmu. " Gumam Alex dalam hati.
"Ya,tapi tak sepenuhnya percaya. " Jawab Alex.
"Terserah engkau saja, aku tidak mau perduli. " Ucap Morgan kemudian kepada Alex.
Morgan menghentikan aksinya sebentar dan melihat ke arah Alex yang tengah menahan amarah nya.
"Mati aku, jika dia tahu aku berbohong. Habislah aku... " Batin Morgan di dalam hati.
Morgan pun melanjutkan lagi peran nya sebagai kekasih pura-pura Adelia.
"Sayang, lihatlah dia...! Dia melihatku, seakan aku ini adalah musuhnya. Dia seperti mau menghabisi aku, sayang...?Sayang cepatlah bangun,aku ingin kamu menjelaskan kepada mereka kalau aku ini adalah kekasihmu, bukan musuhmu. " Ucap Morgan panjang lebar.
Di zaman Kuno.
Malam ini ratu Pancawati tidur lebih awal dari hari biasanya. Ia kecapean karena seharian di suruh ibu Suri untuk menemaninya berjalan-jalan di keliling istana.
Adelia atau ratu Pancawati tidak tahu kalau malam ini akan ada serangan dari musuh.
Seluruh istana telah di kepung oleh musuh. Ibu Suri di tangkap oleh musuh begitu juga dengan para selir-selir raja Anton Atmaja termasuk selir Praweswari. Sedangkan yang mulia raja Anton Atmaja tengah bertarung mati-matian memperjuangkan istana nya.
Pintu kamar ratu Pancawati di dobrak keras, sehingga membuat dia terkejut.
__ADS_1
"Bisa pelan tidak kalau membuka pintu, hah...! Mengganggu tidur orang saja. " Keluh ratu Pancawati atau Adelia tanpa melihat siapa yang telah mendobrak pintu kamar nya.
"Maafkan hamba yang mulia ratu. " Ucap dayang Sumi.
"Ratu Pancawati,ayo cepatlah ikut hamba...! " Ucap dayang Sumi dengan berhati-hati.
"Bi Sumi, apa yang terjadi...? Kenapa kamu mengendap-endap seperti ini...? " Tanya ratu Pancawati.
Dayang Sumi pun mendekati yang mulia ratu, "Ratu, kita di serang. Ayo kita lari menyelamatkan diri. " Ucap dayang Sumi kepada ratu Pancawati dengan berbisik.
"Oleh siapa...? Em maksudku diserang oleh Kerajaan mana...? " Tanya ratu Pancawati kepada dayang Sumi.
Dayang Sumi pun menjawab, "Mohon ampun yang mulia ratu, hamba tidak tahu. " Jawab dayang Sumi kepada yang mulia ratu Pancawati.
"Ayo ratu...! " Ajak dayang Sumi kepada ratu Pancawati.
Ratu Pancawati pun menganggukkan kepala nya, dan mengikuti langkah kaki dayang Sumi. Baru beberapa langkah saja, Adelia atau ratu Pancawati teringat akan yang mulia ibu Suri.
"Tunggu bi Sumi, bagaimana dengan yang mulia ibu Suri...? " Tanya ratu Pancawati kepada dayang Sumi.
"Yang mulia ibu Suri,telah di tangkap gusti ratu. " Ucap dayang Sumi kepada yang mulia ratu Pancawati.
"Apa...? Kalau begitu kita harus menyelamatkan ibu Suri dulu bi Sumi. " Ucap ratu Pancawati kepada dayang Sumi.
"Tapi ratu, " Jawab dayang Sumi yang belum selesai, karena yang mulia ratu Pancawati telah pergi meninggalkan nya.
Mau tidak mau akhirnya dayang Sumi pun menyusul sang ratu.
Melihat dayang Sumi yang mengikuti nya di belakang. Adelia atau ratu Pancawati pun berkata, "Bi Sumi, dimana yang mulia ibu Suri berada...? " Tanya Adelia atau ratu Pancawati kepada dayang Sumi.
"Ibu Suri dan yang lain di sekap di aula depan,yang mulia ratu. " Jawab dayang Sumi kepada ratu Pancawati.
"Sedangkan sang raja ada di depan istana melawan musuh. " Ucap dayang Sumi kemudian kepada ratu Pancawati.
"Aku tidak tanya, soal dia...! " Jawab ratu Pancawati dengan nada tak peduli.
"Tapi ratu,, " Ucap dayang Sumi yang berhenti karena ucapan nya di hentikan oleh ratu Pancawati.
"Sudahlah,ayo cepat kita selamatkan mereka." Ucap ratu Pancawati dengan nada bicara tegas.
__ADS_1