
Setelah ratu Pancawati bergumam demikian datanglah seorang dayang, yang berpenampilan aneh.
"Permisi yang mulia ratu Pancawati, bolehkah hamba masuk,hamba membawa makanan untuk yang mulia ratu Pancawati...? " Tanya dayang tersebut kepada ratu Pancawati dari luar kamar ratu.
"Ya, masuklah...! " Jawab ratu Pancawati dari dalam kamar nya.
"Cekrek... " Bunyi pintu kamar di buka, dan setelah itu dengan terburu-buru dayang tersebut menutup pintu, dan hal itu tidak di sadari oleh ratu Pancawati.
Dayang tersebut pun langsung mendekati ratu Pancawati.
"Putri Pancawati, ini aku pangeran Agra. " Ucap dayang tersebut yang ternyata adalah pangeran Agra yang sedang menyamar.
Seketika Adelia atau ratu Pancawati pun terkejut.
"Kau pangeran Agra...!? " Seru ratu Pancawati kaget.
Pangeran Agra langsung saja membekap mulut yang mulia ratu Pancawati.
"Apa yang kau lakukan pangeran Agra...? " Ucap Adelia atau ratu Pancawati dengan melebarkan kedua bola mata nya, sebab dengan tiba-tiba mulut nya di bekap oleh pangeran Agra. Namun belum sempat ratu Pancawati mendengar jawaban dari pangeran Agra, ia malah sudah pingsan terlebih dahulu. Sebab pangeran Agra sengaja membuat ratu Pancawati pingsan, untuk lebih mudah ia membawa lari sang ratu. Pangeran Agra menyembunyikan ratu Pancawati di dalam kotak besar tempat makanan yang ia bawa.
"Maafkan aku putri Pancawati. " Gumam pangeran Agra. Ia pun langsung pergi dari sana tanpa di curigai oleh para pengawal. Karena mereka tahu jika kotak tersebut memang untuk menyimpan makanan para orang kerajaan seperti ratu atau pun raja.
Setelah berhasil lolos dari sana atau istana, pangeran Agra pun membawa ratu Pancawati ke sebuah tempat yang jauh dari istana.
Setelah cukup lama pingsan akhirnya Adelia atau ratu Pancawati pun tersadar dari pengaruh obat bius tersebut.
"Dimana aku...? " Ucap nya dengan mengedarkan pandangan nya ke segala arah.
"Tempat apa ini...? " Ucap nya sembari berusaha untuk duduk.
"Kepalaku sangat pusing, apa yang telah dilakukan oleh pangeran Agra...? " Gumam Adelia atau ratu Pancawati pelan.
"Berani sekali ia melakukan hal ini kepadaku... " Ucap Adelia atau ratu Pancawati dengan berbagai pertanyaan yang sangat mengganggu diri nya.
Datanglah pangeran Agra, "Kau sudah sadar putri Pancawati...? " Tanya pangeran Agra kepada ratu Pancawati.
"Kau...! " Seru ratu Pancawati dengan memegangi kepala nya yang masih terasa pusing.
__ADS_1
"Minumlah ini putri, " Ucap pangeran Agra dengan memberikan secangkir gelas kepada yang mulia ratu Pancawati.
"Apakah ini racun, pangeran...?!! " Tanya Adelia atau ratu Pancawati dengan penuh nada menyelidik sembari menerima cangkir tersebut.
"Hahaha..., kau ini terlalu berlebihan Putri Pancawati. Dan mana mungkin aku meracuni kekasihku sendiri,orang yang paling kucintai." Jawab pangeran Agra dengan tertawa.
"Kekasih,siapa yang kau sebut kekasih pangeran Agra...?!! " Seru Adelia atau ratu Pancawati dengan penuh tanya.
"Ayolah putri Pancawati, jangan membuatku bingung. " Jawab pangeran Agra.
"Kau lah yang membuatku bingung, pangeran Agra...? " Ucap Adelia atau ratu Pancawati.
"Putri Pancawati benar tidak mengenaliku...? Apa karena raja, kau dengan mudah melupakan diriku. " Tanya balik pangeran Agra kepada ratu Pancawati.
"Aku tidak mengerti tentang semua ucapan yang kau katakan, pangeran Agra. Kenapa hari ini kalian berdua mengucapkan kata-kata yang tidak aku pahami atau aku mengerti...? " Ujar Adelia atau ratu Pancawati dengan penuh tanda tanya.
"Bisakah kalian berbicara langsung ke intinya saja...? " Tanya ratu Pancawati kemudian.
Pangeran Agra pun terdiam, ia memikirkan bagaimana cara untuk menyakinkan sang putri untuk mempercayai nya, jika ia benar kekasih nya.
Ratu Pancawati mendengarkan cerita pangeran Agra dengan seksama.
"Jika selir Praweswari adalah teman baikku, lantas kenapa ia sangat membenciku...? " Tanya ratu Pancawati kepada pangeran Agra.
"Karena engkau telah menerima lamaran dari raja Anton Atmaja, kakakku. " Jawab pangeran Agra dengan nada penuh kecewa.
"Jika kau tahu kenapa kau tidak melarang nya, pangeran Agra...? " Tanya ratu Pancawati kepada pangeran Agra.
"Waktu itu aku tengah di perintahkan oleh sang raja untuk menjaga perbatasan. " Jawab pangeran Agra.
"Dan dari mana kau mengetahui semua cerita ini...? Tanya ratu Pancawati kepada pangeran Agra.
" Dari selir Praweswari. "Jawab pangeran Agra.
" Selir Praweswari, bukankah ia sangat membenciku. Bisa saja ia mengarang semua cerita ini. "Ucap Adelia atau ratu Pancawati kepada pangeran Agra.
Namun pangeran Agra hanya diam saja, tanpa menjawab pertanyaan dari ratu Pancawati.
__ADS_1
Sedangkan di dalam istana. Semua orang kebingungan mencari keberadaan sang ratu. Termasuk dayang Sumi, ia juga merasa was-was jika sampai sang ratu menghilang.
" Gusti ratu,engkau dimana...? "Gumam dayang Sumi kepada diri nya sendiri.
Raja Anton Atmaja tak kalah bingung,mencari sang ratu.
" Pergi kemana kau, ratu Pancawati. Kenapa kau pergi, pada saat aku mulai mempunyai perasaan ini. "Gumam raja Anton Atmaja pelan.
" Aku baru menyadari nya kalau ternyata aku mencintaimu ratu Pancawati. "Ucap raja Anton Atmaja kemudian.
Tanpa sang raja sadari,kalau ternyata diri nya tengah di awasi oleh ibu Suri.
" Ibunda tahu, kalau dirimu mencintai ratu Pancawati anandaku. "Ucap yang mulia ibu Suri pelan.
" Ibunda akan membantumu untuk menemukan kembali ratu Pancawati. "Ucap ibunda ibu Suri.
" Dayang Sumi, benarkah kau tidak tahu apa-apa...? "Tanya yang mulia ibu Suri kepada dayang Sumi.
" Hamba benar tidak tahu apa-apa yang mulia ibu Suri. "Jawab dayang Sumi kepada ibu Suri.
" Pengawal cepat cari dimana ratu Pancawati berada. Cari di seluruh penjuru istana ini...! "Perintah yang mulia ibu Suri kepada para pengawal istana.
Mereka pun berpencar mencari keberadaan yang mulia ratu Pancawati.
Datanglah selir Praweswari di hadapan ibunda ibu Suri.
" Hormat hamba yang mulia ibu Suri, hamba ingin memberitahu kalau hamba tadi melihat pangeran Agra membawa ratu Pancawati pergi dari istana ini, ibunda ibu Suri. "Ucap selir Praweswari kepada Ibu Suri Fitria.
Ibu Suri yang mendengar nya pun langsung terkejut mendengar ucapan dari sang selir.
" Apa yang kau katakan selir Praweswari, mana mungkin pangeran Agra melakukan hal seperti itu...! "Seru ibu Suri dengan nada penuh amarah.
" Mohon ampun ibu Suri, hamba tidak berani berbohong. "Jawab selir Praweswari dengan penuh yakin.
" Jika ibu Suri tidak percaya, tanyakan saja pada para dayang yang mendandani ratu Pancawati. "Jawab selir Praweswari dengan berbohong.
" Tidak mungkin...! "
__ADS_1