KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK

KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK
MEYAKINKAN


__ADS_3

"Apakah selama ini, gusti ratu Pancawati tidak pernah mencintai paduka raja Anton Atmaja...? " Pikir dayang Sumi.


"Mohon ampun gusti ratu,kapan yang mulia ratu Pancawati bertemu dengan pangeran Agra...? " Tanya dayang Sumi kepada yang mulia ratu Pancawati.


"Tadikan aku sudah bilang, tadi pagi...! " Ucap Adelia atau ratu Pancawati menjawab pertanyaan dari dayang Sumi dengan nada bicara kesal.


"Seingat hamba, pangeran Agra saat ini tidak ada di istana. Karena beliau di tugaskan untuk menjaga wilayah perbatasan oleh sang raja. " Jawab dayang Sumi dengan mengingat-ingat sesuatu.


"Apa kau kira aku sedang bercanda, bi Sumi...? " Tanya Adelia atau ratu Pancawati.


"Mohon ampun gusti ratu, " Jawab dayang Sumi dengan menundukkan kepala nya.


"Aku berulang kali bertemu dengan dia, pangeran Agra. Dan terakhir kali bertemu pagi tadi, di taman istana. " Ucap Adelia atau ratu Pancawati.


"Mungkin saja hamba yang tidak tahu jika pangeran Agra tengah berkunjung kemari. " Jawab dayang Sumi.


"Semua itu tidak penting bi Sumi,yang terpenting saat ini. Bagaimana caranya, agar aku bisa mengobati perasaan aneh ini. Karena aku akui, perasaan aneh ini sangatlah menggangguku sejak tadi. " Ucap Adelia atau ratu Pancawati kepada dayang Sumi.


Dayang Sumi pun tersenyum,dan berkata.


"Bagaimana kalau sekarang yang mulia ratu Pancawati, beristirahat dulu. Siapa tahu nanti setelah bangun gusti ratu Pancawati sudah tidak memikirkan tentang perasaan aneh yang gusti ratu Pancawati rasakan saat ini. " Ucap dayang Sumi kepada Adelia atau ratu Pancawati.


"Ya, ide bagus itu. " Seru Adelia atau ratu Pancawati dengan tersenyum.


Dayang Sumi pun menjawabnya dengan menganggukkan kepala nya.


Adelia atau ratu Pancawati pun akhirnya tidur. Sedangkan dayang Sumi, ia tengah sibuk dengan pemikiran nya sendiri.

__ADS_1


"Apakah mungkin gusti ratu Pancawati menyukai pangeran Agra...?Sedangkan gusti ratu Pancawati sudah memiliki raja Anton Atmaja sebagai suami nya...? " Pikir dayang Sumi.


"Tidak mungkin kan kalau seorang ratu memiliki dua orang raja...? " Pikir dayang Sumi lagi.


"Aku ini bicara apa...? " Ucap dayang Sumi dengan menepuk kepala nya sendiri.


Setelah itu dayang Sumi pun pergi dari sana.


Kurang lebih dua jam sudah Adelia atau ratu Pancawati tidur,ia pun kini sudah bangun dari mimpi-mimpi indahnya.


"Bi Sumi...! " Panggil Adelia memanggil dayang Sumi.


Tak berselang waktu lama, dayang Sumi pun datang.


"Hamba yang mulia ratu. " Jawab dayang Sumi sembari menundukkan kepala nya.


"Tentu boleh yang mulia ratu. " Jawab dayang Sumi sembari tersenyum.


"Sebentar gusti ratu. " Ucap dayang Sumi kemudian.


Adelia atau ratu Pancawati hanya menganggukkan kepala nya, menjawab ucapan dari dayang Sumi.


"Monggo gusti ratu, ini air nya." Ucap dayang Sumi setelah mengambil air minum untuk ratu Pancawati dan memberikan nya.


"Terima kasih bi Sumi, " Jawab Adelia atau ratu Pancawati sembari menerima air minum tersebut.


Adelia atau ratu Pancawati pun meminum air minum tersebut.

__ADS_1


"Glek... glek... glek... " Bunyi suara Adelia atau ratu Pancawati meminum air.


"Lega." Ucap Adelia atau ratu Pancawati setelah selesai menenggak air.


"Aku ingin mengadakan sebuah pertemuan di aula. Apakah boleh, atau aku harus meminta izin terlebih dahulu kepada raja Anton Atmaja...? " Tanya Adelia atau ratu Pancawati kepada dayang Sumi dengan memasang wajah polos.


"Untuk apa yang mulia ratu ingin mengadakan sebuah pertemuan...? " Tanya dayang Sumi kepada ratu Pancawati.


"Untuk mencari tahu, kebenaran yang aku rasakan. " Jawab Adelia atau ratu Pancawati.


"Perasaan aneh itu memang sudah hilang, namun aku takut jika perasaan itu kembali lagi. Maka dari itu aku inginkan sebuah pertemuan yang di hadiri oleh para pria saja. Agar aku bisa tahu, siapa yang telah membangun perasaan aneh yang aku rasakan ini. Aku akui, aku sangatlah terganggu dengan perasaan aneh ini. Jika aku menemukan orang nya, aku pastikan akan membuat nya menyesal. " Ucap Adelia atau ratu Pancawati kepada dayang Sumi.


Di zaman modern.


Dandi tengah menyiapkan diri untuk menjadi tunangan Adelia.


Berpura-pura menjadi tunangan Adelia itu sama saja bermain-main dengan maut.


"Aku harus beritahu bos, kalau ternyata selama ini Adelia tidak pernah pergi ke London. Ternyata selama ini Adelia mengalami koma, setelah mengalami kecelakaan. " Ucap Dandi pada diri nya sendiri.


"Bos pasti akan senang mendengar kabar ini. Akhirnya sekian lama, aku bisa mendapatkan informasi tentang Adelia si harimau wanita itu. " Ucap Dandi lagi.


"Dan akhirnya aku bisa bertemu dengannya, walaupun ia dalam keadaan koma. " Ucap Dandi.


"Sayang, sudah siap...? " Ucap bibi Klara yang baru turun dari mobil nya. Karena saat ini, Dandi sedang berada di teras rumah nya menunggu jemputan dari bibi Klara.


"Sudah sayang, malahan dari tadi. " Jawab Dandi bohong, padahal ia baru keluar dari dalam rumah nya.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang,karena aku telah membuatmu menunggu. " Ucap bibi Klara merasa bersalah karena diri nya terlambat menemui Dandi


__ADS_2