
"Baiklah ratu Pancawati. " Jawab pangeran Agra.
Pangeran Agra pun mengajak ratu Pancawati ke luar daripada istana nya. Ia berniat mengajak ratu Pancawati ke salah satu tempat dimana ia dulu pertama kali bertemu dengan ratu Pancawati.
"Aku tahu engkau kehilangan ingatanmu tentang aku putri Pancawati. Maka dari itu, aku ingin membuatmu kembali ingat tentang kenangan indah yang kita pernah lewati bersama. " Batin pangeran Agra di dalam hati, sembari tersenyum lembut ke arah sang ratu.
"Ya, itu jawaban yang aku inginkan. " Seru ratu Pancawati dengan mengembangkan senyuman ke arah sang pangeran.
"Senyum itu, senyum yang selalu aku rindukan. " Gumam pangeran Agra di dalam hati nya.
"Semoga aku, bisa kembali melihat senyuman itu putri Pancawati. " Batin pangeran Agra lagi.
"Ayo pangeran Agra, ayo...! Aku sudah tidak sabar untuk bisa menghirup udara bebas di luar sana. " Ucap ratu Pancawati atau Adelia.
"Baiklah putri, tunggulah sebentar. " Jawab pangeran Agra.
"Oke...! " Sahut ratu Pancawati dengan tidak sabaran.
Pangeran Agra pergi sebentar untuk mengambil sesuatu. Setelah itu, ia pun kembali dengan memakai pakaian yang berbeda. Tidak lupa pangeran Agra juga membawakan pakaian untuk putri Pancawati.
"Kenapa engkau merubah penampilanmu, pangeran Agra...? " Tanya putri Pancawati setelah melihat penampilan pangeran Agra yang telah berganti pakaian.
"Kita harus menyamar, putri Pancawati. Aku tidak mau ada orang yang mengenali kita nanti saat keluar. " Ucap pangeran Agra kepada ratu Pancawati.
"O, ya. Aku lupa, jika saat ini engkau menculikku. " Jawab ratu Pancawati dengan asal.
"Aku berterima kasih kepadamu pangeran Agra, karena kau telah menyelamatkan aku dari kebingungan yang melandaku pada malam itu. " Batin ratu Pancawati.
Mendengar ucapan dari sang ratu, pangeran Agra pun berkata.
"Menculik...? Apakah engkau merasa aku culik putri Pancawati...? " Tanya pangeran Agra agak sensitif.
"Ya," Jawab ratu Pancawati dengan singkat.
"Maafkan aku putri Pancawati, jika aku telah membuatmu tidak nyaman. " Gumam pangeran Agra pelan.
"Ya, aku maafkan. Tapi bolehkan aku, meminta sesuatu darimu pangeran Agra...? " Ucap ratu Pancawati atau Adelia kepada pangeran Agra.
"Apa...? " Jawab pangeran Agra.
"Jangan panggil aku dengan panggilan ratu Pancawati atau putri Pancawati. " Ucap ratu Pancawati kepada pangeran Agra.
"Lalu, aku harus memanggilmu dengan panggilan apa...? " Tanya pangeran Agra kepada ratu Pancawati dengan nada bicara bingung.
__ADS_1
"Cukup panggil saja namaku, Pancawati. " Jawab ratu Pancawati atau Adelia dengan menekankan kata pada di setiap ucapan nya.
"Baiklah, aku akan memanggil namamu saja kalau begitu. " Ucap pangeran Agra dengan tersenyum.
"Oke...! Ayo kita berangkat sekarang...! " Ajak Adelia atau ratu Pancawati kepada pangeran Agra.
"Ganti dulu pakaianmu, Pancawati...! " Seru pangeran Agra.
"Baiklah,kalau begitu tunggulah sebentar. " Jawab ratu Pancawati atau Adelia.
"Ya, akan aku tunggu. " Jawab pangeran Agra dengan mengembangkan senyuman.
Ratu Pancawati yang melihat senyuman dari pangeran Agra pun, kembali lagi merasakan perasaan aneh yang ia rasakan beberapa hari yang lalu.
"Perasaan ini muncul kembali, aku benar-benar gila jika perasaan aneh ini kembali lagi. Bagaimana aku bisa mengatasinya...? " Gumam ratu Pancawati di dalam hati.
Ratu Pancawati pun segera memakai pakaian tersebut. Setelah itu barulah ia menemui kembali pangeran Agra.
"Kau sudah siap Pancawati...? " Ucap pangeran Agra kepada ratu Pancawati.
"Ya, aku sudah siap. " Jawab ratu Pancawati menjawab ucapan dari pangeran Agra.
"Ayo...! " Ajak pangeran Agra.
Namun hal itu tidak membuat ratu Pancawati tertarik, ia malah dengan santai nya melewati kereta kuda tersebut.
Pangeran Agra yang melihat nya pun menghentikan langkah kaki ratu Pancawati.
"Kau mau kemana Pancawati...? " Tanya pangeran Agra kepada ratu Pancawati.
Ratu Pancawati pun menghentikan langkah kaki nya, lalu ia menoleh ke belakang dan membalikkan tubuh nya.
"Mau jalan-jalankan...? " Jawab ratu Pancawati.
"Kita naik kereta kuda ini Pancawati. " Seru pangeran Agra sembari menunjukkan jari nya ke arah kereta kuda di depan nya itu.
Sang ratu pun melihatnya sejenak, lalu berkata.
"Aku bilang, aku ingin jalan-jalan pangeran Agra. Bukan naik kereta kuda seperti yang kau inginkan ini. Percuma saja kalau kita merubah penampilan kita, jika ujung-ujungnya kita masih sama saja. " Ucap ratu Pancawati atau Adelia kepada pangeran Agra.
"Ya, baiklah terserah dengan dirimu saja. " Jawab pangeran Agra mengalah, karena ia tidak mau membuat ratu Pancawati berubah pikiran untuk pergi jalan-jalan. Yang artinya ia kehilangan kesempatan untuk membuat ratu Pancawati mengingat kembali tentang masa lalu nya, tentang masa-masa indah saat bersama nya dulu.
"Pengawal, kalian ikuti kami dari belakang...!" Perintah pangeran Agra kepada para pengawal nya.
__ADS_1
"Baik, pangeran. " Jawab mereka serentak.
Lagi dan lagi, hal itu membuat Adelia atau ratu Pancawati kesal.
"Kenapa kamu mengajak mereka pangeran Agra...?! " Tanya ratu Pancawati kepada pangeran Agra.
"Untuk pengamanan saja ratu Pancawati. Ops, Pancawati maksud aku. " Jawab pangeran Agra.
"Terserah engkau saja pangeran Agra. " Ucap ratu Pancawati kemudian. Ia tidak ingin membuat ribet lagi. Sudah cukup perasaan nya membuat diri nya kacau.
Pangeran Agra pun menghampiri ratu Pancawati dan berjalan di dekat sang ratu. Hal ini membuat Adelia atau ratu Pancawati menjadi tidak karuan.
"Deg, deg, deg. " Bunyi suara jantung ratu Pancawati berdetak dengan lebih keras nya.
"Kurasa aku sakit,ada apa dengan jantungku. Kenapa ia berdetak terlalu kencang tidak seperti biasa nya. " Keluh ratu Pancawati pelan.
"Apa yang terjadi dengan perasaan ini, kenapa ia kembali lagi. Sungguh membuatku bingung, perasaan dan jantungku tidak karuan rasanya. Aku akan abaikan saja. " Putus ratu Pancawati.
Mereka pun berjalan ke arah tempat yang sudah di siapkan oleh pangeran Agra.
Namun di tengah jalan, mereka di hadang oleh sejumlah perampok. Mereka membawa sebuah pedang di masing-masing tangan mereka. Salah satu orang dari mereka maju ke depan.
"Serahkan semua barang berharga kalian, jika kalian mau selamat...! " Ucap perampok tersebut dengan wajah garang dan suara lantang.
"Apa lagi ini. " Gumam ratu Pancawati pelan.
"Kalian salah, jika kalian ingin merampok kami. Apa kalian tidak tahu siapa aku...!? " Ucap pangeran Agra lebih para perampok tersebut.
"Aku sangat mengenalmu pangeran Agra. " Jawab si perampok tersebut.
"Jadi, kenapa kalian masih saja berani menghadang kami...! " Seru pangeran Agra dengan geram.
"Karena engkau adalah seorang pangeran, maka dari itu kami menghadangmu. Pasti kalian membawa banyak perhiasan atau benda sejenisnya yang sama berharganya. " Ucap perampok tersebut.
"Siapa wanita ini, pangeran Agra...? " Tanya perampok tersebut sembari memandangi Adelia atau ratu Pancawati dari atas sampai bawa.
"Tidak penting siapa dia, sekarang berilah kami jalan kisanak. " Jawab pangeran Agra dengan memerintah.
Si perampok pun tidak menghiraukan ucapan dari pangeran Agra, ia malah mendekati sang ratu yang memakai cadar.
"Kau terlihat sangat cantik. " Gumam si perampok dengan tersenyum.
"Aku mau wanita ini, pangeran Agra. Jika engkau ingin bebas. " Ucap si perampok kepada pangeran Agra.
__ADS_1
"Langkahi dulu nyawaku...! " Ucap pangeran Agra dengan penuh emosi. Pangeran Agra langsung mengeluarkan pedang nya dan mulai bertarung dengan si perampok tersebut.