KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK

KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK
KETAHUAN


__ADS_3

"Apa ini...? " Tanya paman Anwar kepada Alex.


"Ini hanyalah alat pendeteksi kebohongan, paman Anwar. " Ucap Alex santai, sembari mendekati Dandi.


"Kalian tidak mempercayaiku, kalau aku ini memang tunangan Adelia hah...! " Ucap Dandi mencari aman.


"Percaya, sangat percaya. Maka dari itu, aku melakukan test ini kepadamu. Agar aku semakin yakin dengan keyakinanku. " Jawab Alex menjawab pertanyaan dari Dandi.


Alex pun memberi kode kepada para anak buah nya untuk memegangi Dandi, bibi Klara dan juga paman Anwar tanpa mereka bertiga sadari.


Anak buah Alex langsung memegangi mereka bertiga,mereka pun ketakutan.


"Alex apa yang kau lakukan...! " Seru bibi Klara kepada Alex.


"Tenanglah bibi Klara, kenapa kau menjadi setakut ini. Apakah bibi Klara takut kalau rahasia bibi Klara terbongkar...?" Tanya Alex dengan tersenyum smark.


"Atau bibi Klara pernah melakukan kesalahan dengan bos kami...?! " Tanya Alex lagi dengan nada bicara dingin.


"Apa yang kau bicarakan ini Alex...!Apa kau punya bukti...!? " Ucap bibi Klara lantang.


"Hahaha... bibi Klara, kenapa aku perlu bukti untuk memfitnahmu...? Kau akan berbicara jujur sendiri kepada kami semua, benarkan teman-teman...? " Ucap Alex kepada bibi Klara dengan tertawa.


"Ya, benar bos. " Jawab anak buah Alex menjawab ucapan dari Alex.


"Aku akan mencoba alat ini kepada bibi Klara terlebih dahulu. " Ujar Alex memberi keputusan.


"Alex, kau benar-benar...! " Ucap bibi Klara desa marah-marah.


"Bibi Klara jangan berteriak, ini rumah sakit bukan di pasar. " Jawab Alex dengan tersenyum.


Alex pun langsung memasangkan alat-alat pendeteksi kebohongan tersebut di bibi Klara. Setelah memakai alat pendeteksi kebohongan tersebut bibi Klara menjadi merasa aneh.


"Sayang, gimana ini...? " Ucap bibi Klara tiba-tiba.


"Apa...? " Ucap Dandi dan paman Anwar hampir bersamaan.


Hal itu membuat mereka saling bertatapan, dan kemudian paman Anwar dan Dandi pun menatap bibi Klara.

__ADS_1


"Sayang yang mana...? " Tanya paman Anwar dan Dandi lagi juga hampir bersamaan.


"Kalian ini membuatku pusing. " Jawab bibi Klara dengan nada bicara kesal.


Melihat hal itu pun Alex dan para anak buah nya saling tertawa, walaupun dengan suara yang pelan. Alex tanpa menunggu lagi, ia pun langsung bertanya sesuatu pada bibi Klara.


"Bibi Klara, apakah benar Dandi itu adalah tunangan bos kami, nona Adelia...? " Tanya Alex kepada bibi Klara yang sudah memakai alat pendeteksi kebohongan.


Bibi Klara pun menjawab, "Benar." Dan saat itu juga alat pendeteksi kebohongan itu pun berbunyi dengan keras nya. Itu berarti kalau saat ini bibi Klara tengah berbohong.


"Kau berbohong bibi Klara, " Ucap Alex dengan geram.


"Alat itu tidak benar, mana mungkin ada alat seperti itu. " Jawab bibi Klara dengan nada bicara yang ketus.


"Aku tidak peduli dengan ucapanmu bibi Klara, karena aku lebih mempercayai cara kerja alat ini dibandingkan ucapanmu." Ucap Alex.


"Kamu...! " Seru bibi Klara desa nada bicara kesal.


"Bibi Klara kenapa anda melakukan kebohongan ini...? " Ucap Alex kepada bibi Klara.


"Aku tidak bohong Alex, alat itu yang salah...! " Ucap bibi Klara dengan nada bicara ketus.


"Apa jangan-jangan anda juga terlibat dalam kecelakaan yang menimpa nona Adelia...?? " Tanya Alex kepada bibi Klara dengan nada bicara dingin.


"Jika aku berbohong lagi, pasti alat pendeteksi kebohongan itu akan berbunyi lagi. Karena itu sudah terbukti,kebenaran nya. Atau jangan-jangan alat pendeteksi kebohongan itu tidak akurat...? Biar kucoba untuk berkata jujur, apakah alat pendeteksi kebohongan itu berbunyi atau tidak. Jika alat pendeteksi kebohongan itu masih saja berbunyi,itu berarti aku tengah di permainkan oleh Alex dan anak buah nya. "Gumam bibi Klara di dalam hati.


" Ya, benar. Aku memang terlibat dalam kecelakaan yang terjadi pada Adelia. "Jawab bibi Klara jujur kepada Alex.


Dan ternyata prediksi bibi Klara salah, alat pendeteksi kebohongan itu tidak berbunyi. Bearti itu pertanda semua ucapan nya benar.


Alex tersenyum smirk ke arah bibi Klara. Sedangkan paman Anwar.


" Deg...! "Bunyi jantung paman Anwar seperti terhenti seketika, mendengar pengakuan dari bibi Klara.


Alex mendekati bibi Klara dan berkata, " Terima kasih, karena telah berkata jujur. "Ucap Alex kepada bibi Klara. Dan langsung memberikan kode kepada anak buah nya untuk membuat bibi Klara pingsan.Dengan cara membekap mulut bibi Klara dengan sebuah sapu tangan. Seketika bibi Klara pun pingsan.


" Apa yang kau lakukan kepada istriku, Alex...! "Seru paman Anwar dengan nada penuh amarah.

__ADS_1


" Dia pantas mendapatkan perlakuan seperti itu paman Anwar. Apa paman Anwar juga terlibat dalam kecelakaan yang terjadi pada bos kami, Adelia...? "Seru Alex kepada paman Anwar.


" Mana mungkin aku terlibat, dia keponakanku sendiri. "Ucap paman Anwar menjawab pertanyaan dari Alex.


Alex pun melirik ke arah paman Anwar sebentar.


" Oh... aku lupa, tunggu dulu. "Ucap Alex.


Alex pun berjalan mendekati paman Anwar dan ia pun memasangkan alat pendeteksi kebohongan tersebut kepada paman Anwar.


" Pegang dia,..!"Suruh Alex kepada anak buah nya.


Anak buah Alex pun lalu memegangi kedua tangan paman Anwar, setelah itu barulah Alex memasangkan alat pendeteksi kebohongan tersebut pada paman Anwar. Setelah selesai,


"Bicaralah paman Anwar...! " Ucap Alex kepada paman Anwar.


"Bicara apa...? " Tanya paman Anwar kepada Alex.


"Apa saja, yang paman Anwar inginkan. " Jawab Alex menjawab pertanyaan dari paman Anwar barusan.


Paman Anwar pun terdiam, dia tidak mau berkata satu kata apa pun.


"Apa paman Anwar juga terlibat dalam kecelakaan yang terjadi pada nona Adelia...? " Tanya Alex kepada paman Anwar..


"Aku tidak tahu. " Jawab paman Anwar langsung tanpa berfikir.


Seketika itu juga alat pendeteksi kebohongan tersebut pun berbunyi keras, pertanda kalau paman Anwar telah berbohong.


Alex pun langsung murka dan tanpa berfikir dua kali, ia pun langsung memberikan bogeman kepada paman Anwar.


"Sudah kuduga,kaulah penyebab kecelakaan itu. Aku tidak akan mengampunimu...!! " Ucap Alex dengan membabibuta memukuli paman Anwar tanpa ampun.


Sedangkan Dandi, ia pun akhirnya pasrah. Belum sempat ia memulai aktingnya, namun sudah keburu ketahuan.


Di zaman kuno.


"Aku tidak tahu, arti dari kata cinta. Apalagi arti dari kata kasih sayang. " Gumam Adelia atau ratu Pancawati di dalam hati.

__ADS_1


"Yang kutahu hanya kata menikam, membunuh dan melawan, mempertahankan kekuatan. " Gumam Adelia lagi.


__ADS_2