
''Aku memang lemah selir Praweswari,tapi aku bukanlah seperti dirimu yang bermuka dua. ''Sahut ratu Pancawati dengan menyunggingkan senyuman nya semanis mungkin.
''Jaga ucapanmu ratu Pancawati,jangan asal bicara...!''Jawab selir Praweswari dengan membuang muka.
''Kalian...!tunggu apa lagi,cepat lenyap kan dia...!!Perintah selir Prameswari kepada para anak buah Mahesa.
''Tunggu...!''Cegah Anggoro mencegah agar anak buahnya berhenti.
Mendengar itu selir Prameswari langsung menatap tajam ke arah Anggoro.
''Apa yang kau lakukan, hah...!Kenapa kamu mencegah mereka....?''Tanya selir Prameswari kepada ketua komplotan Mahesa yang bernama Anggoro itu.
Sedangkan ratu Pancawati ,tetap pasang siaga.
Anggoro berjalan mendekati selir Prameswari dengan perlahan. Setelah sampai di dekat sang selir, ''Cukup sampai di sini saja,jika dirimu tidak mau celaka. ''Ucap Anggoro kepada selir Prameswari,dengan nada bicara berbisik.
Sang selir pun melotot,ia marah akan ucapan yang di sampaikan oleh Anggoro barusan.
''Aku sudah memberikan semua yang kau minta,tapi hanya ini yang kau kasih kepadaku.Aku kecewa kepadamu Anggoro. ''Jawab selir Prameswari kepada Anggoro ketua komplotan Mahesa.
''Aku bisa jelaskan nanti. ''Ucap Anggoro menjawab ucapan dari selir Prameswari.
''Kalian terlalu bertele-tele,cepat lawan aku...!''Seru ratu Pancawati kepada mereka.
Anggoro pun kini maju berjalan mendekati ratu Pancawati. Setelah sampai di hadapan sang ratu.
''Ampuni hamba ratu,maaf jika hamba berbuat kurang ajar kepada yang mulia ratu Pancawati. ''Ucap Anggoro kepada ratu Pancawati dengan nada penuh hormat.
''Apa kau kira aku ini mudah kau tipu,dadar pria licik.''Umpat ratu Pancawati atau Adelia di dalam hati sembari bersiaga jika sewaktu-waktu Anggoro menyerangnya.
''Siapa kau...!''Tanya ratu Pancawati kepada Anggoro.
''Hamba hanya orang biasa yang di suruh oleh selir Prameswari untuk menangkap yang mulia ratu dan juga pangeran Agra.''Jawab Anggoro kepada ratu Pancawati.
''Hamba tidak mempunyai pilihan lain,selain mengikuti perintah darinya ratu. Jadi tolong maafkan hamba. ''Kata Anggoro lagi, sembari semakin dekat dia menghampiri sang ratu.
Sang ratu pun menyunggingkan senyuman,dan berkata.
__ADS_1
''Jika aku ratu mu,aku pasti mempercayai semua ucapanmu. Tapi aku bukanlah ratu mu...!''Ucap ratu Pancawati. Dan tanpa menunggu lagi,ia langsung menebas kepala Anggoro.
''Hayyyaaaa....bress...''Bunyi pedang yang di ayunkan oleh sang ratu tepat di leher Anggoro.
Para prajurit palsu itu pun segera melarikan diri mereka masing-masing setelah melihat ketua mereka terbunuh dengan tragis di depan mata mereka sendiri.
Tinggallah selir Prameswari, ratu Pancawati dan juga pangeran Agra yang tergeletak di tanah.
Adelia atau ratu Pancawati berjalan menghampiri selir Prameswari yang ketakutan setelah melihat adegan di depan nya itu.
''Apa kau juga ingin seperti dirinya,selir Prameswari....?''Tanya Adelia dengan nada bicara meninggi.
''Kau bukan ratu Pancawati,pasti kau orang lain yang kebetulan wajahmu sama dengan sang ratu. ''Ungkap selir Prameswari kepada ratu Pancawati atau Adelia.
''Jika ia,apa yang akan kau lakukan pelakor...?Apa kau ingin membunuh ku...?''Ucap Adelia menjawab pertanyaan dari selir Prameswari.
''Tidak...!Aku tidak akan mengotori tanganku dengan darah mu...!Aku akan mengungkapkan ini semua kepada yang mulia raja. Biar yang mulia rajalah yang akan menghabisi mu...!''Ucap selir Prameswari kepada ratu Pancawati atau Adelia dengan menggebu-gebu.
''Hahaha....tapi itu semua bisa terjadi jika kau masih bisa menghirup udara selir Prameswari. ''Ucap ratu Pancawati dengan menyeringai. Sang ratu pun tanpa rasa belas kasihan langsung mengayunkan pedangnya ke arah leher selir Prameswari. Selir Prameswari langsung terkapar tak berdaya,sebab ia sudah kehilangan kepalanya.
Tak selang beberapa lama,Adelia sudah sampai di depan rumah si tabib.Ia pun mengetuk rumah si tabib dan berucap. ''Permisi,adakah orang di dalam...?''Ucap Adelia dengan nada bicara bertanya.
Tak berselang lama pintu pun di buka,nampak lah seorang lelaki paruh baya menonjolkan kepala nya dari balik pintu.
''Ada apa,mau cari siapa...?''Tanya lelaki paruh baya tersebut kepada Adelia.
''Saya mau mencari tabib,untuk menyembuhkan luka teman saya.Apakah benar ini rumah nya...?''Tanya Adelia kepada lelaki paruh baya tersebut.
''Masuklah...!''Ucap lelaki paruh baya tersebut kepada Adelia sembari membuka pintunya lebih lebar.
Adelia pun masuk ke dalam rumah lelaki paruh baya tersebut,tidak lupa ia juga memapah pangeran Agra.
Setelah Adelia masuk ke dalam rumah nya, lelaki paruh baya tersebut pun langsung menutup pintu rumah nya kembali.
''Baringkan pangeran di sana...!''Ucap lelaki paruh baya tersebut kepada Adelia.
Adelia pun mengikuti perintah dari si lelaki paruh baya tersebut, tanpa ragu.Setelah itu ,ia pun berkata, ''Kenapa pintu nya ditutup,?''Tanya Adelia kepada pria paruh baya tersebut.
__ADS_1
''Bukan tanpa alasan aku menutup pintu tersebut.''Ucap si pria paruh baya kepada Adelia.
''Akhirnya aku bisa bertemu denganmu ratu palsu.''Ucap si pria paruh baya tersebut kepada Adelia atau ratu Pancawati,dengan tersenyum.
''Apa yang kau ucapkan...?''Tanya Adelia kepada pria paruh baya tersebut dengan penuh tanda tanya.
''Biasa saja queen,aku tahu semua tentang dirimu.''Jawab si pria paruh baya kepada ratu Pancawati atau Adelia.
''Maksudmu...!!''Tanya Adelia dengan nada bicara meninggi.
''Pertama tama,perkenalkan diriku adalah kakek dari tubuh yang kau tempati itu. Namaku Suryo Pradika. ''Ucap si pria paruh baya itu kepada Adelia atau ratu Pancawati.
''Akulah orang yang telah memanggilmu kemari. ''Ucap kakek Suryo kepada Adelia.
''Kau mengenalku...?''Tanya Adelia kepada kakek Suryo sembari menunjuk diri nya sendiri.
''Ya,sangat mengenalmu queen. ''Jawab si kakek menjawab pertanyaan dari Adelia.
''Kau adalah seorang queen mafia yang disegani oleh banyak orang,di kehidupan mu sebelum nya. Maaf jika aku membawamu kesini. ''Ucap kakek Suryo kepada Adelia.
''Adelia Anandita. ''Ucap kakek Suryo lagi.
Adelia yang mendengar penuturan dari sang kakek pun agak bingung.Sebenarnya bukan bingung,akan tetapi semua itu memang terjadi kepadanya.
''Mustahil...''Ucap Adelia sesingkat mungkin.
''Tapi itu terjadi. ''Pikir Adelia.
''Janganlah bingung queen,semua memang terjadi. ''Jawab si kakek.
''Aku bukan hanya seorang tabib,aku juga bisa pergi kemana pun yang aku mau. Termasuk di kehidupan mu sebelumnya queen. ''Ucap si kakek kepada Adelia.
''Alasan apa kau membawaku ke mari...?''Tanya Adelia kepada si kakek.
''Untuk membalaskan kematian ratu Pancawati. ''Jawab si kakek kepada Adelia.
''Dia sangat menderita,karena cintanya. ''Ucap si kakek lagi
__ADS_1