
Sebelum memulai upaya penyelamatan, ratu Pancawati dan dayang Sumi terlebih dahulu mengganti pakaiannya. Mereka memakai pakaian serba hitam dan memakai cadar untuk menutupi wajahnya.
"Bi Sumi nanti aku akan pancing mereka, dan kamu yang membebaskan ibu Suri dan yang lain nya. " Ucap ratu Pancawati kepada dayang Sumi.
"Baik yang mulia ratu. " Jawab dayang Sumi tanpa menyadari apa yang barusan ia ucapkan.
Beberapa saat kemudian, barulah ia menyadari nya.
"Tapi yang mulia ratu, bagaimana kalau terjadi apa-apa kepada yang mulia ratu...? " Tanya dayang Sumi kepada ratu Pancawati.
"Tenanglah, aku bisa menjaga diriku sendiri. " Jawab ratu Pancawati atas Adelia.
"Kalau begitu baiklah gusti ratu. " Ucap dayang Sumi.
"Bi Sumi, ikuti arahanku....! " Ucap ratu Pancawati.
"Nggeh gusti ratu. " Jawab dayang Sumi kepada yang mulia ratu dengan patuh.
"Sekarang...! " Seru yang mulia ratu Pancawati.
Yang mulia ratu Pancawati pun keluar dari tempat persembunyian nya dan menghadapi prajurit musuh nya sendirian.
Musuh yang menyadari kedatangan ratu yang memakai cadar pun siap siaga.
"Siapa kau...?! " Seru salah satu dari mereka.
"Tak perlu tanya siapa aku, lebih baik bebaskan mereka...! " Perintah ratu Pancawati kepada para musuh nya.
Mendengar ucapan dari yang mulia ratu, para prajurit musuh pun tertawa.
"Hahaha... bebaskan mereka...?Tak semudah itu. " Jawab salah satu dari mereka.
Sedangkan ibu Suri dan para selir pun mengenali suara ratu Pancawati.
"Ratu Pancawati...? " Seru ibu Suri pelan.
Tak sengaja selir Praweswari mendengar ucapan dari ibu Suri, walaupun pelan. Karena hanya dialah yang tidak menyadari kalau itu adalah suara ratu Pancawati.
__ADS_1
"Ratu Pancawati...? Mana mungkin...? Mustahil ratu Pancawati menjadi seberani itu. " Gumam selir Praweswari pelan.
"Apa yang engkau inginkan dari mereka...? " Tanya ratu Pancawati kepada para musuh itu.
"Sebenarnya siapa dirimu, kenapa kamu berani sekali datang ke sini sendirian. Apa kau tidak takut kami lenyapkan, apa lagi kau hanya seorang wanita. " Ucap salah satu musuh itu yang berjumlah tujuh orang.
"Lenyapkan aku jika kalian bisa menyentuh kulitku. " Ucap ratu Pancawati atau Adelia dengan lantang.
"Hahaha... kau terlalu sombong, wahai wanita. Sebaiknya kau menyerah saja... " Ucap salah satu musuh itu dengan percaya diri, dia tidak tahu kalau saat ini dia melawan Adelia sang harimau betina.
Adelia atau sang ratu pun bersiap siaga untuk melawan. Melihat hal itu salah satu musuh itu yang bermulut besar pun maju dengan percaya diri ia pun berkata,,, "Jangan ada yang maju, biar aku saja yang mengurus wanita ini. " Ucap nya.
Lelaki itu pun maju tanpa membawa senjata apapun untuk melawan Adelia atau ratu Pancawati. Lelaki itu terlalu meremehkan Adelia atau ratu Pancawati.
Ratu Pancawati pun tersenyum menyambut musuh itu mendekati diri nya.
"Aku tahu,kau tidak akan berani melawan kami. " Ucap lelaki itu dengan santai menghampiri Adelia atau ratu Pancawati.
Baru saja lelaki itu hendak menyentuh tangan sang ratu, ia terlebih dahulu sudah di lumpuhkan oleh sang ratu dengan sekali serang.
"Arrrggghhh... " Erang lelaki tersebut dengan memegangi senjata pusaka pribadi nya,yang sangat berharga bagi nya.
"Habisi dia...! " Perintah nya kepada para prajurit yang lain.
Para prajurit itu pun langsung menyerang ratu Pancawati,namun dengan gesit ratu Pancawati lebih dahulu melawan mereka.
Satu persatu musuh pun tumbang, ketujuh lelaki tersebut akhirnya pun dilenyapkan oleh Adelia atau ratu Pancawati dengan bengis dan kejam.
Sedangkan ibu Suri dan para selir pun saling menjerit karena melihat aksi dari Adelia atau ratu Pancawati yang begitu bringas.
Setelah menghabisi musuh nya, Adelia pun membantu dayang Sumi untuk membebaskan ibu Suri beserta yang lain.Walaupun masih memakai cadar, agar identitas nya tidak terbongkar.
"Bi Sumi, ajak yang mulia ibu Suri dan yang lain nya ke tempat yang lebih aman. Dan aku akan membantu raja Anton Atmaja di depan. " Perintah Adelia atau ratu Pancawati kepada dayang Sumi.
Ratu Pancawati pun segera bergegas pergi dari sana. Kemudian dayang Sumi pun membuka ikatan tali pada tangan mereka yang sengaja di ikat oleh musuh tadi, setelah itu.
"Dayang Sumi,apakah wanita tadi ratu Pancawati...? " Tanya yang mulia ibu Suri kepada dayang Sumi saat dayang Sumi tengah membuka ikatan di tangan ibu Suri.
__ADS_1
"Benar yang mulia ibu Suri, wanita tadi adalah yang mulia ratu Pancawati. " Terang dayang Sumi kepada yang mulia ibu Suri.
"Mana mungkin dayang Sumi, aku tidak percaya kalau wanita yang telah menyelamatkan kita tadi adalah yang mulia ratu Pancawati. Karena setahuku yang mulia ratu Pancawati tidak pernah belajar ilmu bela diri. " Cerca selir Praweswari yang tidak percaya kalau yang telah menyelamatkan mereka adalah yang mulia ratu Pancawati.
"Hamba juga sebenarnya tidak percaya selir Praweswari, namun penglihatan hamba tidak salah. Karena hamba sejak tadi memang bersama dengan yang mulia ratu Pancawati." Terang dayang Sumi kepada selir Praweswari.
"Tidak mungkin, aku tetap tidak percaya. " Ucap selir Praweswari.
"Sudahlah yang penting sekarang ini kita semua selamat. " Ucap yang mulia ibu Suri.
Selir Praweswari masih saja tidak percaya kalau yang telah menyelamatkan diri nya adalah ratu Pancawati, karena setahu dia. Ratu Pancawati adalah seorang ratu yang lemah.
"Ratu Pancawati tadi mau kemana dayang Sumi...? " Tanya yang mulia ibu Suri kepada dayang Sumi.
"Beliau hendak menolong raja, gusti ibu Suri. " Jawab dayang Sumi kepada ibu Suri.
"Kita harus membantu nya. " Ucap ibu Suri.
"Bagaimana cara nya ibu Suri...? " Tanya selir Praweswari kepada ibu Suri.
"Mohon ampun yang mulia ibu Suri, tadi yang mulia ratu Pancawati sudah berpesan kepada hamba. Kalau hamba di suruh membawa ibu Suri dan yang lainnya ke tempat yang lebih aman. " Ucap dayang Sumi.
"Ibu Suri dengar sendiri bukan,lantas kenapa kita harus repot-repot membantunya. " Sahut selir Praweswari dengan nada sinis.
Mendengar ucapan dari selir Praweswari, membuat ibu Suri geram.
"Diam kau selir Praweswari...! " Bentak ibu Suri kepada selir Praweswari karena ucapan selir Praweswari yang seakan tidak perduli dengan keselamatan ratu Pancawati maupun yang mulia raja Anton Atmaja.
"Setidaknya pikirkan nasib kerajaan ini, mau tinggal dimana kamu nanti kalau kerajaan ini sampai hancur. " Ucap ibu Suri geregetan dengan tingkah dan laku dari selir Praweswari.
Di tempat lain, dimana sang raja tengah bertarung dengan musuh nya. Adelia atau ratu Pancawati melihat raja Anton Atmaja hampir kalah, karena lengan raja Anton Atmaja terkena goresan pedang yang cukup parah. Dan pada saat raja lengah,dari belakang sang musuh hampir menebas leher raja Anton Atmaja. Namun terlebih dahulu digagalkan oleh ratu Pancawati.
Tanpa rasa belas kasihan ratu Pancawati menebas leher musuh nya,sehingga membuat pakaian yang ia kenakan berlumuran dengan cairan merah kental yang berbau amis.Tidak hanya pakaian nya, wajah nya pun terkena cipratan cairan kental berwarna merah tersebut. Setelah itu ia atau ratu Pancawati beradu punggung dengan yang mulia raja Anton Atmaja.
"Terima kasih, karena sudah menyelamatkan saya. " Ucap raja Anton Atmaja kepada Adelia atau ratu Pancawati,karena raja Anton Atmaja tidak tahu jika yang menyelamatkan diri nya adalah sang ratu.
Sang ratu Pancawati hanya menganggukkan kepala nya saja. Lalu melanjutkan aksi nya untuk melawan musuh.
__ADS_1
Mereka berdua bertarung dengan hebatnya melawan musuh.
"Siapa dia...? " Batin raja Anton Atmaja dalam hati.