KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK

KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK
MEYAKINKAN 2


__ADS_3

"Tidak, sayang. Jangan pernah kamu merasa bersalah, dengan hal sekecil ini.! " Jawab Dandi dengan tersenyum.


"Kau memang kekasihku yang sempurna. " Puji bibi Klara kepada kekasih gelap nya itu.


Mereka pun akhirnya berangkat menuju rumah sakit, tempat Adelia di rawat dan di jaga oleh para anak buah Adelia.


Sebelum mereka pergi ke rumah sakit, terlebih dahulu mereka menjemput paman Anwar. Setelah itu barulah mereka bertolak ke rumah sakit untuk meluncurkan aksinya.


"Aku gugup, aku takut jika sampai ketahuan. " Gumam paman Anwar.


"Kenapa sayang, apa kau tidak mempercayai dia. " Sahut bibi Klara sembari menunjukkan jari nya ke arah Dandi.


Sedangkan Dandi hanya diam saja mendengarkan obrolan sepasang suami-istri di depan nya itu. Karena saat ini Dandi duduk di kursi belakang sopir.


"Apa mungkin ia bisa,kamu tahu sendiri kan. Kalau Alex itu, sebelas duabelas dengan Adelia. Dia tidak mudah untuk kita tipu, buktinya Morgan. Ia juga nampak meyakinkan, namun nyata nya. Baru dua hari saja sudah ketahuan. " Ucap paman Anwar kepada bibi Klara.


"Ya, kita coba saja dulu. Siapa tahu Dandi lebih meyakinkan di bandingkan dengan Morgan, orang suruhanmu itu. " Jawab bibi Klara dengan nada bicara sombong. Karena dia terlalu yakin jika Dandi bisa mengelabui Alex, anak buah kepercayaan Adelia.


"Aku tahu jika Adelia sangat berbahaya, karena aku juga tahu dia adalah ketua gengs mafia di negara ini yang terkenal kejam menghabisi musuh-musuh nya. Sebab itulah ia di sebut-sebut dengan panggilan harimau wanita. " Batin Dandi di dalam hati.


"Tapi ini adalah misiku,maka dari itu aku mendekati wanita tua itu.Karena ini caraku untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya tentang Adelia. Bos pasti bangga kepadaku jika aku berhasil membawa Adelia dalam keadaan hidup atau mati. " Batin Dandi lagi, dengan tersenyum smark.


Tak terasa mereka pun sampai di rumah sakit tempat Adelia dirawat. Mereka langsung saja menuju ruangan Adelia.


Saat mereka menuju ke ruang Adelia di rawat, di sepanjang jalan menuju ke sana. Mereka melihat banyak orang yang memakai pakaian setelan jas berwarna serba hitam,pikiran mereka langsung tertuju pada Adelia.


"Ada apa ini, kenapa banyak orang memakai pakaian setelan jas berwarna serba hitam di mana -mana-mana...? " Tanya bibi Klara dengan berbisik kepada suami nya, paman Anwar.


"Mana aku tahu, kita kan baru sampai. " Jawab paman Anwar menjawab pertanyaan dari bibi Klara dengan nada bicara berbisik pula.


"Mereka adalah anak buah Adelia. " Sahut Dandi tiba-tiba.

__ADS_1


Lalu kedua sepasang suami-istri itu pun saling menatap satu sama lain, dan secara tidak sengaja mereka bertanya kepada Dandi hampir bersamaan.


"Bagaimana aku bisa tahu...? " Tanya bibi Klara dan paman Anwar secara bersamaan.


"Tanda itu...!" Ucap Dandi sembari menunjukkan jari telunjuk nya ke arah salah satu anak buah Adelia yang kebetulan berpapasan dengan mereka. Orang itu mempunyai sebuah tato berlambangkan harimau.


"Dari mana kau mengetahui nya, kalau lambang itu adalah lambang anak buah Adelia...? " Tanya paman Anwar kepada Dandi dengan nada bicara penuh tanya.


"Itu tak penting,aku tahu dari mana. Yang terpenting sekarang, bagaimana dengan rencana kita...? " Tanya Dandi kepada kedua pasangan suami istri itu.


"Nanti saja kita pikirkan, sekarang kita lihat dulu situasi nya bagaimana. Jika situasi nya memungkinkan kita lanjutkan, tapi jika tidak kita lanjutkan lain kali saja. " Usul bibi Klara.


"Aku tidak rela jika kesayanganku harus menjadi korban, maka dari itu aku berbicara bijak. " Ucap bibi Klara di dalam hati dengan tersenyum menatap kekasih hati nya.


"Aku tahu jika wanita tua ini, mengamankan aku dari bahaya.Terima kasih bibi Klara... " Ucap Dandi di dalam hati.


"Ide bagus, aku setuju. Aku juga tidak mau kalau sampai kita ketahuan berbohong tentang pertunangan ini. " Ucap paman Anwar kemudian.


Sampai lah mereka di kamar dimana Adelia di rawat. Di tempat ini anak buah Adelia lebih ketat daripada di luar sana.


"Tok... tok... tok... " Bunyi suara pintu diketuk.


"Cekrek... " Suara pintu di buka.


Masuklah mereka bertiga setelah di bukakan pintu oleh Alex. Setelah mereka bertiga masuk ke dalam ruangan itu,mereka agak sedikit kurang nyaman. Karena di dalam sana ada kurang lebih lima orang termasuk Alex di sudah ada di dalam.


"Ada apa ini, Alex...?Kenapa banyak orang di luar sana maupun di dalam sini...?! " Tanya paman Anwar kepada Alex.


"Tidak ada apa-apa paman,paman Anwar tenanglah. " Jawab Alex menjawab pertanyaan dari paman Anwar.


"Apa terjadi sesuatu...? " Tanya bibi Klara kemudian.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa di sini,semua hanya demi keamanan nona Adelia. " Jawab salah satu orang yang berada di sana selain Alex.


"Kalau tidak ada apa-apa, lantas kenapa banyak orang yang berjaga-jaga di sini...? " Ucap Dandi tiba-tiba.


Alex dan empat temannya pun saling menatap bergantian, dan berganti menatap ke arah Dandi. Menyadari kalau Dandi orang asing, Alex pun langsung mendekati Dandi.


"Siapa kau...? " Ucap Alex dengan nada bicara penuh menyelidik.


"Dia... " Belum sempat bibi Klara selesai berbicara,sudah disuruh Alex untuk diam.


"Aku bertanya dengan nya, bukan denganmu...! " Ucap Alex dengan nada bicara dingin.


"Kau siapa...!? " Tanya Alex dengan nada bicara datar.


"Aku Dandi, tunangan Adelia Anandita. " Jawab Dandi dengan penuh percaya diri.


Alex pun memandangi wajah Dandi dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Apa bukti nya, jika kamu tunangan nona Adelia...?! " Seru Alex.


"Siapa kau, berani berkata seperti itu, hah...!" Jawab Dandi dengan nada bicara di buat tegas.


"Aku memang tunangan dari Adelia Anandita. " Ucap Dandi meyakinkan Alex.


"Bima, ambil alat itu...! " Perintah Alex kepada bawahan nya yang bernama Bima.


Bima pun mengambil alat yang dimaksudkan oleh Alex.


"Ini tuan, " Ucap Bima sembari menyerahkan alat pendeteksi kebohongan itu kepada Alex.


"Terima kasih, " Ucap Alex setelah menerima alat pendeteksi kebohongan tersebut.

__ADS_1


Sedangkan Dandi, bibi Klara dan paman Anwar pun tiba-tiba saja wajah mereka menjadi pucat pasi karena ketakutan jika mereka ketahuan berbohong.


__ADS_2