KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK

KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK
SURUHAN PAMAN ANWAR


__ADS_3

Di zaman modern.


Alex tengah menjaga Adelia yang masih belum sadarkan diri. Sudah kurang lebih satu minggu ini Adelia koma setelah diri nya kecelakaan.


"Bos,bangunlah.Kami merindukan kehadiranmu bos, kami butuh dirimu. " Ucap Alex pelan.


"Cekrek... " ( bunyi suara pintu di buka).


Nampak paman Anwar beserta istrinya bibi Klara masuk ke dalam ruang Adelia di rawat.


"Paman Anwar, bibi Klara...? " Sapa Alex kepada kedua orang tersebut.


"Alex, bagaimana kabar keadaan Adelia...? Apakah ada perkembangan...? " Tanya bibi Klara kepada Alex kaki tangan Adelia.


"Keadaan nya masih sama, seperti biasa nya. " Jawab Alex.


Bibi Klara pun mendekati Adelia yang terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit itu.


Ia membelai rambut panjang Adelia.


"Keponakan bibi sayang, cepatlah bangun. Bibi kangen sama kamu,bibi kangen kalau kamu marah-marah sama paman kamu. Rasanya bibi bahagia, karena ada yang pamanmu takuti,yaitu kamu...! " Ucap bibi Klara dengan tersenyum.


Mendengar hal itu, paman Anwar tersinggung.


"Jaga ucapanmu,sebelum ku tampar mulutmu. " Bentak paman Anwar kepada bibi Klara.


"Kau lihat sendiri Adelia, pamanmu selalu kasar dengan bibi. Hanya kamu yang bisa bibi harapkan untuk membuat pamanmu jera. " Ucap bibi Klara dengan melirik ke arah paman Anwar.


"Maaf paman Anwar dan bibi Klara, jika kalian ingin bertengkar sebaiknya kalian jangan di sini...! " Ucap Alex dengan nada bicara dingin.


"Emangnya kamu siapa, berani menyuruh kami keluar,hah..! " Jawab paman Anwar kesal.


"Paman Anwar, apa paman lupa siapa saya...?" Tanya Alex kepada paman Anwar.


"Saya masih menghormati paman Anwar, itu hanya karena paman Anwar ini adalah paman Adelia. Tapi jika paman Anwar benar-benar melampaui batasan nya, saya juga tak akan segan untuk menyingkirkan paman Anwar...! " Ucap Alex dengan menekankan ucapan nya di setiap kata.


"Maafkan saya nak Alex, saya hanya terbawa emosi. "Kilah paman Anwar.


" Sial,,,! "Umpat paman Anwar di dalam hati.


" Maafkan suami saya nak Alex, dia memang selalu begitu. Kalau bicara tidak di pikir dulu. "Timpal bibi Klara membela sang suami.


Walaupun bibi Klara sangat membenci paman Anwar, namun ia masih saja membela paman Anwar. Karena untuk menutupi keburukan nya sendiri.

__ADS_1


" Apa tujuan kalian datang ke mari...? "Tanya Alex kepada kedua orang itu.


" Kami hendak menjenguk Adelia, keponakan kami. "Jawab paman Anwar.


" Sejak kapan kalian mengakui kalau kalian adalah paman dan bibi Adelia...? Bukankah selama ini kalian sangat membencinya...?! "Tanya Alex dengan nada bicara tinggi.


" Siapa bilang kami membenci Adelia...? Kami menyayangi nya, lebih dari menyanyangi anak kami sendiri. "Jawab bibi Klara.


Bibi Klara dan paman Anwar memiliki seorang putri yang bernama Bela. Sifat Bela tak beda jauh dari sifat kedua orang tua nya. Dan saat ini Bela tinggal di London. Ia tengah menempuh pendidikan nya di sana.


" Alex, tadi paman bertemu dengan nak Morgan. Ia bilang ingin membawa Adelia ke rumah nya saja, agar ia bisa merawat Adelia. "Ucap paman Anwar kepada Alex.


" Morgan...? "Jawab Alex.


" Ya, Morgan kekasih Adelia. "Ucap paman Anwar kemudian.


" Kemarin ia ke sini. Tapi mengusir nya. "Jawab Alex dengan nada bicara datar.


" Tapi Morgan adalah kekasih Adelia, bagaimana kalau Adelia sampai tahu kalau kekasih nya telah kamu usir...?! "Tanya bibi Klara.


" Apa paman Anwar dan bibi Klara pernah melihat Adelia bersama dengan Morgan...? "Tanya Alex dengan sorot mata menyelidik.


" Tentu saja pernah, karena nak Morgan sering main ke rumah. "Jawab bibi Klara berbohong.


" Iyakan pah...!? "Tanya bibi Klara kepada paman Anwar.


" Tok... tok... tok... "Terdengar suara pintu di ketuk.


Semua orang memandang ke arah pintu. Di sana terlihat Morgan yang baru saja masuk ke dalam kamar rawat inap Adelia.


Morgan menyalami paman Anwar dan juga bibi Klara. Sedangkan dengan Alex ia lewati.


" Alex bagaimana dengan perkembangan keadaan nya...? "Tanya Morgan kepada Alex.


" Bukankah aku sudah mengusirmu...! "Seru Alex kepada Morgan dengan penuh amarah.


" Aku tahu kamu tidak suka denganku,tapi aku tidak perduli denganmu. Kau hanya seorang anak buah daripada kekasihku. Jadi jangan pernah lewati batasanmu...! "Ucap Morgan dengan penuh percaya diri.


" Kau...!! Seru Alex.


"Nak Alex, sudahlah.Jangan di ributkan, nak Morgan ini memang kekasih Adelia. Jadi dia berhak atas apa yang Adelia miliki. " Ucap paman Anwar kepada Alex.


"Apa maksud paman Anwar, hak apa yang paman Anwar maksudkan...? " Jawab Alex.

__ADS_1


"Hak ya hak...! " Ucap paman Anwar.


"Alex.Sudah aku bilang kamu itu hanyalah anak buah. Jadi jangan pernah melewati batasanmu...! " Ucap Morgan dengan nada membentak.


"Ya, benar yang di ucapkan oleh nak Morgan. " Ungkap bibi Klara.


"Kalian...! " Ucap Alex dengan penuh amarah.


Alex mengeluarkan pistol nya dari saku celana nya. Dan mengacungkan nya ke kepala Morgan.


"Jika aku sampai tahu kau membohongiku, maka jangan pernah salahkan aku jika peluru ini sampai menembus kepalamu...! " Gertak Alex.


Keringat dingin bercucuran membasahi tubuh Morgan. Tidak bisa di pungkiri lagi kalau Morgan sangat ketakutan.


Melihat hal itu, Alex tersenyum kecut. "Aku tahu kau memang pembohong. " Ucap Alex dengan menarik pelatuk pistol dan di arahkan ke lantai.


"Dooor... " Bunyi suara tembakkan. Paman Anwar dan bibi Klara pun kaget, mereka sempat mengira jika Alex benar-benar menghabisi Morgan, orang suruhan nya itu. Namun ternyata mereka salah.


Setelah itu Alex mengusir mereka bertiga dari sana.


"Jangan pernah sesekali kalian ke mari lagi,jika kalian masih sayang dengan nyawa kalian. " Ucap Alex dengan nada bicara datar dan tegas.


Ba... ba... baik, "Jawab Morgan dan lari terbirit-birit. Tentu nya ia masih sayang dengan nyawa nya. Karena uang masih bisa di cari sedangkan nyawa, di mana ia harus mencari nya lagi kalau diri nya sudah tak bernyawa....?.


Bibi Klara dan paman Anwar pun berkata.


" Kami pamit nak Alex. "Ucap mereka berdua hampir bersamaan.


Alex hanya diam dan mendorong mereka berdua keluar dari dalam kamar Adelia di rawat.


Setelah mereka di luar. Mereka berdua segera mencari Morgan.


" Dimana anak itu,! "Ucap paman Anwar.


" Aku tahu kita pasti gagal, karena anak itu tidak menyakinkan. "Ucap bibi Klara menghina paman Anwar dengan cara halus.


Namun paman Anwar menyadari nya.


" Apa yang kau ucapkan, jika bisa carikan orang yang menurutmu pandai berakting. Aku mau tahu sebagus apa orang suruhanmu itu. "Cibir paman Anwar.


Bibi Klara langsung teringat dengan kekasih hati nya.


" Aku sudah dapatkan orang nya,aku yakin dia pasti bisa melakukan nya. "Ujar bibi Klara.

__ADS_1


" Siapa dia... "Tanya paman Anwar kepo.


" Pokoknya ada deh. "Sahut bibi dan sembari berjalan meninggalkan paman Anwar.


__ADS_2