
Adelia atau ratu Pancawati kini sudah selesai mandi. Dirinya bingung mau memakai baju apa sekarang ini. Ia pun memanggil dayang Sumi.
"Dayang Sumi... " Ucap yang mulia ratu yang memanggil dayang Sumi.
Dayang Sumi pun langsung menghadap ke hadapan junjungannya itu.
"Hormat hamba yang mulia ratu, " Jawab dayang Sumi penuh dengan hormat.
Sang ratu pun berucap, "dimana pakaianku...? " Tanya yang mulia ratu atau Adelia.
"Ini yang mulia ratu, " Jawab dayang Sumi sembari memberikan pakaian yang ia bawa.
"Apa ini...? " Tanya yang mulia ratu kepada dayang Sumi, dengan mengerutkan sebelah alisnya.
"Ini pakaian yang akan yang mulia ratu kenakan. " Jawab dayang Sumi dengan penuh sopan santun.
"Aku tidak bisa memakai pakaian seperti itu,kalau lah ada pakaian yang lain nya...!? " Ucap yang mulia ratu Pancawati.
"Maafkan hamba yang mulia ratu,tapi hanya inilah pakaian yang biasanya yang mulia ratu Pancawati kenakan sehari-hari. " Terang dayang Sumi menjelaskan.
"Baiklah aku akan memakai nya. " Sahut Adelia dengan malas, karena Adelia tidak suka terlalu ribet.
"Baik yang mulia ratu,sini biar hamba bantu. " Jawab dayang Sumi.
"Tak perlu bi Sumi, aku bisa memakainya sendiri. " Tolak yang mulia ratu Pancawati.
"Baiklah yang mulia ratu, hamba mohon diri dulu. " Kata dayang Sumi berpamitan.
"Aku akan memakai pakaian ini. " Gumam Adelia dengan tersenyum simpul.
Adelia atau ratu Pancawati pun bergegas memakai pakaian tersebut.
"Menarik bukan... " Gumam Adelia setelah memakai pakaian tersebut,sembari bercermin.
"Setelah ini aku akan mencari orang yang bisa menjahit, aku akan mengganti penampilanku, bukan, bukan aku. Melainkan penampilan yang berbeda untuk yang mulia ratu Pancawati. " Ucap Adelia lagi.
Setelah selesai memakai pakaian nya Adelia pun bergegas keluar dari kamar mandi.
Dayang Sumi yang melihatnya pun terkejut melihat penampilan sang ratu, yang berbeda. Bagaimana tidak berbeda, dayang Sumi melihat kalau sang ratu memakai pakaian tersebut dengan gaya yang berbeda tidak seperti biasanya.
"Mohon ampun yang mulia ratu,kalau boleh hamba bertanya. " Ucap dayang Sumi, setelah melihat penampilan junjungannya itu.
"Tanya apa bi Sumi...? " Tanya balik Adelia.
"Kenapa yang mulia ratu memakai pakaiannya seperti itu...! " Ucap dayang Sumi dengan heran.
__ADS_1
"Kenapa, bukankah ini lebih bagus. Aku bisa lebih leluasa berjalan,dan tidak perlu ribet. " Ungkap Adelia atau ratu Pancawati.
Mendengar ucapan dari yang mulia ratu, dayang Sumi pun bicara,
"Mohon ampun yang mulia ratu,tapi baru kali ini hamba melihat ada orang memakai pakaian dengan cara seperti itu. " Ucap dayang Sumi.
"Jika kamu mau,kamu bisa memakai pakaian seperti saya ini. " Balas Adelia atau sang ratu dengan tersenyum.
"Hamba tidak berani yang mulia ratu. " Jawab dayang Sumi dengan menundukkan kepalanya.
"Sudahlah jangan dibahas lagi, saat ini aku lapar. Bisakah kamu membuatkan aku makanan,apa saja. " Ucap ratu Pancawati.
"Bisa yang mulia ratu. Yang mulia ratu Pancawati menginginkan makanan apa...? " Tanya dayang Sumi kepada yang mulia ratu Pancawati.
"Apa saja,semua masakan saya suka." Jawab ratu Pancawati dengan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, mohon di tunggu sebentar. Hamba izin pamit dulu. " Ucap dayang Sumi.
Yang mulia ratu Pancawati hanya menganggukkan kepalanya. Sedangkan dayang Sumi pun segera pergi ke dapur. Setelah kepergian dayang Sumi.
"Tempat ini sangat nyaman, dan indah.Aku suka, setidaknya aku tidak perlu lagi bermain-main dengan senjata tajam atau sejenisnya. " Gumam Adelia sendiri.
Adelia tidak menyadari kalau dirinya tengah di awasi oleh seseorang.
"Jadi ratu sendirian, tanpa di jaga oleh pengawal maupun dayang-dayangnya. Mungkin dewa keberuntungan telah berpihak kepadaku,dia memudahkan jalanku. " Ucap seorang pria menggunakan pakaian serba hitam dan muka yang memakai cadar.
Pria tersebut pun memanggil teman-temannya untuk menculik ratu Pancawati. Setelah mereka berkumpul, mereka pun hendak menyerbu kamar yang mulia ratu Pancawati. Namun aksinya mereka hentikan sejenak. Karena melihat dayang Sumi datang.
"Kita tunggu sampai dayang itu keluar. Dan jika dia belum keluar juga, kita lenyapkan saja dia. " Perintah ketua komplotan.
"Baik tuan. " Jawab salah satu komplotan tersebut mewakili teman-temannya.
"Bagus kalau begitu,kita awasi dulu. " Ucap ketua komplotan.
"Permisi yang mulia ratu,silahkan di nikmati hidangan ini. " Ucap dayang Sumi sembari menata berbagai jenis makanan di atas meja, untuk ia suguhkan kepada yang mulia ratu Pancawati.
"Terima kasih bi Sumi. " Jawab Adelia atau yang mulia ratu Pancawati dengan tersenyum bahagia.
"Wah, rasanya sudah lama aku tidak makan." Seru Adelia.
Baru saja Adelia ingin menciduk nasi,dia malah melihat dayang Sumi sedang berdiri disamping nya. Melihat hal itu membuat Adelia risih.
"Kenapa kamu, berdiri di situ...? Duduklah denganku,dan ikutlah makan. Tidak mungkin aku bisa menghabiskan makanan sebanyak ini. " Ucap Adelia.
"Tapi yang mulia ratu, hamba tidak berani. " Jawab dayang Sumi.
__ADS_1
"Kamu ini, sedikit-sedikit tidak berani. Ayolah temani aku makan, ini perintah yang tidak bisa kamu tolak. " Ucap Adelia dengan nada bicara datar.
"Baik yang mulia ratu. " Jawab dayang Sumi patuh.
"Aku sedari tadi pagi tidak melihat dayang Siti, dimana dia...? " Tanya Adelia kepada dayang Sumi.
"Dia sakit yang mulia, tadi sudah bilang kepada saya. Dan mohon ampun,maaf karena hamba lupa memberitahukan hal ini kepada yang mulia ratu. " Jawab dayang Sumi menerangkan.
"Ayo makan," Ucap Adelia dengan tersenyum.
Adelia mengambil nasi di sertai lauk pauknya,dan memakannya dengan lahap.
"Enak masakan ini,apakah kau yang memasaknya bi Sumi...? " Tanya Adelia dengan mulut penuh dengan makanan.
"Iya yang mulia ratu,hamba sendiri yang telah memasaknya. " Jawab dayang Sumi dengan penuh hormat.
Adelia pun tersenyum, dan melanjutkan makan. Tiba-tiba pintu pun di dobrak dari luar kamar, dayang Sumi nampak terkejut di buatnya. Sedangkan sang ratu atau Adelia tenang-tenang saja melahap makanan nya.
"Jangan berteriak jika kalian ingin hidup...! " Ucap ketua komplotan.
Sedangkan Adelia masih seperti semula, menikmati makanan nya dengan santai tanpa ada rasa takut sedikitpun.
"Jangan sakiti yang mulia ratu,bunuh saja saya. " Ucap dayang Sumi kepada para komplotan dan berdiri di depan sang ratu untuk menghalangi musuh.
"Kami serius, kami tidak main-main. " Seru ketua komplotan dengan nada bicara sangar.
"Bi Sumi, masakanmu sungguh nikmat, aku suka. " Ucap Adelia tiba-tiba.
"Apa kau kira kami bergurau, yang mulia ratu Pancawati. " Ucap ketua komplotan dengan mendekati sang ratu.
"Jangan dekati yang mulia ratu. " Ucap dayang Sumi dengan berani.
Adelia masih diam saja, dan tak memperdulikan mereka.
"Lenyapkan dayang itu...! " Seru ketua komplotan kepada para anak buahnya.
"Jika kalian berani menyentuhnya, akan aku patahkan tangan kalian. " Kata ratu Pancawati dengan nada bicara biasa.
"Hahaha.... " Mereka pun tertawa serentak mendengar perkataan dari sang ratu.
"Lenyapkan sekarang...! " Perintah ketua komplotan tersebut dengan lantang.
Baru saja salah satu dari mereka mengayunkan pedang,tiba-tiba....
"Arrrggghhh... " Erang orang tersebut kesakitan. Ternyata dia telah diserang terlebih dahulu oleh Adelia atau sang ratu Pancawati.
__ADS_1
Setelah itu, dengan gesit nya Adelia menghabisi lawan-lawannya,tanpa ampun.