KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK

KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK
BAGAIMANA MUNGKIN


__ADS_3

Dayang Sumi sangat terkejut melihat pemandangan yang tidak pernah dirinya bayangkan sekali pun. Pemandangan yang sangat mengerikan,ada banyak cairan merah kental yang berbau amis di mana-mana.Ya cairan merah kental yang berbau amis tersebut berasal dari komplotan penculik tersebut yang telah tumbang tidak bernyawa lagi. Dari lima orang tersebut,yang tersisa tinggallah satu orang yang masih hidup.


"A... am... ampun gusti ratu, ampun...!! " Ucap Ketua komplotan tersebut dengan iba.Karena badan nya terdapat luka dimana-mana.


Dengan berjalan santai, yang mulia ratu Pancawati mendekati ketua komplotan tersebut dengan membawa sebilah pedang di tangannya yang sudah berlumuran dengan cairan merah kental yang berbau amis.


Sedangkan dayang Sumi,tiba-tiba ia pun pingsan karena saking takutnya melihat pemandangan mengerikan ini.


"Aku sudah bilang, jangan kau sentuh dia. Tapi kenapa kau masih saja melakukannya...? " Ucap sang ratu dengan nada bicara datar.


"Ampun gusti ratu, ampun. " Jawab pria tersebut dengan penuh rasa iba.


Adelia hanya tersenyum simpul.


"Apa kau tahu kesalahan terbesarmu...? " Tanya Adelia atau yang mulia ratu Pancawati dengan tersenyum simpul.


Pria itu menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Karena hamba ingin menculik yang mulia ratu. " Jawab pria tersebut.


"Salah." Ucap Adelia dengan asal.


Pria tersebut berkata lagi, "Karena hamba me...me... memerintahkan untuk melenyapkan dayang yang mulia ratu. " Jawab pria tersebut dengan nada bicara ketakutan.


"Masih salah,kalau kamu ingin tahu. Aku akan memberitahumu, bagaimana...? aku baik kan...? " Jawab Adelia atau yang mulia ratu Pancawati dengan tersenyum sumringah.


"Kesalahan terbesarmu adalah karena kamu telah mengganggu makan siangku, itulah kesalahan terbesarmu...! " Kata sang ratu dengan wajah yang memerah karena marah.


"Apa...!? " Ucap pria tersebut dengan kaget.


"Bagaimana mungkin, hanya karena hal itu. Yang mulia ratu Pancawati akan menghabisiku. " Pikir pria tersebut dengan heran.

__ADS_1


Melihat perubahan wajah dari sang lawan, ratu Pancawati pun berkata,, "Tenang saja, aku ini orang yang baik hati.Aku akan mempertimbangkan kesalahanmu, tapi dengan satu syarat...? " Ucap sang ratu mengajukan syarat kepada pria tersebut.


"Apa yang mulia ratu...? " Tanya pria tersebut dengan penuh harap.


"Habisi dia yang telah menyuruhmu untuk menculikku...! " Ucap ratu Pancawati dengan menekankan kata disetiap ucapannya.


Wajah pria tersebut pun nampak bingung, syarat apa ini.


"Bagaimana mungkin aku menghabisi kekasihku sendiri, sedangkan aku sangat mencintai dirinya. " Batin pria tersebut.


"Bagaimana, apa kau bisa menerima syarat dariku...? " Ucap sang ratu.


Bukan nya menjawab pertanyaan dari ratu Pancawati,pikiran pria tersebut malah saling bertarung dengan sendirinya.


"Aku memang mencintai dirinya, tapi aku lebih mencintai diriku sendiri. " Ungkap pria tersebut dalam hati.


"Aku akan bilang iya,walaupun sebaliknya lah kenyataan nya. Yang penting aku selamat dulu, aku akan berpura-pura menyesetujui syarat yang ia berikan. " Batin pria tersebut.


Mendengar jawaban dari pria tersebut, Adelia pun melepaskan pria itu.


"Menarik, rasanya sudah lama sekali aku tidak berburu seseorang, ini adalah sebuah candu yang tidak bisa aku hindari sejak lama. " Ungkap Adelia dengan mencium pedang yang berlumuran dengan cairan merah yang berbau amin itu.


"Aku tahu apa yang akan dilakukan pria itu, dia akan kembali lagi. Bukan untuk bilang, memenuhi syarat nya. Melainkan akan bilang untuk melenyapkan ratu. " Ucap Adelia dengan tersenyum.


Adelia pun segera membersihkan bercak-bercak merah pada lantai. Dan menyembunyikan jenasah orang yang telah di bunuh nya tadi.Ia membuat semua menjadi seperti semula.Setelah itu, barulah ia mengurus dayang Sumi yang pingsan.


Dayang Sumi pun bangun dari pingsannya, tiba-tiba ia pun berteriak.


"Arrrggghhh...! " Seru dayang Sumi dengan dahi yang dipenuhi oleh keringat.

__ADS_1


"Kamu sudah bangun bi Sumi...? " Tanya Adelia dengan santai nya. Ia tengah menikmati makanan yang masih tersisa tadi.


Melihat itu dayang Sumi pun segera bangun dari tempat tidur yang mulia ratu.


"Ampuni hamba yang mulia ratu, hamba telah lancang telah tidur di tempat tidur yang mulia ratu. " Ucap dayang Sumi dengan tertunduk.


Yang mulia ratu pun tersenyum, "Aku yang menyuruhnya, kenapa harus meminta maaf. " Jawab yang mulia ratu Pancawati.


"Dimana mereka, yang mulia ratu...? " Tanya dayang Sumi dengan heran, pasalnya tempat yang tadi dipenuhi oleh cairan merah yang berbau amis. Kini sudah kembali bersih seperti semula.


"Siapa...? " Tanya balik ratu Pancawati.


"Mereka yang mulia ratu, mereka yang telah menyerang kita tadi. " Terang dayang Sumi dengan cemas.


"Sejak tadi, tidak ada siapa-siapa bi Sumi. Setelah kamu menyajikan makanan ini, tiba-tiba kamu pingsan dan akulah yang telah menidurkan bi Sumi di tempat tidurku. " Jawab Yang mulia ratu Pancawati dengan berbohong.


"Mana mungkin yang mulia ratu,semua tadi terlihat nyata. Hamba melihat yang mulia ratu Pancawati menghabisi mereka semua, tanpa ampun. " Terang dayang Sumi menyakinkan.


"Dayang Sumi,bukankah kamu sudah lama bersamaku...? " Tanya ratu Pancawati kepada dayang Sumi.


"Iya, yang mulia ratu. " Jawab dayang Sumi.


"Itu tandanya kamu sangat mengenalku bukan...? " Tanya ratu Pancawati lagi.


"Benar yang mulia ratu. " Jawab dayang Sumi dengan menundukan kepalanya.


"Jadi bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal seperti itu....!? " Tanya ratu Pancawati lagi.


"Mohon ampuni hamba yang mulia ratu, hamba telah berbicara yang bukan-bukan kepada yang mulia ratu.

__ADS_1


Sang ratu Pancawati pun tersenyum... " Aku maafkan. "Jawab yang mulia ratu Pancawati.


__ADS_2