KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK

KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK
PILIHAN YANG SULIT


__ADS_3

"Apa...? " Tanya yang mulia raja Anton Atmaja kepada Adelia atau ratu Pancawati.


Adelia atau ratu Pancawati melihat di sekeliling nya sejenak, setelah itu barulah ia berkata di dekat telinga yang mulia raja Anton Atmaja.


"Nyawamu atau nyawa selir Praweswari...!? " Ucap Adelia atau ratu Pancawati sembari tersenyum lembut dan pergi meninggalkan sang raja. Yang diikuti dengan dayang Sumi di belakang nya.


Ucapan ratu Pancawati berhasil membuat sang raja melongo. Sungguh pilihan yang sangat sulit. Di satu sisi sang raja sangat mencintai selir Praweswari, dan di sisi yang lain sang raja juga mencintai nyawanya sendiri. Jadi tidak mungkin ia bisa memilih di antara kedua nya.


"Kenapa ia menyelamatkan nyawaku berulang kali, jika sekarang ia meminta nya...?! " Pikir yang mulia raja Anton Atmaja.


Selir Praweswari melihat sang ratu Pancawati pergi dari sana, ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Selir Praweswari langsung saja memeluk yang mulia raja Anton Atmaja tanpa rasa malu sedikit pun. Walaupun di sana masih ada ibu Suri dan juga para selir yang lain nya.


Ibu Suri merasa jengah melihat pemandangan di depan mata nya itu, ia pun memutuskan untuk pergi dari sana.


Tinggallah raja Anton Atmaja, selir Praweswari dan para selir lain nya.


"Yang mulia raja,paduka terluka...? " Ucap selir Praweswari dengan nada terkejut.


"Ayo raja, ayo ikut hamba. Hamba akan mengobati luka yang mulia raja ini. " Ungkap selir Praweswari.


Sedangkan para selir yang lain nya juga ikut cemas dengan luka yang di peroleh oleh sang raja. Mereka ikut membantu selir Praweswari, namun ditolak oleh selir Praweswari.


"Kalian masuklah ke dalam kamar kalian masing-masing, biar yang mulia raja aku yang rawat." Ucap selir Praweswari dengan melirik tajam ke arah para selir yang hendak membantu nya.


"Baiklah selir Praweswari, kami mohon pamit. " Ucap salah satu selir mewakili selir lain nya.

__ADS_1


"Ya." Jawab selir Praweswari dengan sombong nya.


"Raja Anton Atmaja, kami mohon pamit. " Ucap salah satu selir lain.


Sedangkan raja Anton Atmaja hanya mengibaskan salah satu tangan nya.


Setelah kepergian para selir, selir Praweswari membawa sang raja ke dalam kamar nya. Selir Praweswari mengobati luka yang mulia raja Anton Atmaja dengan telaten.Setelah selesai mengobati luka yang mulia raja.


"Yang mulia raja,apa mungkin penyerangan ini ada sangkut pautnya dengan yang mulia ratu Pancawati. Karena tidak mungkin yang mulia ratu Pancawati menjadi sekuat itu, sedangkan kita tahu sendiri jika yang mulia ratu Pancawati adalah seorang sosok yang lemah. "Ucap selir Praweswari mengadu domba yang mulia raja Anton Atmaja dengan ratu Pancawati.


Raja Anton Atmaja hanya diam,tanpa mau menanggapi ucapan selir Praweswari.


Karena ucapan nya tidak di respon oleh raja,selir Praweswari pura-pura marah tak jelas.


" Apakah gusti raja sudah tidak mencintai hamba lagi hiks...hiks...hiks.....? "Ucap selir Praweswari dengan berpura-pura menangis.


" Yang mulia raja Anton Atmaja, hamba bertanya kepada paduka raja...! "Ucap selir Praweswari dengan nada bicara kesal.


Raja pun menatap selir Praweswari dengan mata berkaca-kaca. Hal itu pun di lihat oleh selir Praweswari.


" Paduka raja, ada apa...?Kenapa yang mulia raja seperti mau menangis...? "Tanya selir Praweswari dengan penuh menyelidik.


" Selir Praweswari, apakah engkau mencintaiku...? "Tanya balik raja Anton Atmaja kepada selir Praweswari.


" Tentu yang mulia raja,ada apa...? Kenapa yang mulia raja menanyakan hal ini kepada hamba...? Apakah yang mulia raja meragukan cinta hamba...? "Ucap selir Praweswari dengan beberapa kali bertanya kepada raja Anton Atmaja.

__ADS_1


" Aku tidak pernah meragukanmu, selir Praweswari. Aku juga tahu kalau kamu memang lah mencintai aku. "Ucap raja Anton Atmaja kepada selir Praweswari.


" Aku ingin meminta sesuatu darimu selir Praweswari...? "Ucap raja Anton Atmaja kemudian.


" Apa itu yang mulia raja...? "Tanya selir Praweswari menjawab pertanyaan dari sang raja.


" Jika aku meminta nyawamu, apakah kau mau memberikan nya untukku...? "Tanya raja Anton Atmaja kepada selir Praweswari.


Mendengar ucapan raja barusan, selir Praweswari langsung menatap sang raja.


" Apa maksud dari ucapan yang mulia raja barusan...? "Tanya selir Praweswari kepada yang mulia raja Anton Atmaja.


" Tenanglah selir Praweswari, aku hanya bercanda saja. "Jawab yang mulia raja Anton Atmaja kemudian.


" Aku yakin, siapa pun orang nya. Pasti tidak akan mau mengorbankan nyawa nya demi apa pun. Entah itu aku, atau pun selir Praweswari. Aku memang mencintai selir Praweswari, tapi nyatanya aku lebih mencintai nyawaku sendiri. "Batin yang mulia raja Anton Atmaja.


" Apa yang dipikirkan oleh yang mulia raja Anton Atmaja, kenapa ia tiba-tiba berbicara seperti ini...!? "Pertanyaan demi pertanyaan muncul di benak selir Praweswari.


" Sungguh pilihan yang sulit. "Batin raja Anton Atmaja.


" Yang mulia raja, lain kali janganlah bercanda seperti itu. Karena hamba akan melakukan nya, jika yang mulia raja meminta nya. "Ucap selir Praweswari berbohong.


"Benarkah begitu selir Praweswari,,,? " Tanya raja Anton Atmaja kepada selir Praweswari.


"Benar yang mulia raja, akan tetapi hamba yakin kalau paduka raja tak akan pernah menyuruh hamba melakukan hal seperti itu. " Jawab selir Praweswari.

__ADS_1


"Mungkin itulah yang engkau pikirkan selir Praweswari, namun aku tidak. Karena aku lebih mencintai nyawaku sendiri di bandingkan dengan nyawa orang lain. " Pikir raja Anton Atmaja.


__ADS_2