
Saat ini ratu Pancawati tengah berada di taman,dia menikmati keindahan bunga yang baru bermekaran.Tiba-tiba ia melihat ada sekelebat bayangan yang lari ke arah kamar nya, ia pun dengan segera mengikuti bayangan tersebut.
"Siapa orang itu. " Gumam Adelia atau ratu Pancawati pelan sembari mengikuti langkah kaki orang itu.
Dan saat orang tersebut berusaha masuk ke dalam kamar Adelia atau ratu Pancawati,sang ratu lebih dahulu berhasil meraih lengan orang tersebut.
"Siapa kamu...?! " Seru ratu Pancawati kepada orang tersebut.
Bukan nya menjawab pertanyaan dari sang ratu, orang tersebut malah menyerang ratu Pancawati tanpa aba-aba.
Untung nya ratu Pancawati atau Adelia bisa menghindari serangan dari orang tersebut. Ia bahkan melawan balik orang tersebut dengan brutal. Hingga membuat orang tersebut kewalahan menangkis serangan dari diri nya.
Dengan mudah ratu Pancawati berhasil melumpuhkan orang tersebut. Ia pun langsung membuka cadar yang dipakai oleh orang yang menyerang nya itu.
Alangkah terkejutnya sang ratu, saat tahu siapa orang yang telah menyerangnya barusan.
"Pangeran Agra...! " Seru ratu Pancawati kaget.
Pangeran Agra yang ketahuan pun hanya menundukkan kepala nya.
"Apa yang kau cari di kamarku, pangeran Agra...? " Tanya ratu Pancawati kepada pangeran Agra dengan nada penuh menyelidik.
"Dan kenapa engkau menyerangku...? " Tanya ratu Pancawati lagi kepada pangeran Agra penuh tanya.
"Siapa kamu...!? " Jawab pangeran Agra dengan nada penuh tanya kepada sang ratu.
Sang ratu,bukan nya menjawab pertanyaan dari sang pangeran. Ia malah tertawa terbahak-bahak.
"Aku... hahaha.... " Sahut ratu Pancawati dengan tertawa terbahak-bahak, sedangkan pangeran Agra hanya diam melihat ratu Pancawati tertawa.
"Aku semakin yakin, kau memang bukanlah putri Pancawati kekasihku. " Gumam pangeran Agra di dalam hati dengan terus memandangi sikap dan wajah sang ratu.
"Pangeran Agra, ada apa dengan dirimu...? Kenapa engkau bertanya jika jelas-jelas kamu tahu,kalau aku ini adalah ratu Pancawati. " Jawab ratu Pancawati dengan tersenyum.
"Aku sangat mengenal ratu Pancawati,dan aku tahu semua tentang dirinya. " Kata pangeran Agra kepada ratu Pancawati.
"Ada kala nya orang itu berubah kapan saja pangeran Agra, dan tidak mungkinkan kalau kita mengetahui semua rahasia orang lain. Sekalipun itu orang yang paling kita kenal. Begitu pula dengan diriku,aku yang sekarang berbeda dengan aku yang dahulu. " Terang ratu Pancawati kepada pangeran Agra.
__ADS_1
"Dan semua rahasia yang aku miliki,tak perlukan aku ceritakan semua kepadamu pangeran Agra. Karena apa,karena setiap orang mempunyai privasi. " Ucap ratu Pancawati lagi.
Pangeran Agra pun berusaha berdiri, tidak lupa pula sang ratu membantu nya. Namun niat baik dari sang ratu di tolak oleh pangeran Agra.
"Aku bisa sendiri. " Ucap pangeran Agra dengan nada bicara datar.
Ratu Pancawati pun tersenyum, lalu ia pun berkata.
"Aku hanya ingin membantumu pangeran Agra. " Jawab ratu Pancawati.
"Dimana ratu Pancawati yang asli...?! " Tanya pangeran Agra kepada Adelia dengan nada bicara datar.
"Ada di depanmu, pangeran Agra. " Jawab Adelia atau ratu Pancawati kepada pangeran Agra yang bertanya kepada dirinya.
"Aku tidak bercanda, siapa kamu dan dimana ratu Pancawati yang asli...?? " Ucap pangeran Agra dengan mengacungkan pedang nya ke arah sang ratu.
"Ada apa denganmu, pangeran Agra. Kenapa engkau, tiba-tiba bertindak aneh seperti ini. " Jawab ratu Pancawati menjawab pertanyaan dari pangeran Agra.
Pangeran Agra masih diam.
"Tanganmu terluka pangeran Agra, mari aku obati. " Kata ratu Pancawati kepada pangeran Agra.
Namun pangeran Agra malah berkata,
"Aku mau engkau berkata jujur ratu Pancawati. Sungguh saat ini aku sangat tidak mengenalimu,kau berbeda. " Jawab pangeran Agra membalas ucapan dari sang ratu.
Ratu Pancawati pun tersenyum, "Aku berbeda...? " Ucap ratu Pancawati kepada pangeran Agra dengan menunjuk diri nya sendiri.
"Ya,engkau sangat berbeda. " Balas pangeran Agra.
"Aku sudah bilang kepadamu barusan, pangeran Agra.Semua memang sudah berubah, termasuk dengan aku. " Jawab ratu Pancawati kepada pangeran Agra.
Adelia atau ratu Pancawati memang berkata seolah-olah tidak terjadi apa-apa terhadap diri nya. Padahal sebenarnya ia tengah menyetabilkan detak jantung nya yang sedari tadi berdetak terlalu kencang di hadapan pangeran Agra.
"Bisa-bisa aku mati, jika detak jantungku ini berdetak terlalu kencang terus. " Batin Adelia mengada-ada.
"Aku tidak percaya, semudah itu engkau berpaling dariku putri Pancawati." Batin pangeran Agra.
__ADS_1
"Besok aku akan mengantarmu pulang ke istana kakakku,jadi beristirahatlah." Ucap pangeran Agra kepada ratu Pancawati tanpa melihat ke arah sang ratu dan berlalu pergi begitu saja.
"Apa...? " Jawab Adelia atau ratu Pancawati dengan nada bicara terkejut.
"Ada apa dengan dia...? " Gumam sang ratu.
Di tempat lain tepatnya di istana raja Anton Atmaja.
"Yang mulia raja,hamba sangat berterima kasih. Karena paduka raja bersedia untuk menemani hamba di sini. " Ucap selir Praweswari dengan nada bicara manja, sembari tiduran di pangkuan sang raja.
Raja Anton Atmaja pun tersenyum lembut,sembari membelai rambut indah sang selir.
"Yang mulia raja,kenapa yang mulia raja mengkhawatirkan ratu Pancawati...? " Tanya selir Praweswari kepada raja Anton Atmaja.
Raja pun berkata, "Dia tetap istriku,ratuku dan pendamping hidupku selir Praweswari. Apa pun yang terjadi pada dirinya tetaplah tanggung jawabku. " Jawab sang raja menjawab pertanyaan dari selir Praweswari.
Selir Praweswari pun diam, setelah mendengar jawaban dari sang raja. Hal itu tidak luput dari pandangan sang raja.
Raja pun berkata, "Ada apa selir Praweswari, apa ada sesuatu yang membuat hatimu sedih...? " Tanya sang raja kepada selir Praweswari setelah melihat perubahan wajah dari sang selir yang nampak kecewa.
"Paduka seharusnya sudah tahu dari awal, kalau hamba ini ingin sekali bersanding dengan paduka raja di singgah sana. Kapan, paduka raja mengabulkan permintaan hamba yang itu...! " Jawab selir Praweswari dengan berpura-pura merajuk.
"Aku pasti akan mengabulkan permintaanmu yang itu, selir Praweswari. Tapi, sekarang ini belum saat nya. " Jawab sang raja.
"Apalagi saat ini, ratu Pancawati diculik orang. " Ucap yang mulia raja kemudian.
"Seharusnya inilah saat nya, untuk kita menyingkirkan ratu Pancawati paduka raja. " Ucap selir Praweswari kepada yang mulia raja Anton Atmaja.
Sang raja belum menjawab ucapan dari sang selir, namun selir Praweswari lagi-lagi berkata.
"Ini adalah kesempatan kita paduka raja,kita buat seolah-olah sang ratu pergi dari istana atas kemauannya sendiri. " Ujar selir Praweswari.
Raja yang mendengar ucapan sang selir barusan pun berkata.
"Kenapa, engkau begitu membenci sang ratu selir Praweswari...? Bukankah dia dulu adalah teman karibmu...? " Tanya yang mulia raja kepada selir Praweswari.
Sang selir pun nampak berpikir sejenak, dalam hati ia berkata. "Karena dia menghianati persahabatanku,dia menerima lamaran darimu. Yang jelas ia tahu, kalau kakakku mencintai dirinya. " Batin selir Praweswari.
__ADS_1