
"Selir Praweswari, aku bertanya kepadamu...? " Ucap raja Anton Atmaja kepada selir Praweswari yang terlihat tengah berpikir.
"Ya raja, maafkan hamba. " Jawab selir Praweswari yang tidak nyambung dengan pertanyaan sang raja.
Sang raja pun tersenyum lembut,menatap wajah cantik sang selir.
"Aku tahu alasan nya selir Praweswari, dan kau tidak perlu menjawabnya. " Ucap raja Anton Atmaja kepada selir Praweswari yang menduga kalau alasan selir Praweswari sangat membenci ratu Pancawati adalah karena diri nya.
"Alasan nya karena dirimu raja Anton Atmaja, karena dirimu lah aku menjadi sangat membenci ratu Pancawati. " Gumam selir Praweswari di dalam hati.
"Terima kasih yang mulia raja,karena yang mulia raja Anton Atmaja sangat mengerti apa pun yang sedang hamba alami. " Jawab selir Praweswari setelah mendengar ucapan sang raja.Ia tersenyum lembut memandangi wajah tampan yang mulia raja.
"Kau terlalu mempercayai diriku, yang mulia raja Anton Atmaja. Padahal engkau tahu jika aku adalah adik dari orang yang telah engkau lenyapkan. Apa engkau tidak mengerti arti dari kehilangan, yang bisa membuat orang dendam sampai mati, seperti diriku ini. Ya aku sangat dendam kepadamu, karena engkau telah melenyapkan kakak kandungku yang mulia raja Anton Atmaja. " Ucap selir Praweswari di dalam hati dengan perasaan penuh dendam.
Sang raja pun tersenyum, ia lalu keluar dari kamar selir Praweswari tanpa berpamitan.
Di tempat yang berbeda lebih tepatnya di istana pangeran Agra.
Ratu Pancawati berjalan mondar-mandir di dalam kamar nya. Ia masih saja terus berusaha untuk menormalkan kembali detak jantung nya yang sedari tadi berdetak lebih kencang dari pada biasanya.
"Apa yang terjadi kepadaku,kenapa perasaan ini muncul kembali. " Seru ratu Pancawati.
"Perasaan aneh ini, hanya muncul pada saat aku berhadapan langsung dengan pangeran Agra. Apa jangan-jangan aku di guna-guna oleh pangeran Agra...?" Ucap ratu Pancawati kepada diri nya sendiri yang menduga-duga.
"Tapi mana mungkin...? " Ucap nya lagi kepada diri nya sendiri.
"Aku tidak bisa menahannya lagi, aku harus bicarakan perasaan ini kepada pangeran Agra. " Ucap ratu Pancawati.
Ratu Pancawati pun pergi menemui pangeran Agra yang tengah berlatih pedang.
Setelah sampai di tempat pangeran Agra berada, ratu Pancawati pun langsung mengutarakan isi hati nya kepada pangeran Agra.
"Permisi pangeran Agra, bisakah kita berbicara. " Ucap Adelia atau ratu Pancawati kepada pangeran Agra yang tengah berlatih pedang.
__ADS_1
Mendengar ucapan sang ratu, pangeran Agra pun langsung menghentikan latihan pedang nya...
"Kalian pergilah...! " Perintah pangeran Agra kepada orang yang tadi sedang bersama nya berlatih pedang.
"Apa yang engkau ingin bicarakan ratu Pancawati...? " Tanya pangeran Agra kepada ratu Pancawati setelah orang itu pergi.
"Kemarilah...! " Ucap ratu Pancawati memanggil pangeran Agra.
Pangeran Agra pun mengikuti apa kata dari ratu Pancawati. Ia pun duduk di hadapan sang ratu.
Setelah melihat pangeran Agra duduk di hadapannya, sang ratu pun mulai berucap.
"Pangeran Agra, maaf sebelumnya jika apa yang ingin aku katakan ini agak terlalu sensitif. " Ucap ratu Pancawati kepada pangeran Agra yang mendengarkan nya.
"Aku mempunyai sebuah perasaan yang anehh kepadamu, pangeran Agra...! " Ucap ratu Pancawati mengawali obrolan mereka.
"Apa maksudmu, ratu Pancawati...? " Seru pangeran Agra kepada ratu Pancawati yang belum menyelesaikan ucapan nya.
"Tolong dengarkan aku dulu pangeran Agra..! " Jawab ratu Pancawati atau Adelia kepada pangeran Agra dengan nada bicara agak tinggi.
"Ya, aku akan mendengarkan semua ucapanmu. " Jawab pangeran Agra menjawab ucapan dari ratu Pancawati dengan nada bicara tidak bersahabat.
"Oke baiklah, dengarkan aku sekarang. " Ucap ratu Pancawati.
"Aku merasa jika perasaanku menjadi aneh,pada saat aku berhadapan denganmu seperti saat ini pangeran Agra. " Ucap ratu Pancawati kepada pangeran Agra yang mendengarkan ucapan nya.
"Jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya,dan itu juga aku rasakan pada saat aku bersama denganmu, pangeran Agra. " Ucap ratu Pancawati lagi.
"Entah apa ini, a... aku tidak memahaminya. Terus terang, baru kali ini aku mempunyai perasaan aneh seperti ini pangeran Agra, dan itu semua terjadi saat aku bersamamu. " Keluh ratu Pancawati kepada pangeran Agra yang masih setia mendengarkan ucapan darinya.
"Apa yang telah engkau lakukan terhadapku pangeran Agra, dan apakah mungkin engkau mengguna-guna aku...? " Tanya ratu Pancawati kepada pangeran Agra.
"Bolehkah aku bicara...? " Tanya balik pangeran Agra meminta izin bicara kepada ratu Pancawati.
__ADS_1
"Ya, bicaralah pangeran Agra. " Jawab ratu Pancawati dengan menganggukkan kepala nya sembari menatap pangeran Agra.
"Kau bukanlah putri atau pun ratu Pancawati. Karena jika engkau ratu Pancawati,kau pasti tahu jawabannya. " Ucap pangeran Agra dengan nada bicara datar.
"Bukan itu jawaban yang ingin aku dengar pangeran Agra...! " Seru ratu Pancawati kepada pangeran Agra.
"Kenapa lagi dan lagi engkau selalu membicarakan hal itu. "Ucap nya lagi dengan nada bicara kesal.
" Baiklah aku akan menjawab pertanyaanmu itu ratu Pancawati.Dengarkanlah,perasaan aneh yang engkau rasakan itu. Adalah suatu ungkapan emosi dari afeksi yang kuat dari dalam dirimu, ratu Pancawati. Itulah yang dinamakan dengan kata cinta. "Terang pangeran Agra menjawab ucapan dari ratu Pancawati.
" Kau mencintai diriku, ratu Pancawati...! "Ungkap pangeran Agra dengan menekankan ucapan nya pada di setiap kata.
" Cinta...? "Tanya ratu Pancawati kepada pangeran Agra dengan nada bicara bingung.
"Aku cinta...?, aku jatuh cinta...?Hahaha... itu sangat mustahil pangeran Agra.Dan mana mungkin itu terjadi.Apalagi, jika sampai aku mencintaimu...! " Ucap ratu Pancawati dengan tertawa.
"Itu mustahil. " Ucap ratu Pancawati lagi tidak percaya.
"Itulah kenyataan nya ratu, kau mencintai diriku. " Jawab pangeran Agra menjawab ucapan dari sang ratu, dengan tersenyum.
"Mus-ta-hil, " Jawab ratu Pancawati bersikeras. Dan pergi begitu saja dari hadapan pangeran Agra.
"Terserah apa pun yang engkau pikirkan, ratu Pancawati. Namun kini aku lega setidaknya kini aku tahu,jika kau memang ratuku, ratu Pancawatiku. Kini aku percaya padamu. " Seru pangeran Agra di dalam hati nya,ia menduga jika kabar burung itu benar. Jika ratu Pancawati memang tengah mengalami lupa ini ingatan.
"Maafkan aku, jika aku pernah menuduhmu yang bukan-bukan ratu Pancawati. "Ucap pangeran Agra pelan, dengan perasaan menyesal.
" Siapa dia,kenapa dengan percaya dirinya ia mengatakan kalau aku ini cinta padanya. Orang aneh...! "Gerutu ratu Pancawati atau Adelia.
" Aku Adelia Anandita, bukan ratu Pancawati yang ia kira. "Ucap Adelia.
" Aku adalah ketua gengs mafia yang ditakuti oleh siapa pun, bukan seorang ratu yang lemah seperti ratu Pancawati. "Gumam Adelia lagi.
" Aku tidak pernah mengenal kata cinta. "Ungkap Adelia.
__ADS_1
" Argghhh....!! Ini benar-benar membuatku gila. "Ucap Adelia dengan berteriak kencang.