
''Pangeran Agra...!''Teriak Adelia sembari terkejut. Adelia melihat pangeran Agra sudah tergeletak lemah terbaring di tanah.Dia juga melihat ada beberapa orang yang tengah mengelilingi pangeran Agra dengan masing-masing orang membawa sebilah pedang .Mereka, orang yang mengelilingi pangeran Agra terlihat seperti seorang pengawal kerajaan dari kerajaan Atmaja Jaya,kerajaan yang di pimpin oleh raja Anton Atmaja,kakak kandung dari pangeran Agra Atmaja.
''Hentikan...!''Ucap Adelia lagi dengan suara lantang.
Adelia atau ratu Pancawati pun segera berlarian ke arah di mana pangeran Agra berada.Karena Adelia melihat salah satu diantara mereka hendak mengayunkan pedangnya ke arah pangeran Agra.
Semua orang menoleh ke arah Adelia atau ratu Pancawati berada.
''Hormat hamba yang mulia ratu....''Ucap salah satu di antara mereka memberi hormat kepada ratu Pancawati.
''Apa yang kalian lakukan terhadap pangeran Agra...hah..!!''Ucap ratu Pancawati dengan nada bicara tinggi.
''Aku ada disini ratu.''Ucap seseorang dengan tiba-tiba ,yang sudah berdiri dibelakangnya sang ratu.
Ratu Pancawati menoleh ke arah sumber suara.Dia pun membalikkan badannya,''Siapa kamu...?''Tanya ratu Pancawati kepada orang tersebut yang mengaku sebagai pangeran Agra.
''Aku pangeran Agra yang asli,ratu Pancawati.'' Ucap oran tersebut.
''Mustahil.''Jawab ratu Pancawati tidak percaya.
Ratu Pancawati pun tak menghiraukan ucapan orang tesebut,ia langsung menghampiri pangeran Agra yang tergeletak lemah di tanah.
Namun langkahnya sempat dihadang oleh para pengawal.
''Ampunilah hamba yang mulia ratu,tapi maaf karena ini perintah dari pangeran Agra.''Ucap pengawal tersebut mencoba menghadang langkah kaki dari ratu Pancawati.
__ADS_1
Ratu Pancawati atau Adelia tidak memperdulikan ucapan dari pengawal tersebut. Ia terus saja berjalan ke arah pangeran Agra yang tergeletak di depan .
''Jika ada yang menghalangi langkah kaki ku,aku pastikan dia lenyap di tanganku...!!''Ucap ratu Pancawati dengan lantang tanpa memandang wajah orang yang ia ajak bicara.
Namun ucapan nya tidak di hiraukan oleh para pengawal tersebut.Karena mereka mendapat kode dari pangeran Agra yang palsu untuk tidak menghiraukan ucapan dari sang ratu.
Para pengawal itu menghalangi langkah kaki sang ratu,mereka tidak tahu siapa yang tengah mereka hadapi saat ini.Mereka hanya tahu ,jika ratu Pancawati adalah ratu yang lemah.
Saat salah satu dari mereka hendak mengayunkan pedang yang ia bawa ke arah sang ratu. Dengan gesit ratu Pancawati melawan nya dan berhasil melumpuhkannya dengan sekejap mata.
''Jangan halangi aku,jika kalian tidak ingin bernasib sama seperti nya....!''Ucap sang ratu dengan suara lantang.
Para pengawal pun akhirnya mundur setelah mendapat kode dari pangeran Agra yang palsu.
''Pangeran Agra,bangunlah ...!''Ucap sang ratu mencoba membangunkan pangeran Agra yang sudah tidak sadarkan diri.
Namun semua orang yang ada di sana hanya diam tak ada satupun dari mereka yang menjawab pertanyaan dari sang ratu.
''Aku akan membunuhnya,agar aku bisa menggantikan nya menjadi pangeran. ''Jawab orang tersebut yang mengaku dirinya sebagai pangeran.
''Terhubung yang mulia ratu ada di sini dan mengetahui rencana yang akan aku lakukan. Jadi bukan salah hamba,jika yang mulia ratu akan bernasib sama seperti pangeran. ''Ucap orang tersebut.
''Putri Praweswari...''Panggil orang tersebut memanggil nama selir Praweswari.
Sang selir pun datang,ia memakai pakaian serba hitam dan menutupi wajahnya dengan topeng. Sang selir pun membuka topengnya secara perlahan di hadapan sang ratu.
__ADS_1
''Mus-ta-hil ...!''Seru ratu Pancawati setelah melihat pemandangan di depan matanya.
''Hahaha....''Suara tawa dari selir Praweswari.
''Apa engkau terkejut, yang mulia ratu Pancawati. ''Ucap selir Praweswari dengan nada bicara berlagak sombong.
''Tidak...!''Ucap ratu Pancawati dengan singkat dan nada bicara datar.
''Baguslah jika engkau tidak terkejut ratu.Aku sengaja membuat cerita tentang dirimu,yang seolah -olah engkau diculik oleh pangeran Agra.Agar menimbulkan keretakkan diantara pangeran Agra dengan paduka raja Anton Atmaja.Hal itu yang aku inginkan,agar aku bisa lebih mudah menghancurkan kerajaan nya. Namun setelah aku pikir lebih jauh,kenapa aku harus pusing-pusing membuat cerita seperti itu. Jika dengan menyingkirkan dirimu bisa menghancurkan hati sang raja .''Ucap selir Praweswari kepada ratu Pancawati.
''Apa maksud dari perkataanmu itu selir Praweswari...!?''Tanya ratu Pancawati kepada selir Praweswari.
''Aku hanya ingin menghancurkan raja Anton Atmaja,di tambah bonus dirimu. Kalian pantas mendapatkan nya.''Ucap selir Praweswari dengan nada sengit.
''Terserah apa pun katamu itu,biarkan kami pergi...!''Seru ratu Pancawati kepada selir Praweswari.
''Hahaha....sudah aku bilang ratu,kau ataupun pangeran Agra boleh pergi. Tapi setelah kalian ku kirim ke neraka...hahaha....''Ucap orang yang mengaku sebagai pangeran Agra.
''Baiklah jika kalian tidak mau membiarkan kami pergi. ''Ucap ratu Pancawati sembari mengambil alih pedang yang di pegang oleh salah satu pengawal palsu itu.
''Majulah...!''Kata ratu menantang mereka.
''Hahaha...''Mereka pun tertawa dengan wajah mengejek.
''Kau itu lemah ratu Pancawati, mana mungkin kau bisa menggunakan pedang itu .''Ucap selir Praweswari dengan nada bicara mengejek.
__ADS_1
''Kau belum tahu, jika dia bukanlah ratu yang lemah lagi. ''Batin orang yang mengaku kalau dirinya pangeran Agra.
Orang itu tidak lain adalah ketua komplotan dari kelompok Mahesa yang bernama Anggoro. Dialah orang yang disuruh oleh selir Praweswari untuk membunuh pangeran Agra.