
'' Pingsan,dia pingsan.'' Ucap ratu Pancawati atau Adelia dengan pelan.
'' Aku rasa,aku harus memindahkannya di tempat tidur.Sungguh menyusahkan,'' Gerutu ratu Pancawati.
Ratu Pancawati bergegas memindahkan raja Anton ke tempat tidur nya dengan cara memapah nya.
Setelah itu,'' Selesai...! kau memang sangat menyusahkan.'' Ujar sang ratu.
'' Jika bukan karena sang ratu yang raga nya aku tempati mungkin saja kau sudah lenyap dari dulu yang mulia raja.'' Ucap Adelia atau sang ratu Pancawati dengan mencibir.
''Bagaimana caraku menjalankan misi ini,sebenarnya aku cukup muak dengan semua yang terjadi kepadaku selama ini.Aku mungkin menginginkan kehidupan kedua untuk menebus semua dosa-dosa yang selama ini aku perbuat.Tapi kenapa,aku bisa sampai hidup di dunia yang berbeda.Maksudku hidup di zaman dan tempat yang berbeda seperti ini.Aku ingin kembali ke tempat asal ku saja...!'' Ungkap Adelia menyesal.
Tiba-tiba,'' Siapa kamu,dan dari mana asal mu berada...? '' Ucap raja Anton yang sebenarnya sedari tadi ia hanya berpura-pura pingsan.Awalnya ia ingin mengerjai sang ratu,namun di luar dugaan nya ternyata dirinya malah mengetahui fakta yang begitu mengejutkan tentang sang ratu.
'' Kau...!'' Seru Adelia atau ratu Pancawati dengan raut wajah terkejut.Ia takut jika,sang raja menyadari kalau dirinya bukanlah sang ratu yang sebenarnya.Bukan takut apa,dia hanya takut jika itu terjadi.Akan menghancurkan misinya,dan secara langsung ia takut jika kakek dari sang ratu yang sebenarnya murka terhadap diri nya dan meminta kembali raga sang cucu,yaitu ratu Pancawati.Itu sama arti nya ia tiada atau lenyap dari kehidupan ini,dan kesempatan hidup kedua untuk nya pun sirna.
Raja Anton pun bangun dari ranjang sang ratu yang ia tiduri,raja Anton duduk di samping sang ratu duduk.Ia pun mengamati sang ratu dari atas sampai bawah.Lalu ia pun berkata, '' Siapa kau sebenarnya ratu Pancawati,kenapa kau ingin kembali ke tempat asal mu...! Atau jangan- jangan memang benar dugaan ku selama ini,kalau kau sebenarnya teman sekutu...? '' Tuduh raja Anton kepada Adelia atau ratu Pancawati sembari memindai wajah cantik sang ratu.
'' Apa yang dia pikirkan,jadi dia mengira kalau aku ini seorang penghianat...? Syukurlah aku kira,ia menyadari tentang diriku yang sebenarnya .'' Batin ratu Pancawati atau Adelia di dalam hati.
'' Kenapa paduka berpikiran seperti itu yang mulia...? '' Seru sang ratu berakting,pura-pura polos tidak tahu apa-apa.
'' Ratu Pancawati,apakah kau benar ingin kembali ke tempat asal mu...? '' Ucap raja Anton Atmaja kepada ratu Pancawati.
Ratu Pancawati atau Adelia pun segera menggelengkan kepala nya.Untuk sementara ini, ia akan tetap berpura-pura lugu.
Sang raja pun tersenyum devil melihat sang ratu, '' Aku menginginkanmu malam ini.Jadi bersiaplah...! '' Titah yang mulia raja.Yang berhasil membuat beku sang ratu di tempat.
Adelia atau sang ratu pun segera memaksa otak nya untuk bekerja lebih keras lagi guna untuk menemukan ide agar ia dapat menolak ajak kan dari sang raja.
__ADS_1
'' Kenapa aku harus berurusan dengan kata cinta,andai saja pemilik tubuh ini memintaku untuk melenyapkan seratus nyawa sekaligus.Aku bisa pastikan jika itu lebih mudah.Jangankan seratus nyawa,bahkan lebih pun aku mampu . '' Gerutu Adelia di dalam hati.
Sejenak ia pun berpikir lagi.
Hingga akhirnya ia pun menemukan ide,yang menurutnya ide cemerlang.
'' Apa kau mendengar ucapan ku,barusan ratu...? '' Ucap raja Anton kepada ratu Pancawati yang berhasil membuyarkan ide yang muncul dari pikiran sang ratu pun ikut buyar.
'' Sial...! '' Umpat sang ratu frustasi.
'' Apa kau barusan memaki ku,ratu Pancawati...?'' Ucap sang raja dengan menatap tajam ke arah sang ratu.
'' Sial,aku lupa tadi harus berbuat apa...?'' Batin ratu Pancawati.
'' Ti,,,tidak yang mulia raja.Hamba hanya...''
'' Biarkan sang ratu menyiapkan diri dulu untuk persiapan nanti malam yang mulia raja.'' Ucap ibu suri,ibu kandung yang mulia raja Anton Atmaja.
'' Kau pergi lah yang mulia raja,biarkan ibunda mu ini yang turun langsung untuk mempersiapkan istri mu ini.'' Kata ibu suri.
Sang raja pun mengangguk pelan,dan kemudian ia pun pergi.Setelah semua di rasa sudah aman,sang ibu suri pun berkata,'' Apa pun yang terjadi,lakukanlah semua yang di inginkan oleh cucuku Queen.'' Ucap ibu suri yang kini sudah kembali ke wujud asli nya,yaitu kakek dari sang ratu asli yang mengubah wujudnya menjadi ibu suri.
'' Kau,,,?!'' Ucap Adelia dengan terkejut.
'' Terkejut,sudah pasti.Hahaha...'' Tawa si kakek dengan lepas karena merasa tidak ada orang lain selain dirinya dan si ratu,lagipula dia sudah membentengi kamar sang ratu dengan mantra.Agar tidak ada orang lain yang bisa mendengar percakapan di dalam kamar tersebut,walaupun sekeras apapun obrolan mereka.
'' Brengsek...! Umpat sang ratu.
'' Biarkan aku pergi dari sini,aku sudah muak hidup kau kekang ...!" Seru sang ratu atau Adelia dengan nada bicara dingin.
__ADS_1
'' Atau aku bunuh saja raja sialan itu...! " Ucap Adelia dengan aura yang tidak bisa di artikan.
'' Queen asal kau tahu,sedikitpun aku tidak pernah mengekang dirimu." Ucap si kakek.
'' Itu semua karena takdir lah yang membawamu ke dalam situasi ini.Seharusnya kau bahagia,karena kau menjadi seorang ratu di kerajaan ini." Ucap si kakek kemudian .
'' Ka...kau...!" Ucap Adelia dengan terbata.Karena baru kali ini,ada orang yang berani melawan ucapan nya.Apalagi membuat nya tidak bisa berkutik.
'' Hanya kali ini,setelah itu.Aku berjanji akan mengembalikan mu ke kehidupan mu yang lalu,Queen." Janji sang kakek kepada sang ratu.
" Aku tidak yakin,kau akan menepati janjimu kakek tua." Cibir sang ratu atau Adelia.
" Aku berjanji,demi cucuku." Jawab si kakek.
" Lagi pula,itu raga cucuku.Kenapa pula kau merasa dirugikan.!" Ucap si kakek lagi.
" Kau...!" Seru Adelia dengan geram.
"Ini untuk mu,..." Ucap si kakek sembari menyerahkan sesuatu kepada sang ratu.
Sang ratu pun menerima nya,dan bertanya." Apa ini...? "
" Minum lah itu." Jawab si kakek.
" Jika aku tidak mau." Ucap sang ratu.
" Maka itu akan lebih bagus,." Jawab si kakek.Dan terus menghilang tanpa jejak.
"Kakek tua....!!!..." Seru Adelia kesal.
__ADS_1
"Aku benar-benar akan membunuhmu,kakek tua...! " Ancam Adelia.