KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK

KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK
KEMBALI KE ISTANA 3


__ADS_3

''Apa kau yakin,pangeran Agra.Dengan kondisimu seperti ini....?''Tanya Adelia penuh dengan tanya melihat kondisi pangeran Agra yang masih lemah .


''Aku yakin ratu,lagi pula aku sudah membaik.''Jawab pangeran Agra menjawab pertanyaan dari Adelia atau ratu Pancawati.


''Baiklah jika itu kemauan mu pangeran,kita berangkat sekarang. ''Ucap Adelia.


Mereka berdua pun berpamitan kepada kakek Suryo.


''Kek,aku permisi dulu.Terima kasih sudah menolong dan mengobati diriku. ''Ucap pangeran Agra kepada kakek Suryo yang tengah duduk di kursi.


''Suatu kehormatan untuk hamba,bisa mengobati pangeran Agra.Ampuni hamba,jika pangeran kurang nyaman tinggal di gubuk hamba ini. ''Jawab kakek Suryo menjawab ucapan dari pangeran Agra.


''Kakek bisa saja.''Jawab pangeran Agra dengan tersenyum lembut.Membalas ucapan dari si kakek.


"Mau sampai kapan kalian saling tanya jawab ...!?''Gerutu Adelia.Dengan raut wajah cemberut.


Pangeran Agra menatap intens ke arah yang mulia ratu.Dalam hati ia berkata,'' Kenapa ratu Pancawati,bersikap seolah bukan diri nya yang dulu...?Atau hanya prasangka ku saja.Kenapa terkadang aku berpikir jika dia bukanlah ratu Pancawati yang aku kenal ...?''


''Ratu,hamba ingin berbicara dengan anda sebentar ...?!''Ucap kakek Suryo kepada ratu Pancawati.


''Baik.''Jawab sang ratu dengan nada bicara kesal.Ratu Pancawati berjalan ke arah si kakek.Kakek pun bangkit dari duduk nya semula.Sang kakek berjalan dan masuk di dalam kamar nya.Dan keluar lagi membawa sesuatu di tangan nya.


''Ambillah buku ini.Ini adalah buku harian cucuku .Aku tidak tahu pasti tentang isi hati nya.Yang kulihat dia sering menulis isi hati nya di dalam buku ini.'' Ucap kakek Suryo kepada Adelia .


''Jagalah buku ini,dan jangan sampai jatuh ke tangan orang yang tidak menyukai nya .'' Ucap kakek lagi.


Sedangkan Adelia hanya menganggukkan kepalanya saja .


''Ini, kau butuh ini .''Ucap kakek Suryo kemudian dengan menyerahkan sebuah benda yang sedari tadi ia pegang.


''Apa ini, kek...?'' Tanya Adelia kepada si kakek .


''Itu adalah sebuah jimat sakti .''Jawab kakek Suryo .


''Untuk apa itu kek,aku tidak membutuhkan nya .''Jawab Adelia atau ratu Pancawati .


''Benda itu akan sangat berguna untukmu.Simpanlah benda itu dengan baik .'' Ucap kakek Suryo dengan nada bicara serius .


''Baiklah kek,''Jawab Adelia atau ratu Pancawati .

__ADS_1


''Sebaiknya aku turuti saja perkataan dari orang tua ini .'' Pikir Adelia.


''Aku tahu jika aku ini sudah tua,tak perlu kau perjelas lagi.Lagi pula kau memang harus menuruti semua ucapan ku .'' Ucap si kakek menjawab apa yang dipikirkan oleh Adelia .


''Astaga,kakek bisa membaca pikiran ku...?'' Tanya Adelia heran.


'' Tentu saja bisa,aku bisa membawa mu ke zaman ini dengan mudah.Apalagi hanya sekedar membaca pikiran mu,queen .'' Kata kakek Suryo dengan tersenyum .


''Oke baiklah.Apa ada lagi yang perlu aku lalukan,selain harus mencintai yang mulia raja...?'' Tanya Adelia kepada kakek Suryo.


''Tidak ada,hanya itu. ''Jawab si kakek.


''Apa kakek yakin,hanya ini saja ...?'' Tanya Adelia dengan nada penuh menyelidik .


''Ya, hanya itu. '' Jawab kakek Suryo lagi.


''Baiklah,aku pergi. '' Pamit Adelia.


Kakek Suryo pun menganggukkan kepalanya.


Ratu pun pergi menemui pangeran Agra.


''Baiklah, ayo.'' Balas pangeran Agra membalas ucapan dari Adelia atau ratu Pancawati.


'' Ratu, dimana kakek Suryo...?'' Tanya pangeran Agra kepada ratu Pancawati.


''Ya,kita tunggu beliau keluar. ''Jawab ratu Pancawati atau Adelia kepada pangeran Agra.


Selang beberapa saat kemudian,kakek Suryo pun keluar dari dalam rumah.


'' Kakek Suryo,kami pamit dulu. Terima kasih untuk semuanya. '' Ucap pangeran Agra mewakili diri nya dan juga sang ratu.


Kakek Suryo pun menganggukkan kepalanya dengan penuh hormat.


''Tunggu sebentar pangerang.'' Ucap kakek Suryo.


'' Ya,ada apa kek. '' Ucap sang ratu atau Adelia kepada si kakek.


Beberapa saat kemudian,kakek Suryo keluar dari samping rumah.Dengan menuntun seekor kuda.

__ADS_1


''Kuda...!?'' Seru Adelia begitu juga dengan pangeran Agra hampir bersamaan .


''Naiklah kuda ini,agar yang mulia ratu maupun pangeran Agra cepat sampai istana. '' Ucap si kakek kepada kedua orang di depan nya itu .


''Akan tetapi ampuni hamba, jika hanya ada seekor kuda untuk pangeran maupun yang mulia ratu. '' Ucap kakek Suryo kemudian.


Kedua orang di depan nya itu pun saling memandang.


" Bagaimana ratu....?'' Tanya pangeran Agra kepada yang mulia ratu Pancawati atau Adelia.


''Ada baiknya juga. '' Jawab Adelia.


''Aku di depan. '' Seru ratu .


''Tapi ratu,'' Ucap sang pangeran agak keberatan.


''Aku tidak yakin, kau bisa mengendalikan seekor kuda dengan keadaan seperti ini. '' Terang ratu Pancawati .


''Baiklah terserah dengan kamu saja ratu ,aku menurut.'' Jawab pangeran Agra kemudian dengan nada bicara pasrah.


'' Aku suka dengan jawaban mu,pangeran. '' Balas ratu Pancawati dengan tersenyum.


Adelia pun naik ke punggung kuda,lalu ia pun memposisikan duduk nya. Setelah di rasa sudah nyaman, barulah ia menyuruh pangeran Agra naik ke atas punggung kuda seperti dirinya.


''Naiklah pangeran Agra...!'' Ucap Adelia menyuruh pangeran Agra untuk naik ke atas punggung kuda.


Setelah pangeran Agra naik ke punggung kuda.


''Kami pamit,kakek Suryo. '' Ucap Adelia.


''Hati-hati di jalan, pangeran Agra,yang mulia ratu. '' Ucap kakek Suryo.


Ratu maupun pangeran Agra pun menganggukkan kepalanya. Mereka pun pergi menuju istana.


Di perjalanan menuju istana,Adelia merasakan sesuatu. Perasaan aneh yang sebelumnya pernah ia rasakan kini datang lagi.


'' Perasaan ini datang kembali.Aku harap,hanya sebentar saja perasaan ini muncul. Aku tidak boleh mendahulukan perasaan aneh ini dengan apa yang harus aku lakukan sekarang. ''Batin Adelia.


''Aku akan menyelesaikan misi ku terlebih dahulu,barulah aku akan memikirkan perasaan aneh ini. '' Batin ratu Pancawati.

__ADS_1


__ADS_2