
" Tetap awasi kediaman sang ratu, aku tidak mau kejadian serupa berulang kembali. '' Titah raja Anton Atmaja kepada para pengawal nya.
" Siapa dia,berani-beraninya memainkan aku...! " Ucap sang raja.
POV raja Anton
Aku menganggukkan kepala ku,setelah ibu Suri mengatakan ingin menyiapkan ratu Pancawati untukku nanti malam.Aku pun langsung keluar dari kediaman ratu Pancawati,tanpa ada rasa curiga sama sekali.
Setelah aku keluar dari kediaman sang ratu, sudah tidak aku dengar lagi obrolan apa pun dari kediaman ratu Pancawati.Aneh,itulah yang aku pikirkan saat itu.
Aku pun tak berniat untuk mengecek ataupun sekedar berniat untuk kembali masuk ke dalam kediaman sang ratu,untuk memastikan keadaan di dalam sana.
Karena bagiku itu semua tak lah begitu penting. Bukankah,aku sangat membenci sang ratu ...? Pikir ku.
Tapi tak ku sangka,aku berpapasan dengan ibu Suri.Aku pun berpikir sejenak untuk memastikan sesuatu.Ya,aku tahu.Aku baru ingat sesuatu.Jika aku saat ini berpapasan dengan ibu Suri,lalu siapa gerangan yang ku lihat di kamar ratu Pancawati....??...Tanya ku pada diri sendiri.
Aku harus memastikan ini.
" Salam hormat hamba,ibu Suri. " Sapa ku kepada wanita yang berada di depan ku ini.Wanita cantik yang telah melahirkan aku di dunia ini.
Beliau pun tersenyum menjawab salam dari ku.
"Paduka raja,sedang apa paduka raja di sini...?" Tanya nya dengan nada suara lembut.
" Hamba hendak menemui ibu Suri. " Jawab ku bohong.
" Apa ada yang ingin paduka sampaikan ...? " Tanya nya kepada ku.
Aku pun menjawab. " Kalau boleh hamba tahu,dari mana ibu Suri tadi...? " Tanya ku mengorek apa saja yang dilakukan oleh beliau hari ini.Untuk memastikan kecurigaan ku yang membelenggu pikiran kuwammengngi saat ini.
Beliau pun menjawab nya dengan tersenyum. " Ibunda hendak menemui istrimu,paduka. " Jawab nya.
Aku pun tercengang mendengar jawaban dari beliau.Jadi benar,kecurigaan ku tadi.Jika ibu Suri yang ku temui di kediaman sang ratu,bukan lah ibu Suri yang sebenarnya.Lalu siapa dia...?.
Pertanyaan-pertanyaan pun bermunculan satu per satu seiring dengan jalan nya pikiran ku.
__ADS_1
Aku harus mencari tahu dan harus segera bertindak,pikir ku.
Aku pun menjawab ucapan ibu Suri dengan anggukkan,sembari tersenyum.
Beliau pun berpamitan untuk menemui sang ratu. Sedangkan aku,apa lagi kalau bukan mengiyakan nya.
Setelah ibu Suri pergi dari hadapan ku,diam-diam aku mengikuti beliau menuju ke kediaman sang ratu.
Dari jauh,bisa ku lihat sekelebat bayangan hitam mengepul dari dalam kediaman sang ratu. Apakah itu,batin ku...?.
Bayangan itu keluar setelah ibu Suri mengetuk pintu masuk rumah sang ratu.
Setelah kejadian itu,aku pun segera mencari tahu akan hal di luar nalar yang aku lihat barusan.
#######
Malam pun tiba,raja Anton Atmaja pun mendatangi kediaman sang ratu sesuai apa yang ia katakan siang tadi.
" Yang mulia raja,". Sapa ratu Pancawati,setelah dayang Sumi membukakan pintu untuk sang raja.
" Iya bi Sumi. " Jawab ratu Pancawati.
Sedangkan sang raja hanya menganggukkan kepala nya saja,menjawab ucapan dari dayang Sumi.
Setelah dayang Sumi keluar dari dalam kediaman sang ratu. Dengan cepat sang raja segera menutup pintu masuk rumah sang ratu.
Sang raja pun menatap sang ratu dengan tatapan yang sulit di artikan.Beliau memperhatikan sang ratu dengan seksama,dari ujung rambut hingga ujung kaki sang ratu.
Nampak sang ratu yang kelihatan gugup dan gelisah duduk di tempat nya.
Sang raja tersenyum devil ke arah sang ratu,dan berkata. " Apa kau sudah siap ratuku...? " Tanya sang raja sembari berjalan mendekati sang ratu.
Sang ratu hanya diam,tanpa menjawab ucapan dari raja.
Raja Anton pun mengulangi lagi ucapan nya. " Apakah engkau sudah siap ratuku...? ". Ucap yang mulia raja.
__ADS_1
Ratu pun berkata," Jika aku bilang tidak,apakah paduka akan tetap melakukan nya....? " Tanya balik sang ratu menjawab pertanyaan dari sang raja.
" Kau tahu apa yang aku inginkan darimu sebenarnya...? " Ucap sang raja dengan aura dingin nya.
Sang ratu pun menggelengkan kepala nya.
Dengan tersenyum devil,sang raja pun berkata. " Balas dendam. " Ujar sang raja kepada sang ratu.
Sang ratu pun terkejut mendengar ucapan sang raja.
" A...aapa salahku yang mulia raja,kenapa paduka raja ingin balas dendam terhadap hamba...?" Jawab ratu Pancawati.
" Kau tanya kesalahan apa yang kau buat,jawaban nya adalah banyak sekali. " Ucap sang raja dengan nada bicara datar.
" Apa perlu aku sebutkan apa saja kesalahan mu itu. " Tawar sang raja dengan kemarahan nya.
" Kau telah membuat ku menjadi seorang lelaki yang sangat bodoh,sang ratu. Dari awal aku memang mencintai mu,dari awal.Tapi cinta ku kau sia-sia kan.Kau lebih memilih musuh ku di bandingkan memilih ku.Selir Prameswari,ya aku tahu jika diri nya ada lah seorang penghianat,tapi setidak nya kenapa kau harus memenggal kepala nya...? seharusnya kau tidak perlu mengotori tangan mu dengan noda darah dari dia,cukup kau serahkan kepada ku. Dan yang paling aku tidak terima,kau sekarang malah mencintai pangeran Agra. Kau anggap apa aku ini Pancawati...?? " Seru yang mulia raja dengan penuh emosi.
Sedangkan sang ratu Pancawati, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ternyata dugaan nya selama ini salah,tentang sang raja.
" A...aku. " Ucap sang ratu yang ingin menjawab ucapan dari yang mulia raja namun segera di hentikan oleh sang raja.
" DIAM...!! " Bentak sang raja.
" Aku tidak ingin lagi mendengar ucapan dari mu...! ". Ucap sang raja.
Entah dapat ide dari mana,tiba-tiba sang ratu memeluk sang raja dari belakang.
" Maaf,aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku benar-benar tidak ingat apa-apa tentang kehidupan ku yang lalu. Aku bahkan tidak ingat, kenapa aku bisa koma." Terang ratu Pancawati kepada sang raja.
" Yang aku tahu,kau sangat membenci ku. Bahkan kau dengan terang-terangan mengucilkan aku." Ucap ratu Pancawati.
" Tolong,maafkan aku." Jawab ratu Pancawati.
Tiba-tiba Sang ratu pun pingsan.
__ADS_1