
Selir Praweswari berjalan mengendap-endap menuju belakang istana. Di belakang istana sudah ada seorang lelaki yang memakai cadar dengan tubuh dipenuhi luka goresan pedang sedang menunggu dirinya.Lelaki itu adalah Arya Sudrajat.Laki-laki yang mencintai selir Praweswari dengan sepenuh hati, namun cintanya dibalas dengan kelicikan sang selir.
"Dimana ratu Pancawati...!? " Tanya selir Praweswari tanpa basa basi kepada Arya Sudrajat.
Mendengar itu, Arya Sudrajat pun terkejut dan berkata.
"Seharusnya kau menyapaku terlebih dahulu selir Praweswari, bukan menanyakan keberadaan ratu Pancawati secara langsung..." Jawab Arya Sudrajat kepada selir Praweswari dengan membuka cadar yang ia kenakan.
"Sial,siapa dia berani menasehati aku. " Batin selir Praweswari dalam hati.
"Tapi aku harus memanfaatkan dirinya, untuk menyingkirkan sang ratu. Biarlah aku berpura-pura baik dengannya untuk sementara waktu.Setelah tujuan aku tercapai, barulah aku akan menghabisinya. " Ucap selir Praweswari dalam hati.
"Maafkan aku Arya, aku hanya ingin tahu saja. Apakah kamu berhasil menculik sang ratu Pancawati. " Jawab selir Praweswari dengan alasan sembari tersenyum lembut.
"Aku belum menculiknya, maafkan aku. Ucap Arya Sudrajat dengan raut wajah sendu.
"Apa...?! "Seru selir Praweswari dengan berapi-api.
" Kau bilang kau mencintai aku, tapi kenapa kamu tidak bisa menyanggupi syarat dariku, hah...!"Ucap selir Praweswari lagi.
"Aku kira dia hanyalah seorang ratu, ratu yang lemah. Namun kenyataannya,ia sangat tangguh. Ia menghabisi anak buahku dengan sekali tebas, apakah kau lihat keadaanku ini Praweswari...?? " Ucap Arya Sudrajat kepada selir Praweswari.
Selir Praweswari hanya diam mendengarkan penjelasan dari Arya Sudrajat.
"Ratu lah yang melakukan nya. " Ucap Arya Sudrajat lagi.
"Mustahil,sang ratu Pancawati bisa melakukan hal seperti itu. Dia hanyalah wanita yang lemah, dan mana mungkin ia melakukannya. Kau hanya mengarang cerita Arya Sudrajat...! " Jawab selir Praweswari tidak percaya.
"Aku tidak mau tahu,jika kamu masih ingin aku menerima cintamu. Culik ratu Pancawati dari istana ini..! " Ucap selir Praweswari tanpa menoleh ke arah Arya Sudrajat dan pergi begitu saja, tanpa berpamitan.
Arya Sudrajat melihat kepergian selir Praweswari dengan rasa sedih.
__ADS_1
"Aku memang mencintai kamu Praweswari,tapi jika ini yang kau lakukan terhadapku. Aku tidak punya pilihan lain,selain mempertimbangkan syarat dari yang mulia ratu Pancawati. " Gumam Arya Sudrajat pelan.
Di tempat lain tepatnya di kamar selir Praweswari.
"Sudah romo bilang, kalau Arya Sudrajat tidak becus menculik sang ratu.Dia hanya membual saja, ingin mendapatkan cintamu. " Ucap seorang lelaki paruh baya yang tidak lain adalah Sutanto bapak kandung selir Praweswari.
"Aku tidak punya pilihan lain romo,lagi pula romo bilang ingin membantuku. Tapi kenyataan nya sampai sekarang, romo hanya diam saja tanpa berbuat apa-apa...! " Jawab selir Praweswari dengan nada bicara sengit kepada bapak nya sendiri.
"Hahaha... " Tawa Sutanto dengan menggelenggar.
"Kenapa romo malah tertawa...? " Tanya selir Praweswari bingung karena melihat romo nya tertawa sendiri.
"Aku heran denganmu Praweswari,kenapa kamu menjadi sebodoh ini. " Ucap Sutanto kepada selir Praweswari, anak perempuan nya.
"Apa maksud dari perkataan romo...?" Jawab selir Praweswari dengan nada bicara terheran-heran.
"Romomu ini lebih cerdik darimu Praweswari. Romo selalu berjalan satu langkah di depanmu. " Jawab Sutanto dengan tersenyum.
"Bagaimana romo tahu tentang semua ini...? " Tanya selir Praweswari.
"Romo sengaja menyuruh orang untuk memata-matai sang ratu. Apa saja yang ia lakukan, romo tahu semua. " Jawab Sutanto kepada putri nya.
"Baguslah romo, dengan begitu kita bisa lebih mudah untuk menculik sang ratu. " Ucap selir Praweswari dengan tersenyum sinis.
"Tidak semudah itu, Praweswari. Bukankah romo sudah bilang, kalau ratu Pancawati telah berubah. Dia seperti bukan ratu Pancawati yang lama." Kata Sutanto.
"Kalau bukan ratu Pancawati yang lama, lalu siapa dia,romo...? " Tanya selir Praweswari kepada sang romo atau bapak nya.
"Entahlah, romo akan mencari tahu tentang hal itu. " Jawab Sutanto kepada selir Praweswari.
"Benar romo, lebih cepat akan lebih baik. " Ucap selir Praweswari.
__ADS_1
Sutanto pun menganggukkan kepalanya.
"Oh ya,Praweswari.Kamu harus berhati-hati mulai sekarang,karena romo dengar-dengar. Arya Sudrajat bisa lolos dari maut,karena sebuah syarat. " Ucap Sutanto.
"Aku tidak perduli dengannya, romo. " Jawab selir Praweswari.
"Kau harus berhati-hati dengannya, mulai sekarang Praweswari. Karena syarat yang di ajukan oleh sang ratu adalah, menyuruh Arya Sudrajat untuk menghabisi orang yang telah menyuruhnya untuk menculik sang ratu. " Terang Sutanto kepada putrinya.
"Apa...?" Jawab selir Praweswari sesaat.
"Hahaha...., mana mungkin romo, mana mungkin Arya Sudrajat akan menghabisiku. Dia sangat mencintai aku romo, bahkan dia rela tiada untukku. " Ucap selir Praweswari kemudian sembari tertawa.
"Kau terlalu percaya diri Praweswari,Arya Sudrajat memang mencintai kamu. Tapi jika cintanya kamu khianati,apa kau tahu apa yang akan ia lakukan...? " Ucap Sutanto.
"Maksud romo...?! " Tanya selir Praweswari dengan penuh tanya.
"Romo sangat mengenal Arya Sudrajat,bahkan keluarga nya sejak lama. Dia adalah seorang lelaki penghianat,sama seperti bopo nya." Ucap Sutanto kepada selir Praweswari.
"Baiklah romo,mulai sekarang. Praweswari akan lebih berhati-hati dengan nya. " Jawab selir Praweswari kepada romo atau bapak nya.
Di tempat lain, di kamar sang raja.
"Aku merasa ada yang lain dengan ratu Pancawati. Tapi apa ya,,,? " Ucap yang mulia raja Anton Atmaja kepada dirinya sendiri.
"Ratu nampak terlihat berbeda,seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan dariku. Baiklah, aku harus mengawasi ratu Pancawati mulai sekarang. " Gumam Yang mulia raja Anton Atmaja kepada dirinya sendiri.
"Pengawal...! " Panggil sang raja kepada para pengawalnya.
"Hamba yang mulia raja. " Jawab salah satu pengawal tersebut.
"Awasi ratu Pancawati, beritahu aku apa saja yang ia lakukan. Dan jangan sampai satu pun yang terlewatkan. " Perintah yang mulia raja Anton Atmaja kepada para pengawalnya.
__ADS_1
"Sendiko dawuh yang mulia raja. " Jawab pengawal tersebut.