
Lagi dan lagi raja Anton Atmaja hampir di serang oleh musuh dan berulang kali lagi dapat di gagalkan oleh sang ratu.
"Terima kasih,karena telah menyelamatkan aku berulang kali." Ucap raja Anton Atmaja kepada Adelia atau ratu Pancawati, setelah semua musuh nya berhasil di taklukkan.
Ratu Pancawati pun hanya menganggukkan kepala nya tanpa mau bicara.
"Kalau boleh tahu siapa nyi sanak ini...? " Tanya raja Anton Atmaja kepada Adelia atau ratu Pancawati.
"Mari raja kita temui yang lain nya. " Ucap Adelia atau ratu Pancawati tanpa menjawab pertanyaan dari sang raja barusan.
"Siapa yang lain nya,yang nyi sanak maksudkan...? " Tanya raja Anton Atmaja kepada ratu Pancawati.
"Anggota keluarga yang mulia raja, maksud hamba. " Jawab Adelia atau ratu Pancawati.
"Suara ini, aku pernah mendengar suara ini. Akan tetapi suara siapa ya...? " Tanya raja Anton Atmaja kepada diri nya sendiri.
"Benar, ibu Suri...! " Seru yang mulia raja Anton Atmaja, yang baru ingat tentang ibu nya.
Raja Anton Atmaja pun berjalan menelusuri istana untuk mencari keberadaan ibu nya.
"Semoga beliau tidak apa-apa. " Ujar raja Anton Atmaja kepada diri nya sendiri.
"Bahkan dia tidak pernah mencemaskan keadaan ratu. " Batin Adelia.
"Apa nyi sanak tahu dimana ibu Suri berada...? " Tanya raja Anton Atmaja kepada Adelia atau ratu Pancawati tanpa menoleh ke belakang dimana ratu Pancawati berada.
"Ibu Suri berada di tempat yang aman yang mulia raja. " Jawab Adelia atau ratu Pancawati yang berjalan di belakang raja Anton Atmaja.
"Cepat antar aku ke beliau...! " Titah sang raja Anton Atmaja kepada Adelia atau ratu Pancawati.
"Baik yang mulia raja. " Jawab Adelia atau ratu Pancawati.
"Raja, bolehkah hamba bertanya...? " Ucap Adelia atau ratu Pancawati kepada raja Anton Atmaja.
"Ya,silakan mau tanya apa...? " Tanya balik raja Anton Atmaja kepada Adelia atau ratu Pancawati.
"Bagaimana dengan keselamatan yang mulia ratu Pancawati...? " Ucap Adelia atau ratu Pancawati.
Raja Anton Atmaja pun tiba-tiba menghentikan langkah kaki nya.
"Dia...! " Ucap raja Anton Atmaja. Dan berlari ke arah kamar ratu Pancawati.
Melihat hal itu, Adelia tersenyum. "Setidak nya ia masih memperdulikan ratu Pancawati. Aku yakin kalau raja Anton Atmaja masih memiliki hati untuk ratu Pancawati." Gumam Adelia atau ratu Pancawati di dalam hati.
__ADS_1
Setelah sampai di kamar ratu Pancawati, raja Anton Atmaja mengedarkan pandangan nya ke segala arah mencari keberadaan ratu Pancawati. Namun tidak sesiapa di sana.
" Aku yakin, dia pasti sudah kabur...! "Ucap raja Anton Atmaja dengan penuh amarah.
" Apa yang ia pikirkan, kenapa ia mempunyai prasangka buruk terhadap ratu Pancawati...? "Batin Adelia.
Melihat itu Adelia atau ratu Pancawati pun menegur yang mulia raja Anton Atmaja.
" Mohon maaf yang mulia raja,kenapa yang mulia raja berpikir kalau yang mulia ratu Pancawati kabur dari istana...? "Tanya ratu Pancawati kepada yang mulia raja Anton Atmaja.
" Karena aku tahu,kalau penyerangan ini melibatkan dia...! "Ungkap raja Anton Atmaja dengan nada bicara datar.
" Apa bukti nya jika yang mulia ratu Pancawati terlibat dalam penyerangan ini yang mulia raja...? "Tanya Adelia atau ratu Pancawati kepada raja Anton Atmaja dengan nada bicara kesal.
" Kau tidak perlu tahu semua,tentang yang terjadi di dalam kerajaanku ini. Karena kau hanya orang asing.O,,, ya,aku sangat berterima kasih kepadamu. Karena kau telah berulang kali menyelamatkan hidupku. Kau boleh meminta imbalan apapun itu kepadaku. "Ucap raja Anton Atmaja dengan gaya sombong nya seperti biasa nya.
Adelia atau ratu Pancawati pun tersenyum,dari balik cadar yang ia kenakan.
" Benarkah yang mulia raja...? "Tanya Adelia atau ratu Pancawati kepada raja Anton Atmaja.
" Ya, apapun itu,kau akan dapatkan...! "Ucap raja Anton Atmaja dengan sombong.
" Apapun itu...? "Kata Adelia atau ratu Pancawati mengulangi ucapan raja Anton Atmaja.
" Nyawa mu, aku menginginkan nyawamu raja Anton Atmaja...! "Jawab Adelia atau ratu Pancawati dengan nada bicara dingin.
Raja Anton Atmaja pun terkejut dengan apa yang ia dengar barusan.
" Apa kau bercanda...? hehe... "Ucap raja Anton Atmaja dengan tersenyum cengengesan.
" Tidak. "Jawab Adelia atau ratu Pancawati tegas.
" Deg. "Jantung yang mulia raja Anton Atmaja pun seperti berhenti seketika setelah mendengar ucapan dari Adelia atau ratu Pancawati barusan.
" A... a.. apa...?! "Ucap raja Anton Atmaja dengan nada bicara terbata-bata.
Belum sempat ratu Pancawati berkata,datanglah ibu Suri, dayang Sumi dan para selir yang mulia raja termasuk selir Praweswari.
" Yang mulia raja,apakah yang mulia raja Anton Atmaja baik-baik saja...? "Tanya selir Praweswari saat tiba di hadapan yang mulia raja dengan bertingkah manja.
" Ya, aku baik-baik saja selir Praweswari. "Jawab yang mulia raja sembari tersenyum menyambut kedatangan selir Praweswari, selir kesayangan nya.
Setelah bermanja ria dengan selir Praweswari raja pun mendekati ibu Suri, namun ibu Suri malah menjauh dari raja dan mendekati wanita bercadar itu yang tidak lain adalah menantu nya, ratu Pancawati.
__ADS_1
" Apa kau baik-baik saja ratu Pancawati...? "Tanya ibu Suri sembari membolak balikkan tubuh yang mulia ratu.
" Hamba baik-baik saja yang mulia ibu Suri. "Jawab ratu Pancawati kepada mertua nya, ibu Suri.
Ratu Pancawati pun membuka cadar yang ia gunakan.
Semua mata memandang kaget melihat sang ratu Pancawati. Wanita bercadar yang menyelamatkan hidup mereka dari kematian adalah yang mulia ratu Pancawati yang terkenal dengan sosok nya yang lemah.Namun berubah menjadi sosok yang kuat,ia mampu melenyapkan nyawa beberapa prajurit musuh dalam tempo sekali tebas, tanpa rasa takut sedikit pun. Bahkan ia tanpa berkedip mata menghabisi lawan nya dengan bengis tanpa rasa ampun, ia tidak segan untuk melenyapkan musuh nya.
Raja Anton Atmaja pun tak kalah kaget dengan apa yang ia lihat. Dia tak pernah menyangka jika nyawanya di selamatkan oleh istri nya sendiri yang selama ini ia benci yaitu ratu Pancawati.
Bahkan sang raja tidak memperdulikan keselamatan yang mulia ratu Pancawati sedikit pun.
Ratu Pancawati tersenyum menatap sang raja. Ia pun mendekat ke arah sang raja.
" Paduka tidak lupa kan...? tentang janji paduka...?! "Ucap Adelia atau ratu Pancawati dengan tersenyum lembut.
Raja Anton Atmaja hanya diam seribu bahasa tanpa berani berucap satu kata pun.
" Janji seorang raja...? Bukankah itu bukan sekedar janji...? "Ucap Adelia atau ratu Pancawati lagi dengan tersenyum.
Raja Anton Atmaja masih diam tak mau menjawab ucapan dari ratu Pancawati.
Diri nya ingat betul bagaimana tadi ratu Pancawati menghabisi lawan nya. Ia tak segan untuk memenggal kepala sang lawan. Sungguh mengerikan jika dibayangkan. Wajah raja Anton Atmaja pun bercucuran keringat dingin.
Melihat hal itu selir Praweswari pun berucap.
" Apa yang engkau katakan ratu Pancawati...? Sadarkah engkau tengah berbicara dengan siapa...? "Bentak selir Praweswari, membentak ratu Pancawati.
" Jaga ucapan itu selir Praweswari,apa kau juga sadar... "Kalau kau sedang berbicara dengan siapa...? " Tegur ibu Suri kepada selir Praweswari.
Selir Praweswari pun langsung menundukkan kepala nya, tanpa mau berbicara lagi. Karena ia tahu,kalau raja Anton Atmaja sangat takut terhadap Ibunda nya. Selir Praweswari tidak mau ambil resiko jika sampai suatu saat nanti ibu Suri menyuruh sang raja untuk menjauhinya.
"Maaf ratu, janji apa yang engkau pinta dari sang raja...?" Tanya ibu Suri kepada Adelia atau ratu Pancawati.
"Mohon ampun ibu Suri,ini hanyalah sebuah janji suami kepada istri nya. Benar begitu kan raja...? " Ucap Adelia atau ratu Pancawati dengan tersenyum lembut.
Sang raja pun hanya menganggukkan kepala nya saja.
Kemudian Adelia atau ratu Pancawati mendekati raja Anton Atmaja, ia pun berbisik di telinga sang raja.
"Kau tak perlu risau raja Anton Atmaja, aku punya penawaran untuk baginda raja...! " Bisik sang ratu di telinga yang mulia raja.
"Apa......?.... "
__ADS_1