
"Tunggu pangeran Agra...! " Seru seseorang dari belakang yang ternyata adalah ibu Suri Fitria Atmaja,ibu kandung dari raja Anton Atmaja dan pangeran Agra Atmaja.
Mendengar suara yang tidak asing bagi nya, pangeran Agra pun langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Ibu Suri. " Ucap pangeran Agra sembari berjalan mendekati ibu Suri Fitria Atmaja dengan mengembangkan senyuman.
"Hormat hamba ibu. " Sapa pangeran Agra setelah sampai di hadapan yang mulia ibu Suri.
"Engkau mau kemana anakku...? " Tanya ibu Suri kepada pangeran Agra.
"Hamba mau menemui kakak ipar, yang mulia ibu Suri. " Jawab pangeran Agra desa tersenyum.
Ibu Suri Fitria pun ikut tersenyum, beliau pun kemudian berkata.
"Untuk apa, anakku. " Ucap Ibu Suri dengan memegangi pundak pangeran Agra.
"Hamba hanya ingin menjenguk nya saja. " Jawab pangeran Agra kepada ibu Suri Fitria.
"Lebih baik jangan malam ini pangeran. " Ucap Ibu Suri Fitria kepada putra bungsu nya itu.
"Kenapa ibu...? " Tanya pangeran Agra kepada ibu kandung nya itu.
"Karena malam ini,kangmasmu Anton Atmaja sedang ada urusan yang tidak bisa di ganggu gugat dengan ratu Pancawati. " Jawab yang mulia ibu Suri kepada pangeran Agra.
"Sepenting itukah ibu Suri, sampai-sampai hamba tidak bisa menemui kakak ipar hamba sendiri...?! " Ucap pangeran Agra kepada ibu Suri Fitria.
"Kau ini, sini biar ibu bisikan sesuatu. " Ucap Ibu Suri Fitria kepada pangeran Agra.
Pangeran Agra pun mendekatkan telinga nya di dekat bibir sang ibunda. Setelah itu barulah ibu Suri Fitria membisikkan kata sesuatu kepada nya. Setelah mendengar alasan kenapa ia tidak boleh menemui ratu Pancawati saat ini,membuat pangeran Agra menjadi geram.
"Jadi itu alasan nya, ibunda melarang hamba...? " Ucap pangeran Agra kepada ibu Suri Fitria dengan nada bicara kecewa.
"Benar nak, " Jawab ibu Suri Fitria.
"Baiklah,jika itu alasan nya hamba mohon diri. " Ucap pangeran Agra kemudian dan setelah itu ia pun pergi.
Di sisi lain,raja Anton Atmaja tengah mengumpulkan para pengawal nya. Ia memerintahkan untuk penjagaan ketat di sekitar kamar yang mulia ratu Pancawati, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
"Pastikan semua aman, aku tidak ingin ada gangguan sedikit pun malam ini. " Ucap yang mulia raja Anton Atmaja kepada para pengawal nya.
__ADS_1
"Sendiko dawuh gusti raja. " Jawab para pengawal tersebut hampir serentak.
"Pergilah...! " Titah yang mulia raja Anton Atmaja.
Setelah kepergian para pengawal tersebut.
"Entah mengapa aku mengatakan hal itu kepada ratu Pancawati, jika aku sendiri tidak yakin dengan perasaanku ini...?Untuk apa aku meminta hak ku,jika aku tidak mencintai ratu Pancawati...? " Pertanyaan demi pertanyaan muncul di pikiran yang mulia raja Anton Atmaja.
"Kenapa pikiran dan hatiku saling bertentangan. Satu sisi aku sangat membenci ratu Pancawati, dan sisi lain aku tidak ingin kehilangan diri nya. Entah apa yang terjadi kepadaku, ini sungguh membuatku bingung. " Keluh raja Anton Atmaja kepada diri nya sendiri.
Di kamar yang mulia ratu Pancawati.Sudah banyak para pengawal yang mengelilingi kamar yang mulia ratu Pancawati. Hal itu di ketahui oleh yang mulia ratu Pancawati, dan membuatnya tidak nyaman.
"Bi Sumi, apa yang terjadi di luar sana, kenapa para pengawal itu mengelilingi kamarku...!!? " Ucap Adelia atau ratu Pancawati kepada dayang Sumi.
"Hamba tidak tahu gusti ratu. " Jawab dayang Sumi membalas pertanyaan dari junjungannya itu.
"Apa yang dilakukan oleh raja itu sungguh keterlaluan, jika ia berani berbuat macam-macam denganku, akan kupatahkan kakinya...! " Gumam ratu Pancawati.
Sedangkan dayang Sumi yang mendengar nya pun menahan tawa, karena melihat junjungannya sedari tadi marah-marah tanpa alasan. Padahal sebenarnya ia tahu, alasan dibalik para pengawal menjaga ketat kamar yang mulia ratu Pancawati.
Karena sebelumnya ia di suruh oleh ibu Suri untuk membersihkan kamar yang mulia ratu Pancawati dari benda-benda tajam yang nanti nya takut kalau digunakan oleh ratu Pancawati untuk melukai sang raja.Hal ini sekedar untuk berjaga-jaga saja.
"Ratu Pancawati memang berbeda, aku kira aku cuma bermimpi melihat ratu Pancawati melawan musuh-musuh itu sendiri. Tapi ternyata tidak,ia bahkan berkata mau mematahkan kaki yang mulia raja. " Gumam dayang Sumi di dalam hati sembari menggelengkan kepala nya pelan.
"Gusti ratu, hamba mohon pamit. " Ucap dayang Sumi kepada ratu Pancawati.
"Ya, pergilah...! " Jawab ratu Pancawati.
Dayang Sumi pun keluar dari dalam kamar yang mulia ratu Pancawati.
Setelah itu datanglah lima orang dayang lain nya ke kamar yang mulia ratu Pancawati.
"Tok... tok... tokk... " Bunyi ketukan pintu pada kamar yang mulia ratu Pancawati.
"Ya, masuk. " Jawab ratu Pancawati dari dalam kamar nya, tanpa bertanya siapa orang yang mengetuk pintu kamar nya.
"Cekrek... " Bunyi suara pintu di buka.
Nampak lah beberapa dayang yang datang, mereka berjumlah lima orang.
__ADS_1
"Mohon ampun gusti ratu,kami di utus oleh paduka raja untuk menyiapkan gusti ratu. " Ucap salah satu dayang mewakili dayang lain nya.
"Menyiapkan gusti ratu...? " Tanya Adelia atau ratu Pancawati kepada dayang tersebut.
"Benar gusti ratu. " Jawab dayang tersebut dengan menundukkan kepala nya.
"Untuk apa...? " Tanya ratu Pancawati lagi.
"Untuk persiapkan acara nanti malam gusti ratu. " Jawab dayang itu.
"Persiapkan acara untuk nanti malam...?Apa nanti malam ada acara ya...? " Pikir yang mulia ratu Pancawati.
"Baiklah, apa pun itu lakukan lah. " Ucap Adelia atau ratu Pancawati.
Sebenarnya Adelia atau ratu Pancawati tidak tahu menahu tentang ucapan raja yang menyuruh diri nya untuk menyiapkan diri. Adelia terlalu polos untuk masalah satu ini. Karena yang ia tahu, hanya berkelahi dan membunuh.
Para dayang itu pun melakukan tugas-tugas nya, dan Adelia pun mengikuti apa pun yang dilakukan oleh para dayang tersebut kepada nya. Sebenarnya Adelia cukup risih dengan apa yang mereka lakukan kepada diri nya. Namun karena rasa ingin tahu nya, akhirnya Adelia pun manut di apa-apakan oleh para dayang tersebut.
Kurang lebih butuh waktu tiga jam,dayang-dayang itu mendandani ratu Pancawati. Setelah selesai salah satu dayang tersebut pun berkata.
"Yang mulia ratu Pancawati memang cantik. " Ucap dayang tersebut dengan memberikan ratu Pancawati sebuah cermin untuk bercermin.
Ratu Pancawati pun menerima cermin tersebut, ia pun bercermin.
"Apakah ini aku...? " Gumam Adelia atau ratu Pancawati setelah melihat diri nya di cermin.
"Benar gusti ratu,itu gusti ratu Pancawati. " Ucap salah satu dayang tersebut.
"Mohon ampun gusti ratu, jika kami lancang. " Ucap mereka hampir bersamaan.
"Ya, tak apa. " Jawab ratu Pancawati atau Adelia.
"Kami mohon undur diri gusti ratu. " Ucap salah satu dayang tersebut memohon undur diri atau pergi dari sana.
"Ya, pergilah...! " Ucap Adelia atau ratu Pancawati tanpa menoleh ke para dayang tersebut, sebab kini diri nya tengah asik memandangi wajah cantik nya.
"Ternyata aku cantik juga. " Puji Adelia atau ratu Pancawati kepada diri nya sendiri.
"Baru kali ini aku menyadari nya. " Ucap Adelia atau ratu Pancawati kemudian.
__ADS_1
Setelah ratu Pancawati mengangumi kecantikan diri nya sendiri, ia pun baru sadar tentang kamar nya yang sudah di dekor cantik oleh para dayang tersebut.
"Sebenarnya ada acara apa ini, kenapa kamarku juga ikut di hiasi oleh mereka...? " Tanya ratu Pancawati atau Adelia kepada diri nya sendiri.