
"Tidak mungkin...! " Ucap yang mulia raja Anton Atmaja yang mendengar langsung ucapan dari selir Praweswari.
"Raja...! " Seru selir Praweswari kaget, pasalnya ia tadi tidak melihat keberadaan sang raja.
"Jaga bicaramu, selir Praweswari...! " Ucap raja lagi dengan menekankan kata di setiap ucapan nya.
"Hamba... " Jawab selir Praweswari yang hendak membela diri,namun ucapan nya di potong oleh yang mulia raja.
"Tak perlu serendah itu,untuk mencari perhatian dariku, selir Praweswari.Tenanglah,aku masih menganggapmu seperti biasa nya,yaitu selir yang paling aku cintai dan aku sayangi.Posisimu tidak akan pernah tergantikan. " Ucap raja Anton Atmaja dengan nada sombong, dan penuh percaya diri.
"Apa yang ia katakan,baru kali ini aku tahu. Ada raja yang mempunyai rasa percaya diri sangat tinggi seperti ini,kau salah raja. Bukan karena aku ingin mencari perhatian darimu, melainkan aku ingin membuatmu hancur. Aku ingin melihatmu bertengkar dengan adik kesayanganmu sendiri. Agar kau tahu, agar kau rasakan bagaimana rasanya menjadi kakakku saat itu. " Gumam selir Praweswari di dalam hati.
"Aku ini seorang raja, dan seorang kakak yang baik hati. Dan mana mungkin, adikku sendiri menculik istriku. " Ucap raja Anton Atmaja kemudian.
"Benarkan ibu Suri...? " Tanya raja Anton Atmaja kepada ibunda nya.
"Ya, benar.Engkau memang raja yang baik hati dan tidak sombong, kepada sesiapa pun. Dan engkau memang seorang kakak yang baik,tapi ada tapi nya. " Ucap ibu Suri kepada raja Anton Atmaja.
"Apa itu, ibunda...? " Tanya raja Anton Atmaja kepada ibu Suri.
"Kenapa engkau selalu membuat ratu Pancawati menangis yang mulia raja. Apa kau tahu itu,anakku...? " Ucap ibu Suri kepada sang raja.
Sang raja hanya menggelengkan kepala nya saja.
"Ratu Pancawati sangat mencintaimu, bahkan ia rela meminum racun yang seharusnya di tujukan untuk dirimu, raja Anton Atmaja. " Jawab ibu Suri kepada anak nya itu.
"Apa maksud dari ucapan ibunda...? " Tanya raja Anton kepada ibunda nya.
"Ratu Pancawati mengetahui tentang racun itu,namun ia tidak berani mengatakan nya kepada sesiapa pun termasuk dirimu. Ia takut jika engkau tidak mempercayai ucapan nya, sebab ia sadar jika engkau sangat membenci dirinya. " Terang ibu Suri kepada sang raja.
"Dari mana ia tahu, jika minuman itu beracun,ibunda...? " Tanya raja kepada ibu Suri.
"Ia melihat, ada dayang yang mencampuri minumanmu dengan racun." Jawab ibu Suri.
"Dayang,...? " Ucap sang raja dengan nada bertanya.
"Ya,dayang." Jawab yang mulia ibu Suri.
"Dimana dayang itu Ibunda...? " Tanya yang mulia raja kepada ibu Suri.
__ADS_1
"Entahlah,hanya ratu Pancawati lah yang mengenali wajah dayang itu. " Jawab yang mulia ibu Suri kepada yang mulia raja Anton Atmaja.
"Aku harus menemukan ratu Pancawati,bearti ia dalam bahaya saat ini. " Gumam raja Anton Atmaja kepada diri nya sendiri.
Selir Praweswari merasa kalau diri nya di abaikan oleh sang raja. Ia pun kemudian mencari cara agar diri nya di perhatikan oleh sang raja.
"Apa yang harus aku lakukan, untuk mendapatkan perhatian darinya lagi.Aku tahu....!" Ucap selir Praweswari di dalam hati dengan tersenyum.
Tiba-tiba selir Praweswari pun mendadak pingsan.
"Bruuk...! " Suara selir Praweswari terjatuh dan tersungkur di lantai.
"Selir Praweswari...! " Seru sang raja, ia pun langsung melihat selir Praweswari yang jatuh pingsan.
Raja mengangkat tubuh selir Praweswari, dan membawanya di kursi panjang yang tersedia disana. Raja pun menidurkan selir Praweswari di sana.
"Pengawal panggilkan tabib istana...! " Perintah sang raja kepada salah satu pengawalnya.
"Baik yang mulia. " Jawab si pengawal. Si pengawal pun langsung pergi memanggil tabib istana.
Sedangkan ibu Suri yang ada di sana, hanya diam saja tanpa memperdulikan sang raja maupun selir Praweswari.
Dayang Sumi yang mendengarkan nya tidak berani menjawab ucapan dari ibu Suri, dayang Sumi hanya diam saja.
"Kita lihat saja,apa lagi yang ia akan lakukan. Aku tahu ia tidak menyukai sang raja mencari yang mulia ratu Pancawati. Ia pasti akan berulah lagi. " Ucap ibu Suri dengan menatap sinis ke arah selir Praweswari dan sang raja.
"Aku akan mencari ratu Pancawati, kau tunggulah tabib istana kemari. " Gumam raja Anton Atmaja pelan di samping telinga selir Praweswari.
Selir Praweswari yang berpura-pura pingsan pun sangat kesal.
"Kurang ajar,dia lebih memilih ratu dibandingkan dengan diriku...? " Batin selir Praweswari di dalam hati.
"Aku sudahi saja pingsanku ini. " Seru selir Praweswari kemudian, walaupun di dalam hati.
Raja baru saja akan melangkahkan kakinya untuk mencari ratu Pancawati, namun dengan segap selir Praweswari meraih lengan sang raja.
"Raja,tolong jangan tinggalkan aku. " Ucap selir Praweswari dengan berusaha untuk berdiri.
Raja Anton pun melihat nya,ia pun segera menolong sang selir.
__ADS_1
"Jika masih pusing, kenapa harus di paksakan untuk berdiri...! " Ucap raja kepada selir Praweswari.
"Hamba tidak ingin yang mulia raja meninggalkan hamba. Yang mulia raja, tolong temanilah hamba malam ini. " Mohon selir Praweswari kepada yang mulia raja Anton Atmaja.
Melihat kondisi selir Praweswari yang terlihat lemas, yang mulia raja pun tidak tega untuk meninggalkan nya sendiri. Ia pun berkata,
"Baiklah,aku akan menemanimu malam ini. " Ucap yang mulia raja kepada selir Praweswari.
"Terima kasih yang mulia raja, " Ucap selir Praweswari dengan tersenyum licik.
"Akhirnya aku berhasil menggagalkan niat nya untuk mencari yang mulia ratu. Aku tahu kau tidak tega melihatku menderita,kau lebih memilihku dibandingkan mencari keberadaan sang ratu yang hilang itu. " Ucap selir Praweswari di dalam hati dengan tersenyum licik.
"Seperti apa yang kukatakan,ia memang licik. " Batin ibu Suri.
"Raja, ibunda mohon pamit. " Ucap yang mulia ibu Suri memohon pamit kepada sang raja.
"Iya, ibunda. " Jawab raja Anton Atmaja kepada ibu Suri.
Ibu Suri pun pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Awasi raja dan selir Praweswari,beritahu aku jika ada sesuatu yang mencurigakan. " Perintah ibu Suri kepada orang suruhan nya.
"Sendiko dawuh ibu Suri. " Jawab orang suruhan tersebut.
Ibu Suri pun segera pergi dari sana, diikuti oleh para dayang setia nya termasuk dayang Sumi.
Di tempat lain.
Ratu Pancawati merasa bosan berada di tempat pangeran Agra.Karena di sini, hanya ada kedamaian dan ketenangan.
"Tempat ini terlalu nyaman untukku, aku sangat bosan di sini. " Ucap ratu Pancawati kepada pangeran Agra yang baru saja datang menemui nya.
"Bukankah kenyamananlah yang di cari setiap orang ratu Pancawati. Jadi kenapa engkau merasa bosan dengan kenyamanan ini...? " Jawab pangeran Agra.
Bukan nya menjawab ucapan dari pangeran Agra, ratu Pancawati malah kembali bertanya.
"Ajaklah aku, untuk jalan-jalan ke luar istana ini pangeran Agra. Aku ingin mencari hiburan di luar sana. " Ucap ratu Pancawati atau Adelia kepada pangeran Agra.
"Baiklah ratu Pancawati. "
__ADS_1