KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK

KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK
DIA SIAPA...? 2


__ADS_3

Dengan gesit pangeran Agra bertarung melawan komplotan-komplotan rampok tersebut dengan di bantu oleh para pengawal nya. Satu persatu komplotan tersebut pun tumbang,namun bukan nya berkurang. Komplotan tersebut malah tambah banyak yang berdatangan. Hal itu pun membuat pangeran Agra dan juga para pengawal nya kewalahan.


Salah satu dari komplotan tersebut pun mendekati ratu Pancawati dengan membawa parang di tangan nya,ia bermaksud untuk menculik ratu Pancawati.Namun bukan nya takut sang ratu malah bergumam.


"Ah... akhirnya sekian lama,aku bisa menghabisi orang lagi. " Seru ratu Pancawati dengan merenggangkan otot-otot persendian nya.


"Aku tahu kau gadis yang sangat cantik,jadi jangan takut denganku. Aku akan membawamu ke suatu tempat yang sangat di inginkan oleh para wanita di dunia ini,mari ikutlah denganku...! " Ucap salah satu komplotan tersebut membujuk ratu Pancawati agar ikut dengan diri nya.


"Benarkah,,,? " Ujar ratu Pancawati kepada orang tersebut.


"Ya, tentu benar. Mana mungkin aku berbohong. " Ucap si perampok tersebut menjawab pertanyaan dari ratu Pancawati.


"Aku akan menikmati tubuhmu dulu sebelum aku membawamu ke rumah bor**r, untuk menjualmu nanti. " Pikir si perampok yang berniat tidak baik kepada ratu Pancawati.


"Sayangnya aku tidak mau. " Seru ratu Pancawati dan mengambil alih pedang yang di pegangi oleh si perampok, ratu Pancawati pun langsung menebas kepala si perampok itu tanpa rasa takut sama sekali.


Perampok tersebut pun langsung terkapar dan kehilangan kepala nya.


"Aku Adelia Anandita,tidak mudah untuk kau bohongi dasar orang tak guna. " Ucap Adelia atau ratu Pancawati dengan menendang tubuh si perampok tersebut.


Ratu Pancawati pun melihat pangeran Agra yang hampir saja terkena tebasan pedang dari si perampok,dengan gesit nya ia pun langsung menyelamatkan pangeran Agra sebelum. Ratu Pancawati berhasil melenyapkan si perampok tersebut lebih dulu, sebelum si perampok tersebut melayangkan pedang nya ke arah pangeran Agra.


Si perampok pun akhirnya tewas di tangan sang ratu. Hal itu membuat pangeran Agra melongo, pasalnya baru kali ini ia tahu dan melihat sang ratu membunuh seseorang. Padahal sebelumnya, ratu Pancawati tidak berani memegang pedang atau pun membunuh seekor semut pun. Akan tetapi, yang di lihatnya saat ini benar-benar membuat nya tercengang.


Siapa dia...? Apakah dia memang putri Pancawati...? "Gumam pangeran Agra di dalam hati.


" Apa kau terluka pangeran Agra...? "Tanya ratu Pancawati yang berhasil membuat pangeran Agra kaget, sebab pikiran pangeran Agra tengah bertarung satu sama lain.


" Tidak ratu. "Jawab pangeran Agra dengan nada terkejut.


" Baiklah. "Ucap sang ratu, ia pun melanjutkan melawan para perampok tersebut yang masih tersisa beberapa orang saja.


" Ampuni kami nyi sanak,ampun."Ucap si perampok meminta ampun kepada sang ratu.

__ADS_1


Ratu Pancawati pun membuka cadar yang ia kenakan. Setelah melihat wajah sang ratu, si perampok pun terkejut.


"Yang mulia ratu Pancawati...! " Seru mereka serentak dengan nada bicara kaget.


"Kenapa kalian terkejut...? " Tanya ratu Pancawati kepada para perampok tersebut.


"Ampuni hamba gusti ratu,hamba janji untuk tidak mengulangi lagi kesalahan kami ini." Seru salah satu dari mereka mewakili teman-teman nya berbicara.


"Apa aku bisa mempercayai ucapan dari kalian...!? " Jawab ratu Pancawati.


"Kami berjanji gusti ratu. " Ucap mereka serentak.


"Baiklah, aku akan mengampuni kalian. Tapi ingatlah satu hal, jika saja sampai aku menemui kalian merampok lagi. Maka aku pastikan tidak ada kesempatan lagi untuk kalian menghirup udara kebebasan. " Ucap ratu Pancawati dengan lantang.


"Baik yang mulia ratu, terima kasih atas kebaikan yang mulia ratu Pancawati. " Ucap salah satu perampok tersebut.


Mereka pun akhirnya pergi dari sana untuk menyelamatkan diri, atau lebih tepatnya sebelum sang ratu berubah pikiran.


"Siapa dia sebenarnya,aku yakin jika dia bukanlah putri Pancawati. Dia adalah orang lain, bukan kekasihku yang dulu. " Gumam pangeran Agra di dalam hati.


"Ayo pangeran, kita pergi dari sini. Aku kira, jalan-jalan kita lanjutkan lain waktu saja. " Ucap ratu Pancawati kepada pangeran Agra.


Pangeran Agra hanya menganggukkan kepala nya dengan pelan. Ia pun berjalan mengekor di belakang ratu Pancawati atau Adelia dengan memandangi punggung sang ratu.


"Dia memang bukanlah sang ratu,lantas dimana ratu Pancawati yang asli...? " Ucap pangeran Agra dengan bertanya pada diri nya sendiri.


"Bagaimana bisa aku tidak menyadari nya...? " Gumam pangeran Agra lagi di dalam hati.


Sang ratu yang menyadari kalau pangeran Agra sedari tadi diam, ia pun berkata.


"Pangeran Agra, ada apa denganmu...? " Tanya ratu Pancawati kepada pangeran Agra yang sedari tadi hanya diam.


Sang ratu pun membalikkan tubuh nya dan berkata lagi.

__ADS_1


"Apa mungkin saat ini,engkau sedang sakit sariawan...?? " Ucap ratu Pancawati lagi, dengan nada bicara bercanda. Sang ratu pun tersenyum, dan berkata lagi.


"Apa kau terkejut, dengan apa yang aku lakukan tadi...? " Tanya ratu Pancawati kepada pangeran Agra lagi.


Pangeran Agra pun berkata tanpa menjawab pertanyaan dari sang ratu yang sebelumnya.


"Ya, aku tidak menyangka. Melihatmu seberani itu melawan para perampok tadi. " Jawab pangeran Agra dengan penuh tanda tanya.


"Akan aku jelaskan itu lain kali, pangeran Agra. " Ucap ratu Pancawati dengan tersenyum.


"Ayo pangeran, cepatlah aku sudah tidak tahan lagi." Ucap ratu Pancawati dengan menahan sesuatu yang sedari tadi ingin keluar.


"Sudah tidak tahan apa ratu...? " Tanya pangeran Agra kepada ratu Pancawati.


"Tidak perlu aku jelaskan pangeran Agra, ayo cepatlah...! " Seru ratu Pancawati atau Adelia lagi.


"Oke-oke Baiklah. Jawab pangeran Agra menirukan cara bicara ratu Pancawati yang sekarang.


Pangeran Agra pun bergegas berjalan menyusul ratu Pancawati yang terlebih dahulu berjalan di depan nya.


Tak selang beberapa lama, sampailah mereka berdua di istana pangeran Agra.


" Aku duluan pangeran Agra. "Ucap ratu Pancawati yang langsung berlalu pergi ke kamar nya.


" Ya. "Jawab pangeran Agra dengan singkat.


Pangeran Agra pun juga langsung beristirahat di kamar nya.Pikiran pangeran Agra masih saja bertanya-tanya tentang apa yang ia lihat tadi waktu di luar istana.


" Aku akan mencari tahu nya nanti, aku akan tetap berpura-pura tidak tahu apa-apa di hadapan ratu Pancawati yang ini. Perasaanku mengatakan kalau dia bukanlah ratu Pancawati yang asli. "Ucap pangeran Agra di dalam hati.


Pangeran Agra pun,segera membersihkan diri nya. Dan kemudian ia pun beristirahat.


" Ada yang aneh dengan pangeran Agra, apa jangan-jangan ia mulai menyadari tentang diriku...? "Ucap ratu Pancawati setelah ia memata matai pangeran Agra dari kejauhan.

__ADS_1


__ADS_2