KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK

KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK
KEMBALI KE ISTANA


__ADS_3

''Dia sangat menderita, karena cintanya. ''Ucap kakek Suryo.


''Dia sangat mencintai sang raja,namun sang raja tidak pernah menganggap dirinya ada. Sampai di suatu hari dia menemui aku.


Flashback on...


''Kakek aku pulang...!''Ucap selir Pancawati menyapa sang kakek.


''Cucuku,kau pulang sayang. ''Jawab kakek Suryo .


Kakek Suryo celingukan mencari sesuatu,setelah ratu Pancawati masuk ke dalam rumahnya.


''Dia sendiri....?''Gumam kakek Suryo pelan.


''Kakek,ayo masuk. Panca sudah tidak sabar ingin makan. ''Ucap ratu Pancawati kepada sang kakek dengan nada bicara manja.


''Cucuku,kau memang tidak pernah berubah. ''Batin kakek Suryo.


''Siapa yang mengantarmu ke sini...?''Tanya kakek Suryo kepada ratu Pancawati sembari menyidukkan nasi di piring yang terbuat dari tanah liat untuk si cucu,ratu Pancawati.


''Aku sengaja datang sendiri kek,biar aku lebih leluasa menemui kakek. ''Balas ratu Pancawati.


''Panca,jangan kamu sering berbohong untuk menutupi suamimu itu. Apa kau lupa,jika kakek mu ini tidak bisa kau tipu...!''Ucap kakek Suryo kepada cucu satu-satunya itu.


''Dia tidak pernah mencintai aku kek,bahkan dia tidak pernah menganggap aku ada.''Jawab ratu Pancawati dengan raut wajah sendu.


''Apa kau ingin,kakek membantumu....?''Ucap sang kakek.


''Tidak perlu kek,biarlah semua berjalan apa adanya seiring dengan waktu. ''Jawab ratu Pancawati.


''Kau terlalu mencintainya Panca,sudah kakek bilang jangan menerima lamaran darinya dulu. ''Ucap kakek Suryo.


''Kakek,kenapa kakek selalu mengungkit itu. ''Ucap ratu Pancawati kepada sang kakek.


''Baiklah terserah padamu saja. ''Ucap sang kakek memutuskan.


Ratu Pancawati pun segera menyelesaikan makanan nya. Dalam hati ia,juga memikirkan ucapan dari sang kakek .


''Semua telah terjadi,inilah keputusanku yang aku pilih. Aku mencintai yang mulia raja,melebihi cintaku pada nyawaku sendiri. Apa pun yang terjadi, aku akan tetap berusaha untuk mendapatkan cinta dari yang mulia Anton Atmaja. ''Gumam ratu Pancawati di dalam hati dengan senyum-senyum sendiri.


''Kau terlalu mencintai nya,cucuku. ''Ucap kakek Suryo secara tiba-tiba.


''Kakek membaca pikiranku. ''Tanya ratu Pancawati kepada sang kakek dengan nada bicara penuh menyelidik.

__ADS_1


''Tidak,namun hanya kebetulan saja kakek mendengar nya. ''Jawab kakek Suryo asal


''Kakek...''Panggil ratu Pancawati manja.


''Apa...?Jawab kakek Suryo .


''Panca,mau pamit dulu. Panca takut jika ibu suri mencari Panca.''Ucap ratu Pancawati berpamitan kepada kakek nya.


''Buar kakek antar. ''Ucap kakek Suryo kepada ratu Pancawati.


''Tidak perlu kakek, Panca bukanlah anak kecil lagi sekarang. ''Jawab ratu Pancawati dengan nada bicara selembut mungkin.


''Kau yakin tidak akan terjadi apa-apa terhadap dirimu,cucuku...?''Ucap kakek Suryo dengan nada bertanya.


''Pasti,karena aku tahu.Jika kakekku pasti akan melindungi aku tanpa aku minta.''Jawab ratu Pancawati dengan tersenyum lembut ke arah sang kakek.


''Panca pergi kek,da....''Ucap ratu Pancawati berpamitan kepada kakek Suryo.


''Hati-hati di jalan,kau masih ingatkan cara memanggil kakek disaat kau memerlukan bantuan mendesak...!''Teriak kakek Suryo kepada sang ratu.


''Masih...''Jawab sang ratu tanpa menoleh ke arah belakang di mana kakek Suryo berdiri.


''Jadilah ratu yang bijaksana cucuku.''Gumam kakek Suryo pelan.


"Aku akan mengikuti nya saja,biar aku tenang."Ucap Kakek Suryo.


Kakek Suryo pun mengikuti sang cucu atau ratu Pancawati tanpa sepengetahuan dari sang ratu.


"Perasaanku mengatakan,akan terjadi sesuatu kepada Panca.Aku akan mengikuti nya sampai istana." Ucap kakek Suryo.


Kini ratu Pancawati sudah sampai di istana.Tanpa sengaja ia mendengar percakapan yang ia dengar samar-samar dari balik pintu gerbang istana.


"Bagaimana,sudah kau bereskan semua...?" Tanya seseorang kepada rekannya itu.


"Semua beres,bukankah aku bisa kau andalkan." Jawab rekan nya dengan nada bicara sombong.


"Aku percaya kepada mu. " Sahut lawan bicaranya.


''Raja pasti akan meminum racun itu.Karena aku telah menaruh racun itu pada minuman yang setiap hari raja minum. ''Jawab orang tersebut.


''Sebaiknya kita segera pergi dari sini,sebelum ada yang mencurigai kita. ''Ucap orang itu. Dan di angguki oleh rekannya.


Di sisi lain, ratu sangat terkejut dengan apa yang ia dengar barusan.

__ADS_1


''Aku harus mencegah raja,sebelum terlambat. ''Ucap ratu Pancawati dan segera bergegas pergi dari sana.


Saat yang mulia ratu ingin menemui yang mulia raja. Ternyata di samping yang raja sudah ada selir Prameswari di sana.


''Bagaimana aku ke sana, sedangkan yang mulia raja sedang bersama dengan selir Prameswari. ''Gumam yang mulia ratu Pancawati pelan.


''Tapi, bagaimana dengan racun itu...?Aku tidak mau jika terjadi sesuatu kepada yang mulia raja. Aku harus mencegah yang mulia raja untuk tidak minum minuman itu .''Ucap yang mulia ratu mantap.


Namun yang terjadi,selir Prameswari mengambil minuman itu. Dan menyodorkannya kepada sang raja.


''Paduka raja, minumlah ini. Ucap selir Prameswari dengan tersenyum lembut kepada raja.


Sang raja pun menerima nya tanpa ragu,ia hendak meminum minuman itu. Namun entah dari mana datang nya sang ratu ,ia langsung merebut minuman yang di pegang oleh sang raja,lalu langsung meminum nya.


''Maaf paduka hamba haus.''Ucap yang mulia ratu Pancawati,tanpa rasa malu.


Selir Prameswari nampak terkejut begitu pula dengan yang mulia raja. Baru kali ini mereka berdua melihat sang ratu bertingkah arogan.


''Apa kau tidak mempunyai sopan santun,ratu Pancawati...''Sengit raja.


''Kau seorang ratu, tapi kelakuan mu tidak mencerminkan tingkah laku seorang ratu. ''Ucap raja mencemooh ratu Pancawati.


Ratu tidak memperdulikan ucapan dari sang raja .Yang ia inginkan hanya segera pergi dari sana.Dan segera memuntahkan racun itu dari mulutnya.


Dengan mencoba menahan racun yang bersarang di dalam mulutnya,sang ratu memilih diam dan pergi meninggalkan sang raja begitu saja.


''Maafkan aku,aku lakukan ini semua demi dirimu yang mulia raja. ''Ucap ratu Pancawati sembari meneteskan air mata.


Setelah kepergian ratu Pancawati.


''Dia bertingkah aneh. ''Gumam raja Anton Atmaja di dalam hati.


''Raja,bagaimana dengan minuman ini. ''Keluh selir Prameswari dengan nada bicara merajuk.


''Biarkan saja,lain kali aku akan meminum teh buatan mu.''Jawab sang raja .


''Selir Prameswari,aku baru ingat.Jika aku ada pertemuan penting. Lain kali ,aku akan menemanimu lagi. Aku permisi. ''Ucap yang mulia raja Anton Atmaja kepada selir Prameswari.


Selir Prameswari pun menganggukkan kepala nya ,dan tidak lupa ia tersenyum.


Setelah memastikan yang mulia raja pergi dari sana,senyuman itu pun memudar.


''Bukan hari ini,aku masih punya banyak waktu untuk melenyapkan dirimu yang mulia raja Anton Atmaja.

__ADS_1


__ADS_2