KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK

KEHIDUPAN KEDUA SANG MAFIA CANTIK
KETEMU LAGI


__ADS_3

Kini ratu Pancawati sudah berada di taman istana belakang. Ia menunggu kedatangan yang mulia raja Anton Atmaja.


Tak butuh waktu lama, akhirnya yang mulia raja Anton Atmaja pun datang.


"Ratu Pancawati... " Sapa yang mulia raja kepada ratu Pancawati yang tengah sibuk memetik bunga mawar.


"Kau sudah datang yang mulia raja,maaf jika aku menyuruh paduka untuk datang kemari. " Ucap ratu Pancawati tanpa menoleh ke arah yang mulia raja Anton Atmaja. Sang ratu malah sibuk memilih-milih bunga mawar yang ingin ia petik.


"Bi Sumi...! " Panggil ratu Pancawati atau Adelia memanggil dayang Sumi.


"Iya yang mulia ratu, " Jawab dayang Sumi.


"Tinggalkan kami berdua." Ucap ratu Pancawati kepada dayang Sumi.


"Baik yang mulia ratu. " Jawab dayang Sumi kepada ratu Pancawati.


"Hamba pamit yang mulia raja." Ucap dayang Sumi berpamitan pada junjungannya itu.


Setelah dayang Sumi pergi dari sana.


"Untuk apa engkau memanggilku datang kemari, ratu Pancawati...? " Tanya yang mulia raja kepada ratu Pancawati.


"Bukankah tadi paduka ingin menemui hamba, paduka. " Jawab ratu Pancawati kepada yang mulia raja.


"Ya, itu tadi. Sebab aku ingin tahu kenapa engkau menolak perintah dariku. " Ujar yang mulia raja Anton Atmaja sembari memandangi punggung yang mulia ratu, sebab saat ini ratu Pancawati tengah membelakangi yang mulia raja Anton Atmaja.


"Untuk apa...? Apakah sekarang ini yang mulia raja, mulai mencintai hamba...? " Tanya ratu Pancawati sembari membalikkan badannya ke hadapan sang raja,dengan tersenyum lembut.


Hal itu membuat raja Anton Atmaja gelagapan, sebab selama ini ia tidak pernah mencintai sang ratu. Menjadikan ratu Pancawati menjadi ratu nya adalah hanya semata-mata bentuk wujud hukuman untuk sang ratu,sebab sang ratu Pancawati adalah wanita yang sangat dicintai oleh musuh nya,yaitu raja Adi Suseno.Karena ia ingin membuat hati lawan nya hancur, dan kemudian ia bisa lebih mudah untuk menghancurkan nya. Nyata nya semua terbukti, raja Anton Atmaja berhasil melenyapkan raja Adi Suseno. Dan ia juga berhasil merebut kekuasaan dari raja Adi Suseno, ia bahkan menjadikan adik kandung dari raja Adi Suseno sebagai selir nya, yaitu selir Praweswari.Dan kekasih raja Adi Suseno ia jadikan sebagai ratu nya yaitu ratu Pancawati.


Padahal sebenarnya ratu Pancawati bukanlah kekasih dari raja Adi Suseno, melainkan kekasih dari adiknya sendiri, yaitu pangeran Agra. Namun raja Anton Atmaja tidak tahu menahu tentang hal ini. Yang ia tahu, kalau ratu Pancawati adalah wanita yang di cintai musuh nya yaitu raja Adi Suseno. Karena ia pernah melihat ratu Pancawati sedang bersama dengan raja Adi Suseno berduaan,padahal mereka sebenarnya berjalan bertiga.


"Aku sampai kapan pun tidak akan pernah mencintai kamu ratu Pancawati.Sekalipun kau pernah menyelamatkan nyawaku berulang kali." Jawab yang mulia raja Anton Atmaja kepada ratu Pancawati.


"Hahaha... apa kau lupa raja Anton Atmaja yang terhormat...? " Tanya ratu Pancawati kepada raja Anton Atmaja dengan tertawa.

__ADS_1


"Apa...?! " Jawab sang raja.


"Kau mempunyai janji kepada hamba, apa kau lupa itu...? " Jawab ratu Pancawati atau Adelia dengan berwajah datar.


Seketika itu juga wajah raja Anton Atmaja menciut. Ia ingat akan janji nya, yang akan memberikan apa pun itu untuk membalas budi kepada sang ratu Pancawati.


"Aku ingat. " Jawab yang mulia raja Anton Atmaja dengan ragu.


"Baguslah kalau begitu. " Ucap ratu Pancawati.


"Kapan kau akan melenyapkan pelakor itu...! " Ucap ratu Pancawati tegas.


"Pelakor...? Apa itu pelakor...? " Jawab raja Anton Atmaja.


"Selir Praweswari. " Jawab ratu Pancawati tanpa memandang orang yang ia ajak bicara.


"Deg... " Lagi-lagi jantung raja Anton Atmaja seperti berhenti berdetak, mendengar ucapan dari sang ratu.


Raja pun berkata, "Apakah engkau yakin ratu Pancawati...? " Ucap raja.


"Selir Praweswari adalah teman akrabmu sendiri, apa kau yakin menyuruhku untuk menghabisinya. " Ucap yang mulia raja.


"Teman akrab...? " Tanya ratu Pancawati kepada sang raja.


"Ya, bukankah dia temanmu. Adik dari kekasihmu, raja Adi Suseno. " Jawab raja Anton Atmaja dengan lantang.


"Apa yang engkau bicarakan, raja Anton Atmaja...! " Seru ratu Pancawati.


Adelia atau ratu Pancawati saat ini tidak tahu menahu dengan apa yang di bicarakan oleh sang raja.


"Kau harus nya beruntung karena tidak aku jadikan engkau sebagai budak atau pun pelayan. Bahkan kau kujadikan seorang ratu yang dihormati. Seharusnya kau bersyukur ratu Pancawati atas kebaikkan dariku ini. " Ucap raja Anton Atmaja dengan sombong nya.


Adelia mengepalkan kedua tangan nya, rasanya ia ingin sekali menghajar sang raja. Namun kembali lagi ia bisa menahan emosi nya.


"Malam ini, aku meminta hak ku, bersiaplah untuk menyambut kedatanganku. " Ucap raja Anton Atmaja dengan nada bicara tegas.

__ADS_1


"Hak apa yang kau minta...? " Jawab ratu Pancawati kepada sang raja.


"Hak yang seharusnya sudah kau berikan dari dulu, hak seorang suami dari seorang istri...! " Ucap yang mulia raja Anton Atmaja dengan tersenyum simpul. Lalu pergi begitu saja tanpa memperdulikan sang ratu yang kebingungan dengan maksud yang ia utarakan itu.


"Hai, kau...! " Teriak ratu Pancawati dengan geram.


Tanpa mereka berdua sadari ternyata mereka berdua tengah di awasi oleh seseorang.


"Kau masih mencintaiku ternyata, ratu Pancawati. Begitu pula dengan diriku, aku juga masih mengharap cinta darimu. " Ucap orang itu yang tidak lain adalah pangeran Agra.


"Pertahankan lah cintaku ratu Pancawati, aku akan menjemputmu untuk menjadikan mu ratu di dalam hatiku. " Gumam pangeran Agra pelan.


"Aku harus menemui nya sekarang." Ucap pangeran Agra kepada diri nya sendiri.


Baru saja pangeran Agra ingin melangkah, namun langkah nya di hentikan oleh seseorang.


"Tunggu pangeran Agra...! " Seru dayang Sumi yang ternyata kebetulan melihat pangeran Agra tengah mengawasi sang ratu dan raja.


Pangeran Agra pun menoleh dan mendapati dayang Sumi yang berada di belakang punggung nya.


"Kau dayang Sumi...!? " Jawab pangeran Agra kepada dayang Sumi.


"Pangeran Agra, hamba mohon biarkan ratu Pancawati memilih hidupnya yang sekarang. Hamba melihat jika saat ini yang mulia ratu Pancawati bahagia bersama dengan yang mulia raja Anton Atmaja. " Ucap dayang Sumi.


"Aku kekasihnya,lagi pula ia juga masih mencintai aku. " Balas pangeran Agra kepada dayang Sumi.


"Tapi pangeran, " Ucap dayang Sumi yang terputus karena terlebih dahulu pangeran Agra berlalu pergi.


Dayang Sumi memandangi kepergian dari pangeran Agra.


"cinta memang membutakan segala-galanya. " Seru dayang Sumi di dalam hati.


Pangeran Agra pun akhirnya menemui yang mulia ratu Pancawati di kamar nya, namun lagi dan lagi ia di hentikan oleh seseorang.


"Tunggu pangeran Agra...! " Seru seseorang dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2