
Akhirnya bibi Klara menemui Dandi, di rumah Dandi. Rumah Dandi berada di antara perumahan elit. Bibi Klara lah yang membelikan nya untuk Dandi kekasih gelap nya itu.
"Ting tong... " Bunyi suara bell rumah Dandi.
Tak selang beberapa lama pintu pun terbuka.
"Cekrek... " Bunyi suara pintu dibuka.
"Sayang, kau datang...?! " Sapa Dandi dengan tersenyum.
"Ya sayang, aku datang. " Jawab bibi Klara dengan tersenyum pula.
Bibi Klara pun langsung masuk ke dalam rumah Dandi tanpa disuruh. Setelah bibi Klara masuk, alangkah terkejutnya bibi Klara karena melihat pemandangan yang di suguhkan oleh Dandi. Pemandangan yang seharusnya tidak iya lihat.
"Sayang, apa ini...!? " Tanya bibi Klara dengan nada bicara marah.
"Aku sedang berpesta sayang, kenapa...? " Tanya balik Dandi dengan tersenyum.
Bibi Klara pun mendekati Dandi, lalu ia menampar wajah Dandi dengan keras nya.
"Kau mabuk...! " Ucap bibi Klara.
"Sayang aku hanya minum sedikit, hanya sedikit. " Jawab Dandi.
"Kau gila...! " Sungut bibi Klara.
"Kalian semua keluar dari rumah ini...!! " Teriak bibi Klara dengan penuh amarah.
Namun teman-teman Dandi tak ada yang mau memperdulikan nya.
"Dandi, siapa tante-tante ini...? " Tanya teman Dandi yang perempuan.
"Dia kekasih, bukan... maksudku dia adalah teman tidurku jika aku dibutuhkan nya. Ya, hanya itu... "Sahut Dandi tanpa sadar karena dia di pengaruhi oleh minuman keras.
" Kau...! "Ucap bibi Klara dengan mengacungkan tangan kanan nya ke arah Dandi.
" Jadi tante ini yang kau maksud...!? "Ucap salah satu teman Dandi.
" Lumayan...! "Seru teman yang lain.
Bibi Klara mengambil air di kamar mandi untuk mengguyur Dandi.
" Byuur... "Air di gunyurkan ke arah Dandi. Dandi pun gelagapan karena wajah nya yang di siram oleh bibi Klara dengan air kran. Setelah itu, bibi Klara pun berkata.
" Sudah cukup, sekarang kalian pergi dari sini...! "Ujar bibi Klara dengan marah-marah.
" Dan kau Dandi, kita harus bicara...! "Ucap bibi Klara dengan menatap wajah Dandi dengan garang.
Dandi pun sadar kembali. " Sayang...! "Seru Dandi setelah mendapati bibi Klara naik ke kamar di lantai atas.
Dandi segera menyuruh teman-teman nya untuk meninggalkan rumah nya.
" Kalian pulang lah sekarang,cepat...! "Ucap Dandi mengusir teman-teman nya.
Teman-teman Dandi dengan terpaksa pun pergi meninggalkan rumah Dandi.
__ADS_1
" Gak asik, kamu Dan...! "Seru salah satu teman nya.
" Sudah ayo pergi, nanti lain waktu kita adakan lagi pesta ini. "Bujuk Dandi kepada teman nya itu.
" Benar...? "Tanya teman nya.
" Ya, pasti. "Jawab Dandi yakin.
" Awas saja kamu kalau, berbohong...! "Ancam teman Dandi.
Dandi pun menganggukkan kepala nya.
Setelah mereka pergi, " Akhirnya mereka pergi. "Ucap Dandi dengan menghela nafas panjang.
" Sayang...! "Seru Dandi kemudian, setelah ingat dengan bibi Klara yang sedang menunggu nya di kamar atas.
Dandi pun segera menyusul bibi Klara di kamar atas.
Dan setelah sampai di kamar atas.
" Sayang,sayang...! Kamu dimana...? "Ucap Dandi dengan celingukan mencari keberadaan bibi Klara.
Setelah ia mendapati bibi Klara berada, betapa kaget nya dia melihat bibi Klara yang tanpa menggunakan sehelai benang apa pun. Bibi Klara tersenyum kepada nya, dan berjalan berlenggak-lenggok menghampiri Dandi.
Bibi Klara mendekatkan kepala nya di samping telinga Dandi,dan ia pun berbisik " Puaskan aku. "Ucap bibi Klara dengan nada manja, sembari tersenyum menggoda.
Mendengar hal itu, Dandi pun langsung menarik bibi Klara ke tempat tidur nya. Dan dengan brutal ia membawa bibi Klara ke surga dunia yang ia bangun dengan penuh nafsu yang tak terkendali.
Setelah selesai ia dan bibi Klara pun kelelahan. Dandi tersenyum bangga karena berulang kali dapat membuat bibi Klara tak berdaya. Karena gempuran nya yang hebat, bibi Klara pun hampir kewalahan melayani nya.
Bibi Klara tersenyum ke arah Dandi, dan berkata. " Dandiku yang hebat, kau memang yang terhebat. "Ucap bibi Klara sembari tersenyum lemah.
Bibi Klara bangun dari tidur nya, ia pun berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya. Setelah bibi Klara selesai baru lah Dandi menyusul bibi Klara untuk membersihkan diri.
Setelah semua nya selesai. Bibi Klara mengajak Dandi untuk turun ke lantai bawah. Mereka pun duduk di ruang TV atau ruang keluarga.
"Aku punya tugas untukmu, sayang. " Ucap bibi Klara sembari menyalakan TV yang ada di hadapan nya.
"Apa sayang...? " Tanya Dandi kepada bibi Klara.
"Tugas nya sangat mudah pasti kamu bisa melakukan nya dengan mudah. " Ucap bibi Klara tanpa menjawab pertanyaan dari Dandi.
"Apa...? " Ucap Dandi.
"Berpura-pura menjadi tunangan Adelia. " Jawab bibi Klara santai.
"APA...?! " Seru Dandi dengan nada terkejut.
"A... a..apa kau sudah gila, sayang...? " Ucap Dandi dengan nada bicara gugup.
"Apa maksud kamu...? " Tanya bibi Klara balik kepada Dandi kekasih nya itu.
"Menjadi tunangan Adelia, itu sama saja menyerahkan nyawa sendiri kepada harimau. Kau tahukan, kalau keponakan kamu itu bukan manusia...? Dia iblis, iblis yang kejam. " Ucap Dandi dengan kesal dan marah.
"Kamu tenanglah sayang,semua tidak seperti apa yang engkau bayangkan. " Jawab bibi Klara dengan tersenyum.
__ADS_1
"Dia dalam keadaan koma, jadi mana mungkin ia bisa menghabisimu. " Terang bibi Klara kepada Dandi kemudian.
"Apa yang membuat nya koma...? " Tanya Dandi heran. Pasalnya tidak ada yang tahu kalau sekarang ini Adelia tengah mengalami koma, karena kecelakaan yang di alami oleh Adelia sengaja di rahasiakan oleh anak buah Adelia atau di simpan rapat-rapat, agar tidak di ketahui oleh musuh-musuh nya. Karena jika sampai musuh tahu Adelia koma, mereka dengan mudah nya akan mengganti alih kekuasaan Adelia.
"Dia koma. " Batin Dandi dengan tersenyum.
"Bagaimana sayang, apakah kau mau...? " Tanya bibi Klara kepada Dandi.
"Tapi sayang, jika anak buah Adelia mengetahui kebohonganku bagaimana...? " Tanya Dandi kepada bibi Klara.
"Mereka pasti akan melenyapkanku. " Ucap Dandi lagi.
"Tenanglah sayang, ada aku yang akan membantumu. " Ucap bibi Klara menjawab pertanyaan dari Dandi kekasih gelap nya itu.
"Apakah suamimu tahu tentang ini...? " Tanya Dandi kepada bibi Klara.
"Tahu." Jawab bibi Klara.
"Apa dia tahu kalau aku ikut serta dalam rencana ini...? " Tanya Dandi lagi.
"Sayang, tenanglah. Suamiku, tidak tahu tentang hubungan kita. Lagi pula dia juga tidak mengenalmu,jadi apa yang kau takutkan dari nya....?"Jawab bibi Klara enteng.
Dandi pun tersenyum, " Pantas saja dia tidak pernah kelihatan, ternyata dia koma. "Batin Dandi di dalam hati.
" Baiklah aku mau, asalkan kau selalu di dekatku. "Ucap Dandi.
Bibi Klara pun tersenyum, " Aku akan selalu di dekatmu,dan mendukungmu sayang. "Balas bibi Klara sembari tersenyum lembut ke arah Dandi.
" Kau adalah Dandiku yang terhebat."Puji bibi Klara dengan tersenyum.
Di Zaman kuno.
Adelia atau ratu Pancawati tengah berjalan-jalan di sekitar taman istana. Ia menikmati pemandangan pagi hari yang cerah ini.
"Pagi ini memang indah. " Ucap ratu Pancawati berbicara dengan diri nya sendiri. Karena ia sengaja pergi tanpa mengajak dayang Sumi.
"Bunga yang indah,ah... rasanya sudah lama sekali aku tak menikmati pemandangan seindah ini. Hawa disini cukup dingin ternyata. " Ucap sang ratu sembari mengusap-usap pundak nya dengan kedua tangan nya.
"Apa kau kedinginan kakak ipar...? " Suara Agra yang tiba-tiba datang entah dari mana.
"Kau...!" Seru Adelia atau ratu Pancawati kaget, karena sedari tadi ia merasa tidak ada orang lain selain diri nya disana.
"Kakak ipar apa kau melihat hantu...? " Tanya Agra dengan memasang wajah takut.
"Kau hantu nya...! " Seru Adelia atau ratu Pancawati dengan kesal.
"Ayolah kakak ipar, apa kau marah...? " Tanya pangeran Agra setelah melihat wajah ratu Pancawati terlihat kesal.
Ratu Pancawati hanya diam, tanpa mau bicara.
"Ayolah kakak ipar, bicaralah...?! " Ucap pangeran Agra dengan memasang wajah sok imut.
Adelia atau ratu Pancawati pun tidak dapat menahan tawa karena ulah pangeran Agra, ia pun berkata.
"Apa yang kau mau...? " Tanya ratu Pancawati dengan tersenyum.
__ADS_1
"Aku mau hatimu...! " Jawab pangeran Agra dengan tersenyum.
"Deg...