
Pagi pun menjelang.Kini rumah Faisal nampak lebih ramai dari biasanya. Kini banyak orang yang hilir mudik dirumah itu.
Sedangkan dikamar, Faisal sedang memandangi kakaknya yang sedang dirias. Lain halnya dengan Gus Anas yang sedang dikerubungi oleh anak kecil dihalaman depan.
Gus Anas memang orang yang supel. Ia dengan mudahnya membaur dengan tetangga Faisal. Dia juga orang yang menyukai anak kecil. Maka dari itu, tak heran jika dirumah Daffa akan bersikap manja padanya.
Jarum jam sudah menunjukan pukul 08:15 . Rombongan pengantin pria terlihat memasuki halaman rumah. Gus Anas pun bergegas masuk kedalam untuk memberitahukan pada Faisal.
Tok tok tok
Mendengar suara pintu diketuk Faisal bergegas membukanya.
"Ada apa Gus? "tanya Faisal
"Rombongan pengantin pria sudah sampai "ucap Gus Anas
__ADS_1
"Oh.... Makasih Gus sudah memberi tahu "ucap Faisal
Faisal pun menghampiri kakaknya dan mengatakan bahwa dia akan keluar menyambut rombongan pengantin pria.
Lalu Faisal pun keluar bersama Gus Anas.
Para rombongan pun masuk kedalam rumah. Tak lama kemudian penghulu pun tiba. Acara ijab qobul akan segera dimulai. Kini pengantin pria sudah duduk dihadapan penghulu dan wali pengantin wanita . Kedua saksi duduk disamping kanan kiri pengantin.
Wali nikah pengantin wanita kini menjabat tangan pengantin pria. Dan melakukan ijab qobul. Dengan satu tarikan nafas pengantin pria mengucapkan ijab qobul dengan lantang. Ada kelegaan setelah para saksi mengucap kata SAH.
Semua orang pun kini menatap kakak beradik itu. Saat Faisal akan melepaskan tangan kakaknya, ia berpesan pada kakak iparnya.
"Mas Rudi, aku nitip mba Meli ya. Tolong jaga dia untuk ku. Bimbing dia kejalan yang diridhoi Allah. Tegur ia bila bersalah, tapi jangan sampai kau menyakitinya.Kau memintanya baik-baik. Aku pun melepasnya baik-baik. Tapi jika kau sudah tak sanggup membimbingnya tolong jangan sakiti dia. Cukup kau kembalikan dia pada ku. Karena aku akan menerima kembali dengan senang hati. "ucap Faisal sambil terisak
"Insyaallah aku akan melakukan tugas dan kewajiban ku dengan baik. Cukup kau doakan saja,semoga kami menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah. Aku tidak akan pernah menyakitinya. Karena dia teramat berharga bagiku. "ucap Rudi sambil memeluk Faisal yang terisak.
__ADS_1
Meli yang mendengar pun kini memeluk Faisal. Faisal memang mempunyai pemikiran yang dewasa. Semenjak kematian ayahnya, Faisal selalu berusaha mandiri. Agar tidak membebani ibu dan kakaknya.
Saat adegan itu berlangsung banyak orang ikut menangis.setelah itu pun, kini tinggal sesi tanda tangan buku nikah dan foto bersama.
Gus Anas yang melihat semua kejadian beberapa hari ini pun kagum pada sosok Faisal. Bagaimana tidak? Ia tahu betul bagaimana Faisal selama di pesantren. Faisal yang tidak pernah melewatkan waktunya terbuang sia-sia.
Setelah acara akad nikah selesai rombongan mempelai pria dipersilahkan makan ala kadarnya. Dan setelah dirasa cukup,rombongan mempelai pria mulai bersiap untuk pulang.
Kenapa tak ada tamu undangan? karena ini hanya acara akad nikah yang sederhana tanpa ada resepsi. Hanya beberapa kerabat saja yang datang karena memang tidak mengundang.
"Kalo njenengan cape istirahat saja Gus. Nanti siang kita akan kekelurahan mau lihat dulu tempatnya.Takutnya kurang sreg sama njenengan. "ucap Faisal
"Iya.... aku mau telfon Ummi dulu kalau begitu."jawab Gus Anas
Mohon dukungannya teman-teman.Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan dan ditunggu juga kritik saran yang membangun.
__ADS_1