Kehidupan Santri Di Penjara Suci

Kehidupan Santri Di Penjara Suci
Jalan-jalan sore


__ADS_3

Setelah dirasa cukup mereka pun akhirnya pulang. Dan tentu saja mengantarkan Iis terlebih dahulu.


Sesampainya dirumah Iis, ternyata bapak mama Iis sedang duduk diteras sambil minum teh.


"Assalamualaikum.... "salam Faisal


"Waalaikum salam.... "jawab bapak mama Iis


Faisal dan Gus Anas pun menyempatkan bercengkerama terlebih dahulu.


"Sudah pulang dari tadi pak? "tanya Faisal


"Lumayan. " jawab bapak Iis


"Kamu pulang kapan Sal? " kini mama Iis bertanya


"Kemarin ma. " jawab Faisal


"Oh.... "angguk mama Iis


"Kalo ini siapa? " tanya Mama menunjuk Gus Anas


"Gus Anas ma. Putra Abah dipesantren. " jawab Faisal


Gus Anas tersenyum sambil menganggukkan kepalanya


"Sudah sore Pak,Ma. Kami pamit pulang dulu " pamit Faisal


"Kalo senggang main Is kerumah. " sambil memakai helmnya


"Iya kalo bisa naik motor. " gurau Iis


"Nih, nitip buat Nia ya. Maaf jadi ngrepotin." ucap Iis sambil memberikan kantong kresek berisi kerudung.


Mereka pun tertawa bersama.Setelah Gus Anas naik, Faisal pun melajukan motornya.


"Tumben Faisal pulang Is. Biasanya dia jarang pulang kalo ngga penting. Ada acara apa? " tanya mama Iis


"Mba Meli nikah ma. Katanya sekalian lihat tempat PKL. " jawab Iis


"Oh.... "


"Memang dia mau PKL dimana. " tanya mama Iis


"Diminimarket dekan pondok ma. "


"Tadinya mau dikelurahan. Tapi sudah banyak disana. Jadinya diminimarket."jawab Iis


. . . . .

__ADS_1


Faisal dan Gus Anas pun sudah sampai rumah tepat saat adzan 'ashar berkumandang. Mereka duduk sejenak diteras untuk menghilangkan penat.


Mba Meli keluar saat ia selesai sholat 'ashar. Disusul suaminya


"Kamu dari mana Sal? "tanya mba Meli


"Lihat tempat PKL mba. Tadi mampir sekalian ke rumah Iis ambil titipan Nia. " jawab Faisal


"Ambil titipan apa ngapel? " goda Gus Anas


"Hust.... " Kode Faisal


"Kenapa? "


"Bohong ya? " cecar mba Meli


"Ngga mba. "


"Nih barang titipannya kalo ngga percaya. " ucap Faisal sambil memperlihatkan kantong keresek


Mas Rudi yang melihat mereka pun hanya tersenyum. Karena dia tahu kalau Faisal sedikit berbohong.


"Ya sudah sana mandi terus sholat. "


"Besok mau dibawain apa? " tanya Mba Meli


"Mau dibekalin apa Gus? " tanya Faisal


"Apa lagi? " tanya mba Meli


"Itu saja lah. " jawab Faisal


"Ya sudah. Mba mau beli tempenya dulu. Kalian buruan mandi, sholat. sudah sore. " ucap Mba Meli seraya masuk kerumah


"Iya mba. "


"Nih mas kunci motornya. kali aja mau anterin mba belanja sekalian jalan-jalan sore." ucap Faisal seraya memberikan kunci motor pada mas Rudi


Faisal dan Gus Anas pun masuk kerumah. Kemudian keluarlah mba Meli.


"Mau dianter ngga dek? " tanya mas Rudi


"Boleh kalau ngga merepotkan mas. " jawab mba Meli tersenyum


"ayo. Kita sekalian jalan-jalan. " ucap mas Rudi


Mba Meli pun mengangguk setuju


"Pegangan ya. Biar ngga jatuh. " ucap mas Rudi

__ADS_1


"Nggih kang bojo. " gurau mba Meli


Kini mereka pun pergi belanja.Saat diperjalanan pulang mereka berpapasan dengan Hanum. Mereka pun menepi sebentar saling menyapa.


"Mba Meli. " panggil Hanum


"Mas menepi sebentar mas. "


"Ada yang manggil. " ucapa mba Meli


Mas Rudi pun menepikan motornya.


"Masyaallah Hanum.... "panggil mba Meli seraya memeluk Hanum


"Tambah cantik sekarang. "


"Kamu sekarang sekolah dimana? "


"Ko ngga pernah main kerumah." ucap mba Meli


"Hanum sekolah di tempat mbah mba. Dikota sebelah. Jadi ngga pernah main. " jawab Hanum


"Faisal sekolah dimana mba? Aku ngga pernah dengar kabarnya. " tanya Hanum


"Dia mondok Num. " ucap mba Meli


"Dia siapa mba? " tanya Hanum


"Astagfirullah.... mba sampai lupa." mba Meli menepuk jidatnya


"Ini mas Rudi. Suami mba. "


"Mas ini Hanum, temannya Faisal."


"Mba sudah nikah? kapan? " tanya Hanum


"Kemarin. Kamu main dong kerumah mba. Mumpung Faisal dirumah. " ucap Mba Meli


"Besok Faisal berangkat loh. "


"Insyaallah kapan-kapan mba. " ucap Hanum


"Dek sudah sore. Takut nanti ke maghriban dijalan." ucap mas Rudi mengingatkan


"Ya sudah, mba duluan ya. Mau belanja buat bekalin Faisal sama temannya. " ucap Mba Meli


"Salam saja buat Faisal ya mba. " ucap Hanum


"Mari Num. " pamit mba Meli setelah naik motor

__ADS_1


"Iya. " sambil mengangguk


Mohon dukungannya teman-teman. Jangan lupa tekan jemponya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun


__ADS_2