
Setelah berkutat selama satu jam lebih akhirnya beberapa loyang kue pun matang. Sembari menunggu dingin Nia dan Fatim membereskan semua peralatan yang digunakan.
Setelah dirasa dingin, Nia memberi topping keju dan ceres pada kue-kue tersebut. Setelah itu ia memotong kecil agar mudah diambil.
"Nia, aku boleh nyicip ngga? " tanya Fatim
"Boleh banget. Ambil saja. " ucap Nia
"Gimana? " tanya Nia saat Fatim mulai menelan kue
"Enak. " jawab Fatim
"Nanti temani aku bawain kue ini ke ndalem ya Tim. " pinta Nia
"Semua ini? " tanya Fatim
"Ngga. "
"Nanti buat mba pengurus sebagian. "
"Terus itu yang di dus buat kamu sama teman-teman dikamar. " jawab Nia
"Oh... " Fatim mengangguk paham
Nia memang sengaja membuat banyak. Karena Ummi bilang Ning Zahra kondur (pulang). Ummi juga bilang kalau Ning Zahra minta dibuatkan kue rasa pandan .
"Ayo Tim. " ajak Nia sambil membawa nampan berisi beberapa piring kue.
"Yuk. " jawab Fatim
Mereka pun berjalan bersama ke ndalem. Saat hendak masuk Nia terlebih dahulu mengetuk pintu.
Tok tok tok
"Assalamualaikum " ucap Nia
"Waalaikum salam. " ucap Ning Zahra seraya membuka pintu
__ADS_1
"Masuk mba. "
"Nggih Ning. "ucap Nia
Saat hendak menaruh piring diatas meja, tiba-tiba Gus Daffa berlari ke arah Nia. Dia sedang main kejar-kejaran dengan Gus Anas
"Astagfirullah... adek. "
"Mba kaget. " ucap Nia seraya memegang dadanya
"Sini dek. " ucap Gus Anas
"Ngga mau. " ucap Gus Daffa
"Curang ah adek. Ngumpetnya sama mba. " ucap Gus Anas
"Biarin. " ucap Gus Daffa sambil menjulurkan lidahnya
"Mba kue yang spesial buat adek mana? " tanya Gus Daffa
"Masih di dapur dek. "
"Tadi mau dibawa susah. " ucap Nia
"Ambil yuk. " ucap Gus Daffa
"Ayok. " ucap Nia
"Tapi pamit dulu sama Ummi ya. "
"Iya Mba. " ucap Gus Daffa
Gus Daffa pun berlari ke arah Umminya.Ia juga pamit. Dan setelah mendapat ijin ia pergi bersama Nia kedapur.
Sedangkan dikamar, Ning zahra mulai jengkel. Karena sedari tadi ia diledek terus oleh Gus Anas. Akhirnya Ning zahra pun keluar mengadu pada Umminya. Dan disusul oleh Gus Anas.
"Ummi. "
__ADS_1
"Mas Anas gangguin Zahra terus dari tadi Mi." ucap Ning Zahra
"Ada apa sih? " tanya Ummi
"Kalian itu loh. Kalo lagi kumpul ribut terus. "
"Biarkan saja Mi. Mumpung masih lajang. Nanti kalo sudah berkeluarga, kan jarang-jarang mereka begini. " ucap Abah
"Sudah. Dari pada ribut, sini kita cobain kue buatan mba Nia. Kayaknya enak banget. " ucap Ummi
Gus Anas dan Ning Zahra pun mendekat dan duduk disamping Abah dan Ummi. Saat mereka mencicipi kue itu, dia langsung merasa ketagihan. Hingga tak sadar hampir satu piring dia habiskan.
"Enak ya Mi. " ucap Abah
"Iya. " ucap Ummi
"Memang gimana ceritanya adek minta kue sama mba Nia Mi? " tanya Ning Zahra
"Janji mba Nia sama adek. Katanya kalau makannya habis banyak, mba Nia bikin kue spesial buat adek. " jawab Ummi
"Oh.... "
"Lah ini si adek dimana? " tanya Ning Zahra
"Lagi ambil yang spesial didapur. " jawab Ummi
" Samperin ah. " ucap Gus Anas
"Paling juga mau ngeledek adek. " ucap Ning Zahra
"Tau aja kamu. He he he. " ucap Gus Anas sambil cengengesan
"Dasar... " ucap Ning Zahra
Gus Anas yang hendak membuka pintu pun kembali menghampiri Ning Zahra. Dia langsung mencubit hidung Ning Zahra gemas. Dan langsung berlari kencang ketika Ning Zahra akan mengejarnya.
Mohon dukungannya teman-teman. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun
__ADS_1