
Setengah jam kemudian Dila dan Nia sampai di pesantren.Nia dipapah Dila menuju kamar. Saat sampai di depan ndalem tiba-tiba Ummi keluar.
"Sudah diperiksakan mba? " tanya Ummi pada Dila
"Sampun Mi. " jawab Dila
"Sakit apa mba? " tanya Ummi lagi
"Asam lambung Mi. " jawab Dila
"Oh. "
"Ya sudah dibawa ke kamar. Kelihatan lemes banget mba Nianya. "
"Nggih Mi. " ucap Dila
Dila pun berjalan kembali menuju kamar. Setelah sampai kamar Nia langsung berbaring.
"Mba ambil makan dulu ya. " ucap Dila
"Habis itu minum obat. "
Nia hanya mengangguk lemas. Sebelum Dila pergi dia menghampiri Erna dikamarnya. Dila meminta Erna untuk menjaga Nia sebentar karena Dila akan membuat bubur.
Erna kemudian pergi menuju kamar Nia. Dia melihat Nia yang sedang terbaring lemah. Dia langsung merapihkan selimut yang digunakan. Karena kaki Nia masih terlihat.
Setelah beberapa saat Dila kembali sambil membawa semangkuk bubur yang masih panas.
"Nia sakit apa Dil? " tanya Erna
"Asam lambung Er. " jawab Dila
"Mungkin karena dia sering puasa, terus saat berbuka makannya pedes. "
"Mba Dila. " panggil seorang santri
"Ada yang nyari di kantor. "
"Tadi diantar kang Faisal. "
"Oh... Makasih ya. " ucap Dila
"Aku ke kantor dulu ya Er. "
"Titip Nia lagi. "
__ADS_1
"Iya. " ucap Erna
Dila pergi ke kantor untuk menemui orang tersebut yang tak lain Iis dan bapaknya. Dia langsung menyalami bapak Nia dan Iis saat masuk ke kantor.
"Paman sudah lama? " tanya Dila
"Ngga. Baru saja. " ucap bapak Nia
"Paman sehat? " tanya Dila
"Alhamdulillah sehat. " jawab bapak Nia
"Nianya dimana Dil? "
"Nia di kamar paman. " jawab Dila
"Tadi habis periksa. "
"Kata dokter kena asam lambung. "
"Apa Nia sudah makan mba Dila? " tanya Iis
"Belum. " jawab Dila
"Kamu mau lihat Nia? "
"Yuk aku antar ."
"Pak Iis ke kamar Nia dulu ya. " ucap Iis
"Nanti kalau Nia bangun Iis bawa kesini. "
Bapak hanya mengangguk. Ia berharap putrinya segera sembuh. Dila pun mengantar Iis ke kamar Nia. setelah itu ia ke dapur membuat teh untuk bapak Nia.
"Makasih ya mba. " ucap Iis
"Sudah mau merawat Nia. "
"Sudah seharusnya aku begitu Is. " ucap Dila
"Mba ke dapur dulu ya. "
"Mau buat teh untuk bapak kamu. "
"Nia bangunkan saja biar dia makan. "
__ADS_1
"Setelah itu minum obat. "
"Itu buburnya. " tunjuk Dila
Iis pun mengangguk. Ia melihat wajah Nia yang pucat. Lalu ia membangunkan Nia secara pelan agar tidak kaget. Ditepuknya halus tangan Nia.
"Dek. " ucap Iis
"Dek bangun. "
"Makan dulu yuk. "
Merasa ada yang menepuk tangannya Nia pun terbangun. Ia mengerjapkan matanya sebentar.
"Mba Iis? "
"Mba datang kapan? "
"Iya. " ucap Iis
"Makan dulu ya. "
"Terus minum obat. "
"Biar cepat sembuh. "
Nia mengangguk. Iis menyuapinya dengan telaten. Sambil bercerita keadaan di rumah. Hingga tak sadar buburnya habis. Setelah itu Nia meminum obat.
"Bapak ada di kantor. " ucap Iis
"Mau ketemu ngga? "
"Mau mba. " jawab Nia
"Nia kangen sama Bapak. "
"Yuk turun. " ajak Iis
Iis memapah Nia berjalan menuju kantor. saat hendak sampai dari luar terdengar suara laki-laki sedang berbincang dengan Bapak. Ternyata oh ternyata di dalam Bapak sedang berbincang dengan Abah.
Abah baru saja kondur (pulang) dari masjid. dan saat melewati halaman kantor beliau melihat Bapak seorang diri. Abah pun menghampiri dan berbincang dengan Bapak.
Mohon dukungannya kakak. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.
salam sayang dari Mommy duo HM
__ADS_1