Kehidupan Santri Di Penjara Suci

Kehidupan Santri Di Penjara Suci
Jaga Jarak


__ADS_3

Setelah berganti pakaian, Nia keluar dari kamar. Ia memakai baju gamis berwarna biru dan kerudung dengan warna senada. Tak lupa ia memakai tuspin pemberian Gus Anas.Mereka yang berada di ruang tamu terpesona. Terutama Gus Anas.


"Sudah siap nduk? " tanya Iis


"Iya mba. " jawab Nia sambil tertunduk


"Ya sudah yuk. " ucap Faisal


"Keburu malam. "


Semua pun beranjak pergi setelah tadi Iis meminta ijin pada Bapak.


"Kunci motornya mana? " tanya Faisal


"Ini. " jawab Iis menyerahkan kunci motor


"Ini Gus. " Faisal memberikan kunci motor pada Gus Anas


"Nia sama njenengan ya Gus. "


"Iya. " ucap Gus Anas


Mereka pun pergi berboncengan. Faisal dengan Iis, Gus Anas dengan Nia. Sempat terjadi perdebatan antara Nia dan Faisal. Nia tidak mau dibonceng Gus Anas karena bukan muhrim ( alasan yang sebenarnya adalah dia segan). Tapi Faisal keukeuh karena ia dan Iis akan mampir sebentar kerumah temannya.


Dengan berat hati akhirnya Nia berboncengan dengan Gus Anas.Ia menjaga jarak agak jauh agar tak bersentuhan dengan Gus Anas.


Gus Anas yang merasa Nia terlalu jauh memelankan laju motornya.Ia takut Nia terjatuh karena tak berpegangan.


"Ko pelan Gus? " tanya Nia heran


"Takut kamu jatuh. " jawab Gus Anas


"Kamu ngga pegangan gitu. "


"Nanti Faisal ceramah lagi. "

__ADS_1


Nia hanya terdiam tanpa menggeser duduknya.


"Kamu ngga suka yah kalau dibonceng aku? " tanya Gus Anas


"Bukan begitu Gus. " jawab Nia lirih


"Terus? " tanya Gus Anas lagi


"Saya ngga enak saja. " jawab Nia


"Apa kata orang kalau anak gadis di bonceng sama laki-laki yang bukan muhrimnya. "


"Lagian kita mau kemana sih? "


"kita mau ke pasar malam. " jawab Gus Anas


"Faisal sama mba kamu nanti nyusul. "


"Dia mau ke rumah temen dulu katanya. "


"Oh. " ucap Nia


Gus Anas yang tak melihat Nia membeli bakso cuanki terus berjalan. Nia pun sama.Ia tak tahu kalau Gus Anas terus berjalan. Saat Nia menerima pesanannya ia kebingungan karena Gus Anas tidak ada.


Begitu juga dengan Gus Anas. Saat ia menoleh ke belakang Nia tidak ada. Lalu ia berjalan kembali menyusuri jalan yang ia lewati.


Dan akhirnya mereka bertemu setelah lama saling mencari. Keduanya lantas mendekat.


"Njenengan dari mana Gus? " tanya Nia


"Kok saya ditinggal. "


"Aku ngga tau kalau tadi kamu berhenti. " ucap Gus Anas


"Maaf ya. "

__ADS_1


Nia pun menganngguk. Mereka pun kembali berjalan hingga akhirnya mereka menemukan tempat duduk di bawah pohon. Mereka beristirahat disana sambil memakan bakso cuangki.


Saat Gus Anas hendak makan ia terlihat kebingungan. Karena baksonya dibungkus pakai plastik. Nia yang paham akan kebingungan Gus Anas memperlihatkan bagaimana ia memakan baksonya.


"Dilubangi dulu pucuk plastiknya Gus. " ucap Nia sambil mempraktekannya


"seperti ini. "


"Oh.... " Ucap Gus Anas paham


"Kok kamu bisa makan seperti ini? " tanya Gus Anas


"Sudah biasa Gus. " jawab Nia


"Njenengan belum pernah ya? " tanya Nia sambil tersenyum


"Belum. " jawab Gus Anas


"Biasanya kan kalo Ummi beli bakso sudah disiapin dimangkuk. "


"Bagaimana Gus rasanya? " tanya Nia


"Enak. " jawab Gus Anas


"Coba telfon Faisal. Sudah berangkat kesini belum. "


"Nggih Gus. " ucap Nia sambil mengeluarkan Hpnya


Nia pun mengirim pesan pada Faisal. Karena ditelfon tak diangkat. Dan ternyata Faisal sudah sampai dari tadi. Kini ia sedang memakan Mie ayam bersama Iis dan juga temannya.


"Mas Fai lagi makan mie ayam Gus sama temannya. " ucap Nia memberi tahu


"Ya sudah kita samperin yuk. " ucap Gus Anas


Mereka pun berjalan kembali mencari pedagang mie ayam tempat Faisal dan Iis makan. Setelah ketemu mereka pun ikut memesan mie ayam.

__ADS_1


Mohon dukungannya kakak. Jangan lupa tekan jempolnya ya. Mohon maaf bila masih banyak kekurangan. Ditunggu juga kritik saran yang membangun.


Salam mommy duo HM


__ADS_2